STORY21 - PENYIKSAAN TERHADAP SPG MONTOK

Penyiksaan Terhadap SPG Montok ini muncul karena ulah SPG sombong yang menjaga pameran otomotif di salah satu plaza di kotaku. Pada waktu itu aku dan teman-temanku (berempat) sedang jalan-jalan ke plaza itu, lalu kami melihat ada pameran mobil di sana. Iseng-iseng aku dan teman-teman melihat mobil-mobil yang memang keren-keren itu, meskipun penampilan kami memang sangat jauh dengan pengunjung-pengunjung lainnya yang rapi-rapi.

Sekalian cuci mata juga, soalnya para SPG-nya cantik-cantik dan putih-putih serta mulus-mulus, mereka memakai rok mini yang benar-benar serasi dengan tubuh mereka yang langsing dan tinggi, kaki mereka yang jenjang sangat indah dipandang dari ujung kaki sampai ke paha yang terbalut rok mini ketat warna merah. Wajah mereka yang rata-rata Indo seperti bintang sinetron sangat menyenangkan untuk dipandang, memang sangat cocok untuk mendampingi mobil-mobil mewah yang sedang dipamerkan.

Sambil melihat, kupegang-pegang saja mobil yang di pamerkan dan kucoba membuka dan metutup salah satu pintunya. Tiba-Tiba.., “Mas, tolong kalau mau lihat ya dilihat saja, jangan dipegang-pegang, nanti harus dibersihkan lagi”, aku menoleh ke arah teguran itu berasal, ternyata teguran tersebut berasal dari salah seorang SPG yang cantik, meskipun aku tersinggung, aku sempat tertegun melihat paras dan body cewek SPG yang satu ini. Wajah SPG yang ini seperti campuran Indo Belanda, kebarat-kebaratan seperti itulah. Cerita Sex 21+

Masih setengah sadar, SPG itu ngomong lagi, “Tolong minggir dulu ya.. ini ada pembeli yang mau lihat”. Aku menoleh ke sekitar, “Mana pembelinya..” pikirku, yang ada masih lihat-lihat mobil di sebelah, kali ini aku serasa benar-benar dilecehkan oleh SPG itu, dalam pikiranku, “Sombong sekali cewek satu ini.. padahal kan dia juga sebagai penjaga, belum tentu bisa beli mobil itu juga.” Sambil berpikir begitu, tak terasa aku bertatap pandang dengan cewek SPG itu, yang lebih mengesalkan wajahnya seakan-akan melihatku sebagai makhluk yang tidak sepantasnya berdiri di situ. Kulihat juga senyumnya yang benar-benar menyebalkan, seolah-olah menantang dan sudah menang. Seraya tersenyum aku minggir juga.

“Ayo, cabut!” aku mengomando teman-temanku dengan nada yang masih kesal karena pelecehan tadi. Aku langsung mengarahkan mereka ke tempat parkir dengan tidak menyembunyikan wajah yang kesal. Mobil Espass kami pun meluncur. Sepanjang perjalanan, kami terdiam, teman-temanku tahu aku masih kesal, jadi mereka agak malas ngomong.

Setelah beberapa saat Aguk yang memegang kemudi memecah kesunyian, “Kenapa lu? masih kesal sama SPG itu?” tanyanya kepadaku. Belum sempat aku menimpali, Bimo buka suara, “Lu nggak remas aja pantatnya, biar tau rasa dia.” Tawa mereka berderai, tapi aku masih diam, melihat gelagatku yang tidak bisa diajak bercanda, teman-temanku ikutan diam. Tiba-Tiba Dodot mengeluarkan ide bagus, “Eh.. gimana kalo kita culik aja tuh cewek!” Hatiku yang kesal ini bagaikan mendapat siraman air yang menyegarkan, “Betul juga”, pikirku, “Biar ntar dia rasain gimana akibatnya kalau melecehkan aku” Aku tersenyum menyeringai ke arah Dodot, dan kami langsung memutar mobil ke arah plaza itu lagi.

Jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, mulai terlihat karyawan-karyawan dari plaza tersebut keluar untuk pulang. Kami dengan sabar menunggu di depan plaza itu sambil mengawasi orang-orang yang keluar.
“Gimana kalau keluar dari samping pertokoan?” tanya Bimo.
“Ah.. ya berarti nasibnya beruntung”, jawabku cepat.
“Itu! itu!” Dodot setengah berteriak menunjuk ke suatu arah. Mata kita semua langsung menjelajah ke arah yang ditunjuk Dodot.
“Bagus!” pikirku ketika melihat si SPG berjalan keluar plaza untuk mencari kendaraan. Dia bersama seorang temannya yang kelihatannya SPG juga, sudah mengenakan sehelai kain untuk menutupi roknya yang mini, mereka berjalan menelusuri trotoar, rupanya rute angkutannya bukan di jalan ini. Kami segera membuntutinya pelan-pelan sampai mereka berhenti di perempatan yang sudah dikuasai oleh banyak angkota. Mereka langsung masuk ke salah satu bemo yang ada, begitu bemo tersebut berangkat, kami pun langsung mengikutinya.

Sampai di sebuah jalan, yang untungnya sepi sehingga sangat mendukung operasi kami ini, si SPG turun. Tidak sedikit pun dia menaruh curiga bahwa sebuah mobil telah mengikuti angkutannya sejak tadi. Setelah bemo tersebut meninggalkannya cukup jauh, kami mulai mendekati SPG itu yang kelihatannya masih harus berjalan kaki untuk mencapai rumahnya. Tanpa buang-buang waktu Aguk mensejajarkan mobil kami di samping SPG itu dan Dodot langsung membuka pintu samping Espass. Kulihat SPG tersebut terkejut melihat ada mobil yang sangat dekat dengan dirinya, dan tanpa disadari tangan Dodot sudah merenggut tangan dan menarik tubuhnya ke dalam mobil. “Srreekk..”, pintu samping ditutup, mobil kami langsung melaju tanpa bekas, sementara si SPG masih kebingungan dan akan berteriak, tetapi dengan sigap Bimo langsung menutup mulutnya sehingga yang terdengar hanya gumaman. Si SPG mencoba meronta, namun sebuah pukulan ditengkuknya yang diluncurkan oleh Dodot membuatnya langsung pingsan.

Aku menoleh ke belakang, Bimo dan Dodot tersenyum memandangku seolah-olah ingin menyatakan bahwa operasi penculikan sudah berhasil. Kulihat kain yang menutupi rok mininya tersingkap, dan meskipun di dalam mobil gelap, aku masih dapat melihat pahanya yang mulus. Dodot pun tak tahan langsung memijat dan meraba paha yang mulus itu. Mobil kami langsung meluncur ke rumah Aguk yang memang kosong dan biasa sebagai tempat kami berkumpul.

Setelah sampai dan memarkir mobil di garasi, kami menggendong SPG yang masih pingsan itu ke dalam kamar. Di sana kami mengikatnya pada kursi kayu yang ada. Aku duduk di ranjang menghadap SPG yang masih lunglai itu yang terikat di kursi kayu. Teman-temanku kelihatannya memang menghadiahkan SPG itu ke padaku untuk diperlakukan apa saja.

– Dot.. ambilin air.” Dodot keluar kamar dan tak lama masuk dengan segelas air yang disodorkan kepadaku. Aku berdiri dan menyiramkan pelan-pelan ke wajah SPG itu. Ketika sadar, SPG itu terlihat sangat terkejut melihatku di depannya, “Kamu..” katanya seraya menggerakkan tubuhnya, dan dia sadar kalau tubuhnya terikat erat di sebuah kursi. Kali ini aku yang tersenyum, senyum kemenangan. “Mau apa kamu?” masih dengan sombong SPG itu bertanya setengah menghardik kepadaku. “Kalau kamu macam-macam, aku akan teriak”, lanjutnya lagi. Aku hanya tersenyum, “silakan saja teriak, nggak bakal terdengar kok”, kataku sambil menyalakan tape si Aguk, kebetulan lagunya dari band Metallica, Unforgiven, kusetel agak keras, meskipun aku yakin bahwa kamar Aguk letaknya terisolir, jadi tidak mungkin teriakannya didengar orang lain.

Ketakutan mulai terlihat di wajah SPG itu, wajahnya yang cantik sudah mulai terlihat memelas memohon iba. Namun kebencian di hatiku masih belum padam, aku ingin memberinya pelajaran!
“Siapa namamu?” tanyaku dengan nada datar.
“Vera”, jawabnya.
“Ampun Mas, maafkan aku, aku disuruh boss untuk bersikap begitu”, katanya seolah membela diri.

Tidak peduli dengan pembelaan dirinya, langsung kusibakkan kain yang menutupi roknya, lalu dengan kasar kutarik roknya hingga ke pangkal paha. Vera menatapku ketakutan, “Jangan, jangan Mas..” ucapnya memelas seakan tahu hal yang lebih buruk akan menimpa dirinya. Lagi dengan kasar kutarik bajunya sehingga kursi yang didudukinya bergeser dan kancing bajunya hampir lepas semua. Terlihat oleh kami bulatan payudara yang masih tertutup BH berwarna putih. Tak tahan melihat itu Aguk dan Dodot yang berdiri di sampingnya langsung meremas-meremas payudara itu. Vera sangat ketakutan, ditengah ketakutannya dia berusaha meronta, namun hal itu semakin meningkatkan nafsu kita. Jari-jariku langsung meraba secara liar daerah liang kewanitaannya yang masih tertutup CD, mengelus dan berputar-putar dengan lincah dan sekali-sekali mencoba menusuk. “Tidakk.. tidakk..” Vera berkata lirih seolah ingin menolak takdir.

“Breett.. breett..” kubuka dengan paksa seluruh baju Vera sehingga yang terlihat hanya BH dan CD-nya saja. “Naikkan ke atas meja”, kataku, serta merta ketiga temanku langsung bekerja sama memegangi Vera dan mengikatnya di atas meja. Vera meronta-ronta sekuat tenaga namun tentu saja usahanya tidak mampu melawan tiga tenaga cowok. Sekarang dia sudah telentang di atas meja dengan tangan terikat di sudut-sudut meja, kedua kakinya agak menjulur ke bawah karena mejanya tidak cukup panjang, namun kami mengikatnya secara terpisah pada dua kaki meja. Kami sendiri posisinya sekarang di samping tubuhnya. Lalu dengan sekali tarik kulepas BH-nya dan menonjollah dua bagian payudaranya yang cukup padat berisi. Sekarang kami melihat sebuah tubuh yang putih mulus dan langsing dengan tonjolan payudara yang bergoyang-goyang karena Vera masih berusaha meronta. Karena meronta, terlihat CD-nya yang agak transparan semakin mengetat memperlihatkan lekuk-lekuk liang kewanitaannya.

“It’s showtime!” teriakku yang disambut oleh kegembiraan teman-temanku dan wajah ketakutan Vera. Aku langsung mengambil beberapa karet gelang, lalu kulingkarkan di payudara Vera sampai terlihat mengeras dan merah. “Aduhh..” erang Vera, masih kutambah penderitaannya dengan menjepitkan jepitan yang biasa digunakan Aguk untuk alat elektronik, bentuknya bergerigi dan terbuat dari logam tipis yang di-chrome, kujepitkan di kedua puting susunya. “Aduhh.. ahh.. aduuhh” Vera mengerang kesakitan. Aguk lalu memberiku sebuah alat seperti pecut, yang terbuat dari beberapa tali tampar kecil sekitar 5 buah yang salah satu ujung-ujungnya dijadikan satu pada sebuah pegangan dari rotan. Entah untuk apa alat ini biasanya digunakan Aguk, pikirku, tapi peduli apa, yang penting sekarang benda ini ada gunanya.

“Jangan.. ampunn Mas..” pinta Vera, melihat aku mengibas-ngibaskan pecut itu. Aku tersenyum sadis, lalu tanganku kuangkat dan sebuah pecutan kuarahkan ke payudaranya. “Ctass..” Tubuh Vera menggelinjang, dan buah dadanya langsung bergoyang ke kanan ke kiri menahan sakit. “Aduhh..” teriaknya sambil menitikkan air mata. Beberapa garis merah terlihat di kedua buah dadanya, di sekitar puting. Cerita Sex 21+

“Lagi?” tanyaku kepada Vera, yang tentu saja dijawab dengan gelengan kepala, “Ampunn.. ampunn tolongg..” rintihan bercampur tangis Vera menjadi satu. Tanpa rasa iba pecut kuayun lagi, kali ini sasarannya adalah pahanya. “Mmmpphh..” Vera menggigit bibir bawahnya menahan sakit. Sekali lagi kuayun pecut itu, sekarang ke arah pusar, garis-garis merah segera menghiasi tubuh Vera. Entah aku sangat menikmatinya sehingga tak terasa sudah beberapa ayunan pecut mengarah ke tubuh Vera. Tubuhnya terlihat bergetar, menggelinjang menahan sakit dan perih. Wajahnya yang basah oleh air mata dan keringat sudah benar-benar menunjukkan penderitaan. Tapi aku masih belum puas. Kulihat teman-temanku, ketiganya tersenyum seakan memberikan dukungan kepadaku untuk terus menyalurkan hasratku.

Kudekati telinga Vera, dia yang sudah ketakutan padaku, dia berusaha menjauhkan kepalanya, mungkin dikiranya aku mau menggigit telinganya. Kubisikkan sesuatu di telinga Vera, “Vera, gimana kalau kita ganti alatnya, sekarang pakai ikat pinggang saja ya”, bisikku sambil menyeringai sadis. Vera menunjukkan ekspresi terkejut setengah tidak percaya bahwa dia akan menerima siksaan yang lebih hebat. “Ampun.. lepaskan saya..” ibanya meskipun tahu aku tidak akan melepaskannya.

Kubuka ikat pinggangku yang terbuat dari kulit, kulilitkan sebagian pada telapak tanganku, Vera melirikku dengan ketakutan yang amat sangat, nafasnya tersenggal-senggal meskipun dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk mengaturnya. Mungkin dengan mengatur napas dia berharap sabetan ikat pinggangku tidak akan terlalu sakit. Kuangkat tinggi tanganku dan kuayunkan dengan keras, Vera memejamkan matanya, saat ikat pinggangku mendarat di pahanya terdengar meja yang ditiduri Vera agak berderit karena tubuh Vera secara spontan bergetar keras menahan sakit. “Ahh.. ampun.. ampun.. hahh.. hahh..” Vera berkata tersendat-sendat. Kali ini bukan hanya garis merah yang tampak, tetapi semacam jalur merah tercetak di paha Vera.

“Ceplass.. Ceplass..” sabetan ikat pinggangku semakin liar menghujani tubuh Vera. Vera sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya menggeleng ke kiri ke kanan menahan penderitaan yang kuberikan. Puas dari samping, “Bagaimana kalau pukulan yang mengarah langsung ke liang kewanitaannya?” pikirku. Lalu aku mulai menyobek CD-nya dan minta kepada dua temanku untuk melepaskan ikatan kaki Vera dan mengikatnya kembali pada posisi menekuk ke atas dan mengangkang, sehingga liang kewanitaannya terbuka lebar. Vera berusaha meronta dan menutup liang kewanitaannya dengan kakinya, namun ikatan kami cukup erat sehingga kedua kakinya tidak bisa mengatup. Persis menghadap liang kewanitaannya, aku mengelus-elusnya sambil tersenyum sinis. Vera mengangkat kepalanya dan menatapku dengan pandangan nanar.

– Aku mulai menjauh, ikat pinggang mulai kuputar-putar, lalu.., “Ceplass..” ikat pinggang itu mendarat dengan tepat di bibir liang kewanitaan Vera. Kali ini Vera meronta-ronta dengan sangat dan cukup lama, tampaknya dia sangat kesakitan, kepalanya ditengadahkan ke atas sembari mengguncang-guncangkan pantatnya di atas meja. Aku berjalan ke sampingnya, “Lagi?” tanyaku seolah tak menghiraukan penderitaannya. Vera tidak mengatakan apa-apa, kelihatannya dia sudah pasrah. Aku tersenyum penuh kemenangan, kusentuh bibir liang kewanitaannya yang tentunya masih pedih, Vera menggelinjang, tak peduli kugesek-gesekan jariku di liang senggamanya, tubuh Vera terus menggelinjang. “Sakitt.. sakitt..” gumamnya lirih.

Seolah tak peduli, kembali aku mengambil dua jepitan, dan kujepit di kedua bibir liang kewanitaan yang memerah itu. Vera menatapku dengan pandangan tak percaya akan kesadisanku. “Oke”, kataku, “Tidak ada lagi pukulan..”, Vera diam saja tanpa ekspresi, “..tapi sekarang waktunya bermain lilin”, lanjutku sambil menyunggingkan senyum. Kali ini Vera menolehkan wajahnya yang layu, berkeringat dan basah karena air matanya. Bisa kubaca dalam pikirannya, “Oh.. apa lagi yang akan diperbuatnya pada tubuhku.. malangnya nasibku..”

Memang di kamar Aguk ada beberapa lilin untuk jaga-jaga jika lampu mati, ada yang kecil dan ada juga yang besar supaya awet. Kuambil Zippo-ku, kunyalakan satu lilin yang kecil. Lidah api menari berputar-putar melelehkan batang lilin yang menahannya. Menembus lidah api itu, kulihat pandangan Vera yang berharap aku hanya bercanda. Kujawab dengan pandangan juga yang menyatakan bahwa aku serius. Segera lilin yang kupegang kumiringkan di atas payudara Vera. Kulihat ekspresi Vera yang memandang lekat batang lilin yang terkena nyala api, pandangannya seolah berharap agar lilin tersebut tidak meleleh atau apinya tiba-tiba mati. Tapi tentu saja itu tidak terjadi, yang terjadi adalah tetesan pertama jatuh dan menetes di atas puting susu Vera sebelah kanan.

“Hhh..” Vera mendesah, punggungnya terlihat bergerak ke atas menahan panas lilin yang meleleh. Tetesan demi tetesan bergerak jatuh, dan Vera terlihat semakin kesakitan karena tetesan tersebut jatuh di tempat bekas pecut dan sabetan ikat pinggangku tadi. Tiba-tiba teman-temanku ikut bergabung, mereka semua memegang lilin bahkan tidak hanya satu tapi tiga atau empat sekaligus. Mereka dengan gembira meneteskan ke bagian-bagian sensitif Vera, seperti buah dada, pusar, sekitar liang kewanitaan dan paha. Kali ini Vera seperti ular kepanasan, dia meliuk-liukkan tubuhnya menahan panas tetesan lilin.

Seperti biasa, setelah puas pada bagian tubuh Vera, aku pun mengambil sebuah lilin dengan diameter yang besar dan menyalakannya. Setelah menunggu agak lama supaya lelehan lilin cukup banyak di atas lilin itu, aku kembali mengelus-elus liang kewanitaan Vera. Vera langsung berkata, “Tidakk.. jangan.. jangan Mas..”, aku pun tersenyum penuh nafsu mendengar nada yang memelas itu. Tapi tetap saja lilin yang besar itu kumiringkan di atas liang kewanitaan Vera, Vera berusaha mengelak dengan menggeser pantatnya, “Pintar juga dia”, pikirku, tapi karena lelehan lilin ini masih banyak, dengan leluasa aku “menaburkan” tetesan-tetesannya ke liang kewanitaannya. Tak ayal bagaikan lahar panas tetesan tersebut mengalir ke liang kewanitaan Vera dan mungkin ke dalamnya.

“Errgghh..” gumam Vera, dia langsung menggoyang-goyangkan pantatnya dan menengadahkan kepalanya menahan panas dan sakit, dengan mulutnya yang menggigit rapat dan matanya terpejam erat. Kemudian kucoba untuk memasukkan sebuah lilin kecil ke anusnya, sulit sekali karena anusnya begitu rapat, aku memasukkan jariku terlebih dahulu dan menggesek-geseknya agar anusnya membesar. “Aduh.. aduh..” ucap Vera, tapi aku tidak peduli, setelah anusnya membesar mulai kutancapkan sebuah lilin di anusnya. Dan ide cemerlangku muncul lagi, kunyalakan lilin yang menancap itu dan setelah cukup lama, kutiup apinya dan kubalik, jadi yang menancap adalah bagian yang barusan menyala. “Jess..” bunyi panas lilin bercampur dengan cairan yang keluar dari anus Vera. Tentu saja Vera menggeliat kesakitan, pantatnya dibentur-benturkannya ke meja seakan ingin melepaskan lilin yang menancap di anusnya. Aku tersenyum senang sambil kumasuk-keluarkan lilin tadi di anus Vera.

Karena sudah puas menyiksa Vera, aku kasih kesempatan kepada teman-temanku untuk menyetubuhinya. Teman-temanku begitu gembira, mereka langsung beraksi, sementara aku melihat pertunjukkan ini dengan kepuasan total. Mereka melepas ikatan Vera yang sudah tidak berdaya itu, lalu tubuhnya dibalik dan pantatnya ditarik ke atas sehingga dalam posisi menungging. Aku melihat Vera diam saja, mungkin dia sudah capai dan pasrah serta tidak punya harapan hidup lagi. Wajahnya yang cantik terlihat sangat lesu dan seolah-olah siap diperlakukan apa saja. Dodot dengan tubuhnya yang besar mulai membuka celana dan melakukan penetrasi, langsung sodomi. Vera membelalak tak menyangka bahwa ada benda sebesar itu yang harus masuk ke anusnya. Belum selesai dia “menikmati” penderitaan karena ulah Dodot, Aguk langsung menyelinap ke bawah tubuh Vera dan berusaha memasukkan batang kemaluannya ke liang kewanitaan Vera.

Vera melolong kesakitan karena anus dan liang kewanitaannya yang sudah lecet dan perih terkena sabetan ikat pinggang dan tetesan lilin, masih harus bergesekan dengan batang kemaluan teman-temanku. Tubuhnya terguncang ke depan berulang-ulang setiap kali Dodot dan Aguk menghunjamkan batang kemaluannya. Payudaranya berguncang keras persis di atas wajah Aguk yang dengan penuh nafsu meremas sekuatnya. Masih tersiksa dengan keadaan begitu, Bimo mengeluarkan kepunyaannya dan minta dikaraoke oleh Vera. Rintihan Vera menjadi tersendat-sendat karena tersedak dan batuk, Bimo bukannya kasihan malahan dia semakin terangsang sehingga dia menghunjamkan batang kemaluannya ke mulut dan tenggorokan Vera berulang-ulang.

Aku tersenyum saja melihat kelakuan teman-temanku yang brutal, lalu kudekati Vera sambil berkata, “Vera.. punggungmu masih mulus lho.. aku cambuk ya..” Karena tidak mungkin menggunakan pecut dan ikat pinggang sebab bisa mengenai Aguk yang berada di bawah tubuh Vera, maka aku menggunakan rotan yang tadi sebagai pegangan untuk pecut, rotan ini ujungnya memecah sehingga sangat cocok untuk menimbulkan rasa sakit.

Segera kuraih rotan itu dan kupukulkan berulang-ulang ke punggung Vera. Tubuh Vera terlihat menggelinjang dan menggeliat seiring dengan hujaman-hujaman yang diberikan oleh Dodot, Aguk dan Bimo serta siksaan cambukan rotan dariku. Dodot yang melihat punggung Vera terkena pukulan rotanku sangat terangsang dan segera memuntahkan maninya ke liang dubur Vera, lalu dia pun mencabut batang kemaluannya. Karena pantatnya kosong, atau tidak ada orang, aku pun dengan leluasa memukul pantatnya dengan rotan. Kulihat Vera sangat menderita, pantat yang baru saja dimasuki paksa oleh Dodot masih harus menerima siksaan rotanku.

Giliran Bimo yang ejakulasi, maninya langsung menyemprot ke tenggorokan Vera, membuatnya menjadi sulit bernafas dan seperti mau muntah. Melihat begitu semakin keras kupukulkan rotan ke pantatnya, bahkan ke belahan pantatnya. Tiba-tiba Vera lunglai, kelihatannya dia tak tahan lagi menerima siksaan kami, dia pingsan. Aguk yang belum selesai masih terus melakukan aksinya, sehingga tubuh Vera yang pingsan itu terguncang-guncang ke sana ke mari, akhirnya Aguk pun mencapai puncaknya dan menyemprotkan air maninya di dalam liang kewanitaan Vera yang masih pingsan. Aku sendiri sudah merasa puas dengan balas dendamku ini. Kami berempat tertawa dan puas.

Kami lalu membawa tubuh Vera untuk di”buang”, sebetulnya kami ingin menyimpannya untuk kenikmatan sehari-hari tetapi terlalu beresiko. Akhirnya tubuh Vera kami lempar di depan plaza tempat dia bekerja. Aku tersenyum puas karena sudah memberi pelajaran kepada SPG yang sombong itu, tapi dalam hati aku merasa ketagihan untuk menyiksa SPG yang lain, kusampaikan ini ke teman-temanku dan mereka semuanya setuju untuk suatu waktu menculik dan menyiksa SPG yang lain.,,,,,,,,,,,

STORY21 - PEMBANTUKU YANG BERUNTUNG

Pembantuku yang Beruntung - Kisah ini terjadi saat aku dan suamiku pindah ke suatu daerah di Sumatera Selatan. Sebagai pengusaha yang sukses, suamiku membuka sebuah perkebunan di daerah itu. Sedang kedua anak kami kutitipkan di tempat neneknya di Padang.

Di kota ini aku tinggal dan sengaja ikut suami. Sebagai pengusaha, ia ingin kudampingi sehingga tidak merepotkannya untuk pulang pergi ke Padang menemuiku. Anakku yang pertama berumur 6 tahun dan yang kedua berumur 5 tahun. Sekali sebulan aku pulang menemui kedua anakku. Di rumahku kini aku tinggal dengan dua orang pembantu. Yang satu perempuan, sementara satunya lagi seorang laki-laki yang bertugas menjaga rumah sekaligus membersihkan mobil dan taman di rumahku ini.


Laki-laki itu namanya Oding. Ia dipekerjakan oleh suamiku karena di daerahku ini amat sering terjadi perampokan. Masyarakatnya pun masih terbelakang. Pak Oding sangat disegani oleh masyarakat desa ini. Umurnya 52 tahun. Badannya sangat kekar. Hanya kakinya yang pincang sebelah akibat berkelahi dengan perampok beberapa tahun yang lalu. Para perampok itu berhasil dikalahkannya. Hanya saja satu kakinya pun menderita kelumpuhan akibat bacokan. Cerita Sex 21+

Setiap minggu, suamiku pergi ke perkebunan selama 1-2 hari dan bermalam di base campnya. jadi aku terpaksa tinggal sendirian di rumah ini bersama kedua pembantuku. Letak rumahku di desa ini jauh dari pemukiman penduduk lainnya. Tidak heran jika malam hari amat sepi dari kebisingan.

Saat ini umurku menginjak 29 tahun dan suamiku 31 tahun. Kami dulunya kuliah bersama-sama. Suamiku memilih jadi pengusaha dan aku disarankannya menjadi ibu rumah tangga, karena segala kebutuhan hidupku telah tercukupi olehnya. Suamiku amat pengertian dan mencintaiku. Hampir dua kali seminggu kami selalu melakukan hubungan suami istri yang sering membuatku puas dan orgasme. Ini membuatku tambah mencintainya. Meskipun telah memiliki dua orang anak namun kami tetap mesra dan hangat.

Suatu saat suamiku sedang ke Jakarta untuk beberapa hari. Terpaksalah aku tinggal dan ditemani kedua pembantuku. Saat itu aku merasakan ada yang lain pada diri pembantuku yang laki-laki. Pak Oding sering mencuri pandang terhadapku. Sebagai majikannya, aku anggap bisa saja namun lama-kelamaan aku merasa jengah juga.

Aku maklum, sebab sebagai laki-laki normal, Pak Oding tentu juga memiliki nafsu dan keinginan, namun aku tidak mungkin berselingkuh dengan pembantuku. Aku tidak mau mengkhianati suamiku.
Suatu saat, ketika aku mau ke pasar dengan menyetir mobilku, Pak Oding mencuri pandang ke arah dadaku, yang saat itu agak rendah belahannya. Bulu kudukku agak merinding melihat matanya yang melotot memandang dadaku.


Suamiku, karena kesibukannya, kini jarang sekali memberiku nafkah batin. Sebagai wanita normal, aku sebetulnya menginginkannya. Pada malam hari, suamiku mulai selalu pulang dalam keadaan capai dan terburu-buru.

Suatu hari, suamiku kembali ke perkebunan. Diperlukan waktu 4 jam untuk pergi ke sana. Hari itu cuaca hujan disertai guntur, namun suamiku tetap pergi karena ada yang perlu ia atur dengan para petani di perkebunan.

Malam itu, aku tidur sendiri di kamarku yang cukup luas. Aku tak bisa tidur. Gairahku menghentak-hentak. Aku menjadi pusing dan mencoba keluar kamar untuk minum, dengan harapan akan dapat menurunkan gairahku.

Di ruang belakang, aku mendengar suara televisi hidup. Aku pun pergi ke situ. Rupanya Pak Oding belum tidur dan masih nonton. Sedangkan pembantuku yang wanita tadi siang pulang ke kampungnya karena ada keperluan. Jadi di rumah itu sekarang yang ada hanya aku dan Pak Oding.


Lalu kusapa dia, “Oooo, Pak Oding belum tidur ya?”
“Belum, Bu… Acaranya bagus, nih,” katanya lagi, sambil tiduran di lantai.
Lalu aku ikut duduk juga di lantai yang beralaskan permadani itu untuk nonton. Saat itu aku mengenakan kimono tidur.
“Bu, Bapak pulangnya kapan? Udah malam kok belum juga pulang?” kata Pak Oding.
“Besok, Pak,” kataku, “Ada urusan penting di perkebunan.”
“Oooo…” Hanya itu yang keluar dari mulutnya.
Lalu ia berkata, “Kasian juga Ibu tinggal sendirian. Malam lagi… Apa ndak takut, Bu?”
“Oooo….. Nggak lah, Pak… Kan ada Bapak…. yang menjaga,” jawabku.
Dueeeerrrrrrrrrrrr!!!!!!… Terdengar bunyi petir yang diiringi hujan dan angin badai. Aku agak takut juga, namun tidak kuperlihatkan. Terbayang olehku kalau-kalau Oding memperkosaku saat ini.. Ihhhh ngeri, pikirku. Lalu aku beranjak ke kamarku…
“Kemana, Bu?” Tanya pak Oding.

“Saya tidur dulu…” Jawabku.
“Awas lho, Bu… Ada hantunya…!” katanya.
“Husyyyyy… Bapak ini koq nakutin saya?” kataku.
“Bukan begitu, Bu. Kan Ibu dengar sendiri bunyi itu,” katanya lagi.
Aku diam dan coba mendengarkannya… Memang ada suara gemerisik, namun tak jelas apakah karena hujan atau bukan. Aku merasa takut dan minta Pak Oding menemaniku…
“Pak… tidur di kamarku aja.. tapi dilantainya ya?” kataku.
“Baiklah, Bu….” Jawabnya sambil berdiri dan mematikan televisi. Pak Oding berjalan tertatih-tatih, karena kakinya memang pincang. Ia pun masuk kekamarku dan aku berikan sebuah bantal kepadanya. Aku tidur diatas ranjang yang besar dan kosong.
Mataku tak mau terpejam. Oding pun aku lihat belum tidur. Lalu kami bercerita tentang berbagai hal, mulai dari pekerjaanya sampai ke keluarganya di kampung.

“Bu… malam ini apa nggak kedinginan,” tanyanya.
Aku pikir ini pertanyaan yang kurang ajar dari seorang pembantu kepada majikannya.
“Nggak,” kataku singkat.
“Pak Oding Gimana? Mau selimut?” tawarku.
“Tidak usah, Bu,” tolaknya.
Aku turun dari ranjangku dan duduk di lantai dekat Oding.
“Mataku tak mau tidur, Pak”
“Masih takut, Bu?” tanyanya sambil duduk juga dekatku.
Lalu tangannya melingkar di bahuku. Aku kaget dan menepiskannya.
“Jangan, Pak. Saya kan istri Bapak, majikan kamu?” kataku.
“Maaf, Bu,” katanya lagi sambil menjauhkan dirinya dariku.
Namun entah kenapa di malam yang dingin dan suasana yang redup itu, tanpa kusadari, aku akhirnya pasrah dalam pelukan Pak Oding yang adalah pembantuku.


Aku tahu ia sudah lama berminat pada diriku. Aku yang sedang dilanda kesepian akhirnya tergoda juga untuk berhubungan intim dengan Pak Oding. Apalagi suasana saat itu sangat mendukung.
Beberapa saat setelah kutolak, malah aku yang lalu merapatkan tubuhku ke tubuhnya. Saat itu Pak Oding agak kaget namun ia dengan cepat dapat menangkapnya. Ia pun kembali melingkarkan tangannya di bahuku. Kali ini aku tak menolak. Beberapa waktu kemudian, kurebahkan kepalaku di bahunya yang bidang.


Tampak jelas bahwa Pak Oding sangat senang mendapatkan kenyataan itu. Tanpa perlu mengucapkan sepatah kata pun, ia langsung mengerti lampu hijau yang kuisyaratkan padanya. Tangannya pun lalu mulai berani bergerilya ke sekujur tubuhku yang dibalut kimono sutra. Akhirnya aku tak bisa berbuat apa-apa untuk menolaknya saat ia lepaskan satu per satu kimono tidurku hingga aku tak berpakaian sehelai benang pun.

Di malam itu aku pasrahkan setiap rongga tubuhku yang putih mulus ini untuk dicumbui pembantuku yang sudah tua ini. Malam itu pun aku terima keperkasaan permainan yang disuguhkan Pak Oding kepada tubuhku. Dengan sukarela, malam itu aku disenggamai oleh Oding. Aku pun menikmati setiap hentakan kelamin Pak Oding yang bergerak-gerak di dalam kemaluanku.
Buah dadaku pun tidak luput dari jamahan tangan kasarnya. Malam yang dingin itu, membuat kami bersama-sama sampai di pendakian birahi. Tubuhku dan tubuh pak Oding sama-sama basah oleh keringat dan saling bercampur.

Aku tidak berpikir tentang kekayaan dan wajah laki-laki yang menggauliku malam itu. Yang aku pikirkan adalah kepuasan ragawi yang diberikan pembantuku. Meskipun kakinya cacat namun ia amat perkasa mengaduk-aduk vaginaku.
Ada juga terbersit rasa penyesalan di dadaku karena telah mengkhianati suamiku dan menyeleweng dengan pembantuku yang sudah tua ini. Sampai menjelang pagi Pak Oding tidak henti-hentinya terus mengaduk-aduk kemaluanku dengan penisnya yang panjang dan besar.

Semenjak kejadian itu, aku jadi terperangkap oleh permainan seks yang diberikan Pak Oding. Dengan suatu kode saja, ia akan tahu arti dan keinginanku. Di ranjang yang biasanya aku tiduri dengan suamiku ini, aku serahkan kehormatanku sebagai istri kepada Pak Oding bulat-bulat. Sampai saat ini aku masih selalu menjalaninya bersama dengan Oding saat suamiku ke Jakarta atau ke perkebunan.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
TAMAT 

STORY21 - MAHASISWI DIPERKOSA DI TOILET MALL

Mahasiswi Diperkosa Di Toilet Mall - Seorang Mahasiswi yang masih Virgin diperkosa preman Di toilet Mall, akibat tidak mau memberikan uang receh kepada preman yang meminta uang didalam metromini . Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!

Pada hari siang itu seperti biasa udara di Jakarta sungguh panas sekali. Terlihat sebuah metromini kumuh angkutan antar kota khas kota jakarta yang masih menunggu para penumpangnya di depan sebuah gedung di daerah Jakarta utara. Terlihat sekali para penumpang yang sudah ada didalam metromini merasa bosan dan kesal kaerena kepanasan.

Namun harus bagaimana lagi, supir metromini yang mempunyai keluarga juga harus mencari penumpang lebih banyak agar cukup untuk menghidupi keluarganya dirumah. Tidak ada kata lain selain harus bersabar untuk para penumpang penumpang. Bebrapa waktu metrominipun dimasuki oleh seorang pria yang berpakain lumayan rapi yang nampaknya preman daerah situ.

Panggil saja namanya Arnold, dengan wajah memerah dan nafsasnya yang berbau minuman kerasa, mulailah dia beraksi untuk meminta sumbangan pada para penumpang,

“ Selamat siang bapak,ibu,mas,dan mbak, saya disini mau meminta sumbangan, saya tidak meminta uang lembaran, namun hanya meminta recehan saja, ” ucapnya dengan mulut yang berbau minuman.

Setealah berkata seperti itu, Arnold-pun segera mengambil sebuah plastic bekas bungkus permen lalu mulai berjalan menujuke para penumpang dari belakang untuk menadahkan kantong plastiknya agar para penumpang memeberi uang recehan kepadanya. Memang sih preman itu tidak memaksa, terbukti para penumpang sebagian ada yang memberi da nada juga yang tidak.

Sampai pada akhirnya dia sampai ke tempat duduk seorang mahasiswi yang sedak asik bermain dengan smartphoneya, nampaknya mahasiwi itu tidak sadar kalau Arnold sudah di depannya dan menadahkan tangan untuk meminta uang receh kepada mahasiwi itu,

“ Ehemmm… jangan maen handphone mulu, amal dong minta recehnya dong Mbak, !!!, ” ucapnya dengan nada santai sembari mencolek lengan mahasiswi itu. 

Arnold mencolek mahasiwi itu agar dia menyadari bahwa dia meminta recehan pada pada mahasiwi itu,

“ Apaan sih nyolek-nyolek segala, nggak ada nggak ada, gue nggak ada receh , ” kata mahasiswi itu denganb juteknya.

Panggil saja nama mahasiswi itu sebut saja Resty. Resti yang merasa risi dengan preman itu kemudian diapun bergegas berdiri lalu pindah duduk ke bangku depan dekat supir metomini. Melihat sikap Resty yang seperti itu Arnold-pun kesal, matanya melotot dan dalam hatinya berkata,

“ Sialan gue dicuekin sama anak bau kencur, awas lo nanti,”.

Arnold yang befitu kesal saat dia sudah selesai memintarecehan kesemua penumpang dia tidak langsung turun dari metromini, Arnold saat itu tetap didalam metromini namun dia duduk dibangku belakang. Bebrapa saat metromini-pun berjalan, Arnold yang berada di bangku paling belakang terus mengawasi Resty yang ada didepan, hal itu tida disadari oleh Resty.

Metromini terus berjalan lagi, sampai pada akhirnya metrominipun berhenti didepan sebuah Mall untuk mencari penumpang lagi. Sebagian Penumpang-pun ada yang turun Di mall itu begitu pula Resty. Melihat Resty yang turun Ddi Mall itu, dari kejauhan dia membuntuti Resty tanpa sepengetahuan Resty.

Dia terus membuntuti Resty yang sedang berbelanja keluar-masuk beberapa outlet yang ada didalam Mall. Arnol terus memperhatikan membuntuti Resty dari kejauhan dengan rasa kesal dan penuh dendam. Sampai pada saatnya Resty-pun menuju kesebuah toilet yang letaknya berada dipojok gedung, dan kebetulan saat itu suasana toilet sedang sepi sekali.

Melihat hal itu Arnold-pun mengikuti resty ke Toilet sembari berkata,

“ Mampus Loe, bakal gue perkosa lu didalem toilet itu, ” ucapnya pelan sembari membuntuti Resty.

Nampaknya saat itu Resty tidak sadar sedari tadi terus dibuntuti oleh Arnold. Denganpenuh dendam Arnold-pun melihat sekeliling, apakah aman atau tidak. Setelah beberapasaat memeperhatikan, dia memastikan bahwa akanaman jika dia mencabuli Resty di toilet nanti. Sat itu resty-pun segera masuk kedalam Toilet, setelah memastikan Di toilet itu tidak ada penjaga Arnoldpun menyusul Resty.

Bisa dibayangkan para pembaca, toilet Mall pasti hanya ada satu pintu masuk dandidalamnya ada beberapa toilet. Sebelum masuk kedalam toilet Arnold meliha sebuah kursi yang ada didepan pintu masuk toilet. Melihat hal itu Arnold-pun membawa kursi itu masuk ke toilet dan menganjal pintu masuk dengan kursi dari dalam Toilet.

Dia melakukan hal itu dengan maksud agar tidak ada orang yang bisa masuk ketoilet selain mereka berdua. Arnold kemudian bersembunyi kedalam kamar toilet yang kosong sembari menunggu Resty selesai buang air kecil. Beberapa saat Arnold menunggu, tselang beberapa menit terdengar pintu toiet yang dimasuki resty terbuka,

“ Ceklek…., ” suara kancing pintu terbuka.

Mendengar hal itu arnol-pun mulai mengintip dia dari dalam toilet dengan memanjat closet duduk. Saat itu dia melihat Resty sudah keluar dan saaat itu dia melihat resty sedang merapikkan rok-nya di depan kaca yang dekat wastafel toilet,
“ Ini dia saatnya, mampus loe, bakal nangis darah loe hari ini, ” ucapnya dalam hati.

Melihat kesempatan itu, dengan cepatnya Arnold keluar dari kamar toiletnya lalu berlari ke arah Resty. Dari belakang dengan cepatnya Arnold mengalungkan tanganya keleher resty, lalu resty dibantin hingga jatuh kelantai toilet. Resty yang tidak mengetahui kehadiran Arnold saat itu dia sungguh shock dan kesakitan karena di terbanting kelantai toilet.

Saat itu Resty yang ketakutan mencoba berdiri, namun dengan gesitnya Arnold-pun memukul perut dan tengkuk Resty dengan kencangnya,

“ Bugggg… Bugggg…, ” suara pukulan Arnold.

“ Aow.. Aduh… sakit bang… ampun Bang…. Aow…, ” ucapnya kesakitan karena pukulan Arnold yang kuat itu.

“ Udah diem Loe, jangan banyak bacot, !!! awas kalau sampai loe teriak bakal gue bunuh loe disini, ” ucapnya mengancam Resty.

“ Iya Bang, Ampun Bang, maafin saya Bang… Saya bakal kasih uang berapapun asalkan Abang melepaslkan saya, ” ucapnya ketakutan sembari terduduk dilantai dan memegangi perutnya yang kesakitan.

“ Arggghhhh… udah diem loe, gue nggak butuh duit loe, ” ucapnya dengan nada kesal dan penuh dendam.

Bisa dibayangkan seorang wanita mungil, bertubuh sintal seperti Resty dipukul oleh Arnold yang tinggi dan badanya lumayan kekar, pasti dia tidak akan berkutik. Arnold yang sudah dibutakan dengan rasa dendam dia lalu menariknya keluar kearah toilet wanita dan masuk kearah ke Toilrt Pria. Setelah mereka berdua berada didalam toilet Pria Arnold-pun kembali mengganjal pintu.

Saat itu benar-benar sepi suasana toilet Mall itu, tanpa rasa Khawatir Arnold segera-pun meminta Resty untuk melepas seluruh pakaianya,

“ Sekarang Loe lepas pakaian loe, asal loe nurut gue nggak bakal bunuh Loe, ” ucapnya mengancam.

Karena melihat suasana yang sepi itu Resty berfikir hari itu tidak akan ada yang menolongnya, dia sungguh ketakutan luar biasa. Dalam hatinya berkata, kalau aku tidak menurutinya pasti dia akan benar-benar membunuhku. Lalu,

“ Iya bang…Huwww… , ” ucapnnya dengan menangis ketakutan.

Dengan terpaksa saat itu dia-pun segera meletakan tasnya lalu segera melepas semua pakaianya, hingga dia hanya memakai BH dan celana dalam saja. Arnold namapnya tidak puas dengan Itu,

“ Woy itu BH sama Cd juga dilepas, ” ucapnya meminta agar Resty telanjang bulat.

Tanpa bisa melawan dan berkata apa-pun Resty-pun menuruti keinginan Arnold dengan terus menangis tersendu-sendu. Ditengah Resty sedang melepas BH dan celana dalamnya Arnold mengeledah tas Resty, tidak disangka ditas Resty ada semacam kain panjang berwarna hitam. Karena menemukan itu Arnold mempunyai ide untuk mengikat tangan Resty,

“ Krekkkkkkkkkkkk…, ” suara kain yang terobek menjadi 2 bagian.

“ Nah gitu dong kalau nurut kan enak, ” ucapnya kegirangan.

Resty saat itu hanya bisa diam dan menutupi payudara yang montok dan kewanitaannnya dengan kedua tanganya. Rasa kesal Arnold yang menggebu gebu tadi, seketika berubah menjadi hawa nafsu setelah melihat keindahan tubuh Resty,

“ Wah… montok banget yah buah dada Loe, enak tuh kalau dikenyot, hahahah… Apalagi memek loe itu, beuhhh pasti nikmat banget yah kalau gue masukin kontol gue ini, ” ucapnya girang penuh nafsu birahi.

“ Tolong bang jangan perkosa aku, aku masih perawan bang, hu…uuu…uu.., ” ucapnya memohon ampun sembari menangis.

“ Ah banyak bacot Loe, awas kalau loe sampai ngelawan, gue bunuh Loe, ” ucapnya mengancam.

Mendengar ancaman Arnold Resty-pun sudah tidak berani melawan ataypun berkata sepatah kata-pun kepada Arnold. Setealh itu Arnoldpun segera mengikat kedua tangan Resty dengan kain yang dirobeknya. Kedua tangan Resty dibentangkanya lalu diikatkan pada tempat kencing untuk laki-laki. Setelah diikat kedua tangnya, Arnold-pun segera membuka resleting celananya,

“ Sekarang loe hisap nih kontol Gue, inget jangan sampai kena gigi Loe, ” ucapnya sembari memegang kejantananya dan mengarahkan ke mulut Resty.

Resty yang hanya bisa pasrah sat itu hanya bisa menuruti saja. Posisi Resty saat itu berada disela tempat kencing pria semabri jongkok dan tangan terikat. Dengan penuh rasa ragu resty membuka lebar-leabr mulutnya. Melihat ,ulut Resty sudah Terbuka Arnold-pun segera memasukan kejantanan-nya kedalam Resty,

“ Hisap pelan-pelan kontol Gue yah, nanti lama-lama loe juga mahir sendiri, ” ucapnya sembari memajumudurkan penisnya didalam mulut Resty.

Dengan perlahan Resty-pun mulai mengkulum penis Arnold. Dikulumnya secara perlahan agar tidak terkena gigi-nya,

“ Oughhhh… nah gitu ngisepnya… jago juga ternyata Loe yah, Sssssshhh… Aghhhh…, ” ucap nikmat Arnold.

Saat itu Resty hanya bisa menagis saja sembari terus mengkulum penis Arnold. Arnold sering mendesah nikmat saat kejantananya dikulum oleh Resty. Melihat payudara Resty yang montok dan kencang Arnold-pun tidak mau menyia-nyiakanya. Dengan sedikit membungkuk dia mulai meremas remas payudara Resty,

“ Eughhh… Ssshhhhh…, ” desah resty tertahan karena mulutnya dipenuhi kontol Arnold.

Nampaknya Resty juga merasa nikmat dengan remasan Arnold pada payudaranya. Sembari terus memaju mundurkan penisnya didalam Mulut Resty Arnold terus meremas dan sesekali dia memelintir putting Resty,

“ Ughhhhh… Sssssshhhh… Eummm…, ” desah Resty sembari terus mengkulum penis Arnold.

“ Hha, namapaknya loe udah mulai nikmati permainan sex kita, bagus deh kalau gitu, ” ucapnya senang melihat Resty yang mulai menikmati permainan sex mereka.

Tubuh Resty mengelincang, dia mengerakan pinggangnya kekanan dan kekri sembari terus mengkulum. Merasakan rangsangan yang diberikan Arnold Resty-pun mulai menggila, tanpa harus dikomado lagi Resty mengkulum penis Arnold dengan lihaynya,

“ Oughhh… Ahhhh… enak banget kuluman loe, terus kulum kayak gtu… Aghhhh…, ” ucap Arnold puas dengan sepongan Resty yang mulai mahir.

Beberapa saat merekamelakukan hal seperti itu. Bosan dengan kulumn Resty Arnold-pun segera mencabut penisnya dari mulut resty. Kemudian dengan cepatnya dia berjongkok didepan Resty. Jadi posisi mereka saat itu jongkok dan berhadap-hadapan. Melihat Memek resty yang meerah merekah dengan seidikit bulu kewanitaan, Arnold-pun memainkan jarinya pada bibir vagina resty,

“ Oughhhh… Bang… Ssssshhhh… Eughhhh…, ” desah Resty.

Namkmpanya Resty mulai merasa nimat dengan perlakuan cabul Arnold, seakan dia lupa bahwa saat itu diasedang diperkosa. Arnold terus memainkan Vagina Resty, dia memainkan klitoris Resy hingga basah dengan lendir kawinya. Mengingat perkataan Resty katanya dia masih perawan, dia-pun mulai mencoba memasukan jarinya keliang vagina resty,

“ Sluppppp… Aowww…. Sakit bang… Shhhhhhhhh…, ” ucap Resty kesakitan.

“ Wah kamu benar-benar perawan yah, beruntung sekali aku dapet perawan seperti kamu…, ” ucapnya puas. Cerita Sex 21+

Setelah memasukan jarinya kedalam liang senggama Resty Arnold mencabut kenali jarinya. Dalm hatinya berkata, Rugi nih kalau keperawan cewek ini aku hilangkandengan jariku. Lalu Arnold-pun segera melepas ikatan tali Resty,

“ Sekarang kamu tiduran dilantai, tuh pakaian kamu buwat alas, ” ucap Arnold.

Tanpa menjawab Resty-pun mengikuti permintaan Arnold. Dia segera mengambil pakainya untuk alas dan segera merebahkan tubuhnya dilantai. Tanpa banyak berfikir Arnold yang sudah bernafsu kemudain segera membuka celana beserta celana dalamnya, lalu dia membuka lebar-lebar paha Resty kemudian memposisikan tubuhnya disela paha Resty.

Resty hanya menurut saja dengan kemauan Arnold, entah dia sudah mulai menikmati atau dia menuruti karena ketakutan. Dengan penuh birahi Arnold mulai mengesek-gesekan penis-nya pada bibir vagina Resty yang sudah basah dan dia juga menciumi leher sampai berkahir pada payudara Resty,

“ Oughhh…. Bang… Shhhhh… geli bang… Ahhhhh… Uhhhhh…, ” racau Resty nampak menikmati perlakuan cabul Arnold.

Arnold-pun terus menjilati hampir semua utubuh Resty. Mahasiwi mungil bertubuh pada itu meliak liukan tubuhnya karena kegelian dengan jilatan dan gesekan penis Arnold pada kewanitaanya. Memek Resty semakin basah saja dengan lendir kawinya, dan Arnoldpun semakin gila memberi rangsangan kepada Resty.

Melihat Resty yang sudah sangat terangsang, dan vagina-nya juga sudah penuh lendir kawin, maka saat itulah Arnold mulai mencoba membenamkan kejantanannya,

“ Sleppp…. AOwwwwww…….. sakitttttttttttt….. sakit bang…Eughhhh, ” jerit Resty pelan.

Saat itu yang masuk baru kepala penis Arnold saja,

“ Sempit sekali yah memek kamu, memek perawan memang tidak ada duanya, ” ucapnya semabri mencabut penisnya lagi.

Arnold mencoba mengeluarkan masukan penisnya dengan perlahan, terus menerus Arnold mencoba menjebol keperawanan Resty. Resty terus merintih kesakitan ditengah Arnold mencoba merenggut keperawanannya. Setelah beberapa kali mmencoba, dengan batang kejantanan yang kuat dan sudah ereksi maksimal Arnold menusukan penisnya,

“ Zlebbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb…………. Eughhhhhhhhhhhh……. Sakit banggggg…. Aowwwwwwww….., ” jerit Resty pelan sembari tanganya mencengkram kuat-kuat lengan Arnold.

“ Oughhhh…. Akhirnya jebol juga keperawanan kamu, hahaha…, ” ucapnya puas sembari mendiamkan penisnya tertanam dalam-dalam di liang senggama Resty.

Sejenak Arnold mendiamkan kejantanannya tertanam dalam di vagina resty. Arnold sengaja memberi waktu sesaat kepada resty agar rasa sakitnya sedikit hilang. Setelah kira-kira 2 menit, Arnold-pun mulai mengenjot vagina Resty dengan perlahan. Pelan-pelna namun pasti,

“ Oughhh… Huhhhh… Sakit bang, pelan-pelan bang… Aghhh…, ” ucap resty kesakitan.

Arnold tidak berkata sepatah katapun, dia hanya terus memaju mudnurkan penis-nya di dalam liang senggama resty. Seiring keluar masuknya kejantanan Arnold, penisnya berlumur darah perawan bercampur dengan lendir kawin mereka. Arnold dengan konstan terus menggenjot Vagina Resty,

“ Oughhh… nikmat sekali memek kamu sayang… Aghhh…, ” ucapnya nikmat sembari terus menjajah memek resty dengan penisnya.

“ Eughhh.. Eummmm… pelan aja bang, memek aku nyeri rasanya… Oughhh…, ” desah resty masih merasa nyeri karena dia baru saja kehilangan keperawananya.

Sekitar 10 menit Arnold menggenjot denagn perlahan. Nampanya Resty sudah mulai tidak kesakitan lagi. Saat itu dia terus mendesah nikmat, bahkan dia menaik turunkan pinggangnya mengikuti irama tusukan penis Arnold pada vaginanya,

“ Gimana enak kan ??? udah nggk sakit lagikan… Oughhh…, ” ucap Arnold kepada resty.

Saat itu resty hanya mengangguk saja, itu tanda resty sudah tidak kesakitan. Arnold terus memaju mundurkan penisnya, ditengah hubungan sex mereka tiba-tiba saja tubuh Resty bergetar, pahanya dirapatkan dan himpitan vaginaya diperkuat,

“ Ahhhhhhhhhhhh…. Aku pipis bang…. Aghhhhh…, ” ucapnya sembari memejamkan mata dan kepalanya mendongak keatas.

“ Dasar cupu Loe, itu namanya loe orgasme, hahahaha…, ” ucapnya tertawa puas sembari terus menggenjot vagina Resty.

Melihat Resty yag sudah Orgasme, Arnold-pun semakin bernafsu saja. Memek resty semakin basah dengan lendir kawinya. Arnold yang saat itu teringat bahwa dia sedang memperkosa Resty di toilet Mall, dia meulai merasa cemas, dan tan pa buang waktu lalu dia mempercepat genjotan penisnya pada Vagina Resty.

Selang beberapa menit, Arnold-pun merasa dia akan segera klimaks. Makin dipercepat saja hentakan penisnya,

“ Plakkkk… Plakkkk… Plakkkk… Plakkkk…, ” suara hentakan penis Arnold pada vagina Resty.

Tidak lama kemudian tubuh Arnold mulai mengejang, genjotan penisnya dihentikan, lalu dibenamkanlah dalam-dalam kejantanan-nya didalam laiang senggama resty,

“ Ouhhhhhhhhhhhh…. Crottttttttttttttttttt…. Crottttttttttttttttttt…. Crottttttttttttttttttt…. Crottttttttttttttttttt…. , ”

Akhirnya Arnold mendapatkan klimaksnya. Liang senggam resty terbanjiri dengan sperma Arnold yang kental dan banyak sekali. Beberapa saat Arnold mendiamkan kejantananya tertanam didalam vaguna Resty. Setelah menikmati sisa-sisa orgasmenya Arnold-pun segera mencabut penisnya dari dalam vagina resty,

“ Syurrrrrrr…. Syurrrrrrr…., ”

Termuntahkanlah sperma yang bercampur darah segar keperawanan Resty keluar dari kinag senggam resty yang merah merekah itu. Vagina resty saat itu terlihat merah sekali dengan berlumuran sperma dan darah keperawananya. Resty terkapar lemas dialntai toilet itu. Karena Arnold takut ada yang memergoki perbuatanya, maka dia segera bergegas memakai celananhya kembali.

Sebelum dia mengancingkan celananya dia sempat mengelap penisnya dengan tissue yang ada di toilet itu. Setalah merasa dia sudah rapi, kemudian dia-pun mengintip suasan didepan pintu toilet. Setelah memastikan aman dengan cepatnya dia-pun kabur dan membiarkan Resty terkapar lemas di dalam toilet Pria di Mall itu.

Sungguh nasib yang sial bagi Resty pada hari itu. Resty yang sejenak menghela nafas karena lemas setelah diperkosa, kemudian dia-pun segera merapikan diri. Dengan rasa perih pada vaginanya karena diperawani dia-pun keluar dari toilet Pria itu untuk segera pulang kerumahnhya. Benar-benar malang Mahasiwi mungil bertubuh sintal itu.

setelah kejadian itu resty dan keluarganya sempat melapor pada pihak yang berwajib , namun percuma saja melapor karena Arnold sudah tidak mangkal lagi ditempat biasanya. Semenjak kejadian itu Resty mepunyai trauma pada setiap preman. Dia selalu memberi uang pada pengamen maupun preman yang ada di metromini tanpa diminta sekalipun. TamaT. 

STORY21 - SPG POLOS

SPG Polos - Waktu itu ingat betul hari sabtu tanggal 12 Feb 2005, ketika sedang duduk di tempat piket di salah satu kantor perusahaan advertising kosmetik di Jakarta, Tibor yang bekerja sebagai staff marketing (boleh dibilang petugas piket yang bergiliran diantara karyawan) kebetulan mendapat tugas jaga malam dan dikawani oleh salah seorang calon SPG (model) bernama Cia. Paras Cia lumayan manis dan berbibir seksi.

Badannya agak berisi setinggi kira-kira 165 cm berkulit kuning langsat dan memiliki ukuran dada yang wow 40 cup BB. Dada Cia begitu besar jadi sangat indah dipandang apabila memakai kaos ketat dan dengan bh ukuran itu pun tahap samping dan atas tetek Cia tetap nyempul keluar bh. Pakaian Cia waktu itu tidak terkesan merangsang, hanya memakai celana jeans dan kemeja berkancing depan.

Ketika Cia mendampingi teh manis untuk Tibor yang kebetulan hanya sendiri di ruang jaga, Cia menyapa Tibor semacam ingin ada kawan ngobrol. Terjadilah perbincangan antara Tibor dan Cia hingga menjurus ke arah yang agak mengajak birahi. Dari pembicaraan perkawinan hingga ujung-ujungnya ngelantur ke pembicaraan seputar hubungan seksual.

Seusai Cia ingin menyudahi obrolan, dan ia hendak pamit untuk kembali ke tempatnya, Tibor seraya hebat tangannya dan merangkul Cia ketempat aspek kamar yang berkapasitas 2,5m x3,5m yang kebetulan tahap kanan kamar tertutup tirai, jadi tidak terkesan dari luar. Tibor mencium bibirnya yang ranum dan sexy itu. Cia agak terkejut atas perlakuan Tibor yang tiba-tiba, tetapi ia tetap membalas ciuman Tibor dengan mesra.


Ciuman Cia kian lama kian menghangat seusai Tibor meremas buah dada sebelah kiri yang besar itu. Kemudian Tibor meremas agak keras payudara Cia sebab Tibor sangat bernafsu untuk melumat seluruh tubuhnya. Ciuman Cia tidak terlepas, malah terus bernafsu seusai Tibor meremas ke kedua buah dadanya dengan kedua tangannya agak keras sambil berciuman penuh birahi.

Nikmat sekali perasaan Tibor ketika meremas-remas buah dada yang kencang sebab nafsu. Tibor rasakan puting susu Cia yang juga mulai mengeras, kemudian Tibor mengusap-usap dan sesekali memencetnya supaya dirinya lebih terangsang. Ketika sedang asik mereka berciuman dan saling meraba, terdengarlah suara pintu terbuka dari jauh,

Tibor dan Cia pun cepat-cepat mengatur jarak antara mereka berdua supaya tidak adak ada kecurigaan di tempat itu. Kemudian Cia pun pamit untuk kembali ke tempatnya sambil membawa nampan tempat minum dan membalik badan sambil tersenyum. Derup jantung Tibor kian kencang, antara takut ketahuan dan bahagia, jadi berharap kejadian itu terulang lagi lain kali.

Hari berganti hari terasa lama menantikan peluang itu terjadi kembali. Tiga hari kemudian, kebetulan Tibor memperoleh tugas jaga malam untuk mengantikan rekannya yang sakit. Bahagia rasa hati Tibor memperoleh tugas lebih cepat dari perdiksiya. Pada hari itu, di siang hari, Tibor langsung memberbagi pesan terhadap kawan Cia bernama Dewi bahwa Tibor memperoleh tugas malam hari ini, dan supaya disampaikan terhadap cia.

Dewi sebagai sahabat bersahabat cia, langsung memberbagi berita tersebut. ketika Tibor jaga malam, lama rasanya menantikan keberadaan teh manis hangat bikinan cia. Cocok jam sebelas malam, Cia pun akhirnya keluar membawa teh manis dan bebepapa kue dalam piring. Cerita Sex 21+

Bahagia hati Tibor menonton Cia muncul, dan Tibor langsung menyapa: hai apa berita, kemudian Cia jawab: baik bang. apakah yang lainnya telah pada tidur? Kata tibor, Cia menjawab: jangan takut bang, ada Dewi di situ untuk menjaga apabila ada orang yang bakal keluar alias masuk dari pintu itu. Lega rasa Tibor mendengar ucapan itu, berarti amanlah mereka dari gangguan orang. tanpa basa busuk Tibor langsung hebat tangan Cia dan merangkulnya seraya melumat bibir Cia yang sexy itu.

Tak ada hambatan dalam melakukan faktor tersebut sebab telah dilakukan Tibor kemarin hari lalu. semacam biasa tangan Tibor langsung meraba payudara cia, jadi Cia agak menggeliat ke-enakkan. Pelukakan Cia terus erat, sebab Tibor telah mulai melumat leher dan belakang telinga cia. Suara Cia terus mendesah jadi membikin Tibor ingin melakukan faktor yang lain dari biasanya.

Tangan Tibor mulai menelusup lewat bawah kemeja Cia untuk menggapai payudara yang terbungkus bh warna coklat muda. Tanpa terasa, tangan Tibor telah berada di permukaan bh Cia dan mengusap-usap payudara sebelah atas yang tidak tertutup bh. Lumatan bibir Tibor membikin Cia tidak mengenal gerilya tangan tibor. Dengan cara perlahan tangan Tibor mulai menyusup lewat bawah bh Cia untuk menggapai seluruh payudara cia.

Diangkatnya bh Cia perlahan-lahan supaya tidak terasa. Makin terangkat sedikit-demi sedikit hingga puting Cia telah berada dalam genggaman tangan tibor. Tangan Tibor sebelah kanan telah memperoleh seluruh payudara Cia yang besar yang tidak bisa terpegang keseluruhan sebab saking besarnya. Diremas-remas payudara Cia berikut putingnya.

Makin menggeliat Cia merasakan remasan tangan Tibor yang begitu nikmat. Cia belum mengenal bahwa bh sebelah kiri Cia telah terangkat, jadi payudara Cia telah terbuka, mesikipun tetap dalam baju. Tibor mulai melumat leher Cia lagi, dan saat ini dengan cepat mulut Tibor turun ke bawah seraya membawa baju Cia ke atas, jadi mulut Tibor bisa melumat puting Cia yang berwarna merah muda.

Cia agak terkejut, tiba-tiba kok bh Cia sebelah kiri telah terangkat dan mulut Tibor telah berada di ujung payudara sebelah kirinya sambil melumat puting itu dengan bernafsu dan tangannya meremas pangkal payudara cia. Mesikipun kaget, Cia tetap membiarkan perbuatan tibor, sebab terbukti terasa sangat nikmat. Kemudian Tibor memainkan lidahnya untuk memutar-mutar puting cia.


Terus menggeliatlah Cia dibuatnya. Cia tidak bisa menahan nikmat atas perlakuan tibor, jadi tangan Cia masuk kebalik baju Tibor dan mengusap-usap pungung Tibor dan sesekali mencakarnya apabila kenikmatan itu memuncak. Muka Cia menengadah ke atas sambil merasakan nikmatnya lumatan bibir Tibor di payudaranya. Sambil melirik ke arah muka Cia yang sedang menengadah ke atas, Tibor memakai peluang itu dengan menggerakan tanagan kirinya dengan cara perlahan-lahan menelusup masuk ke tahap dalam baju cia.

Tibor mulai meraba perut cia, kemudian perlahan naik ke bh kanan cia. tangan kiri Tibor berusaha naik ke tahap bawah bh cia. Tidak segan segan tangan kiri Tibor langsung menelusup masuk ke dalam bh cia, dan terpeganglah payudara kanan cia. Sedikit semi-sedikit tangan kiri Tibor diangkat keatas supaya bh Cia naik dan terbuka. Dengan keuletan tibor, akhirnya terbukalah kedua payudara cia. Lumatan bibir Tibor di payudara kiri Cia dilepaskan dan berpindah ke bibir cia.

Kemudian tangan kanar Tibor kembali meremas kembali patudara kiri Cia jadi kedua tangan Tibor telah menguasai kedua payudara cia. Tanpa terasa Cia telah terpojok di tembok, jadi Cia bisa merasakan tegangnya penis Tibor di kurang lebih selangkangannya. Tibor memiliki pikiran untuk membuka baju cia, tetapi belum menemukan caranya.


Akhirnya Tibor menyudahi remasan kedua tangannya pada kedua payudara Cia kemudian memeluk sambil melumat kembali bibir cia. Dalam pelukan tibor, Cia seakan pasrah. Dengan cara perlahan Tibor merenggangkan pelukannya sambil membuka kancing baju Cia mulai dari bawah dengan memakai tangan kanannya. Seusai kancing teratas kebuka maka terbukalah semua kancing baju cia. Lumatan bibir tiborpun pindah ke payudara Cia sebelah kanan yang belum sempat terlumat oleh tibor.

Payudara kanan Cia terbukti agak sensitf dibanding yang kiri, jadi ketika dilumat, desahan Cia terus kencang. Tiborpun lebih mengencangkan lumatannya, dengan sedotan yang dalam dan kunyahannya yang begitu keras. Tidak tahan lah Cia dibuatnya, hingga-sampai Cia hampir terkulai sebab lemas dan nikmat. Cia meminta Tibor untuk menghentikan lakukanannya seraya mendorong badan Tibor sambil menutup kedua payudaranya dengan baju tanpa terkancing.

Cia duduk mengatakan sambil terengah-engah: lakukanan kami terlalu jauh bang, aku takut, katanya. Telahlah kata tibor, toh kalian juga merasakan kenikmatannya sama dengan aku. Terdiam Cia dibuatnya, sambil mengancing baju dan membetulkan bh nya, Cia mengatakan: kok akang ngomong begitu.

Telah lah cia, toh kami sama sama menikmatinya dan bahagia pula, ya nggak, jawab tibor. Seusai baju Cia terkancing keseluruhan, Cia pun berangkat tanpa menoleh, sebab jawaban Tibor tidak enak didengar di telinga cia. Dan Tibor pun mengatakan: kok jadi begitu. Tetapi Cia tetap terus berangkat meninggalkan Tibor tanpa mengatakan-kata.

Tibor agak rugi atas perkataan yang diucapkannya ke pada cia. Keesokan harinya Tibor menghampiri dewi dan kerkata: dew, bilang sama Cia jangan ngambek dong, kelak aku nggak bisa teh manis lagi dari Cia. Sambil tertawa Dewi menjawab: iya kelak disampein. Berbagai kali Tibor jaga malam tanpa diantarkan minuman oleh Cia, tetapi oleh yang lainnya.

kangen rasanya Tibor terhadap Cia, tetapi Cia terlanjur marah. Ketika hendak hari raya Nyepi, kantor bakal diliburkan sehari dan Tibor kedapatan jaga malam. Kecewa hati Tibor sebab Cia tidak lagi mau mendampingi minuman ke ruang jaga malam. Di kantor advertising kosmetik yang biasanya ramai, menjadi sunyi senyap sebab tidak sedikit dari para pegawainya yang keluar kota mekegunaaankan liburannya, jadi tinggal empat orang calon SPG tergolong Cia yang tidak bisa libur sebab wajib menata seluruh ruangan kantor dan peralatannya.

Ketika malam hari raya Nyepi, kantor pun sepi, sebab besok dan lusa libur. Di belakangpun tidak berisik sebab tinggal empat orang saja yang biasanya belasan orang berkongko sambil makan alias minum yang adalah fasilitas kantor. ketika jam sebelas seperempat malam, Tibor meminta dibuatkan minuman hangat terhadap salah seorang dibelakang dan meminta supaya Cia yang mengantarkan.

Berharap-harap cemas Tibor menantikan kedatangan minuman itu. Tidak lama kemudian timbul Cia dengan membawa minuman untuk tibor. Bahagia rasanya Tibor berjumpa dangan Cia lagi. Tetap marah ya, sapa tibor. Ah engga, jawab cia. Kalo gitu tetap mau di cium dong, kata tibor. Cia diam, sambil memindahkan minuman dari nampan ke meja.

Diusapnya pinggang Cia sambil mengatakan: jangan marah dong, aku kan kangen banget sama kalian cia. Lalu Cia melirik ke arah Tibor sambil tersenyum. Tanpa pikir panjang, Tibor langsung hebat badan Cia dan langsung melumat bibir Cia dengan ganas. Cia pun langsung menerima ciuman itu dengan hangat. Perlakuan Tibor hari ini lebih membara, lebih buas dari perlakuan sebelumnya, jadi Cia lebih kepayahan menghadapinya.


Payudara Cia diputar putar dengan keras tahap kanan dan kiri dan sesekali menggenggam dan meremas pantat Cia dengan gemas. Seusai tangan Tibor telah menggapai tahap pantat, kemudian digesernya tangan tersebut perlahan-lahan kebagian depan. Dielusnya vagina Cia yang tertutup celana dalam dan celana panjang dengan cara lembut supaya Cia lebih bisa menikmatinya.

Cia belum sadar bahwa tangan Tibor telah meraba tahap depan resleting celana cia. Sambil berciuman dan meremas remas payudara cia, Tibor mulai membuka kancing dan resleting celana Cia dengan cara perlahan lahan. Akhirnya tangan Tibor telah hingga pada celana dalam Cia yang berwarna coklat muda. Tibor mulai memutar-mutar jari tangannya dikurang lebih depan celana dalam cia, tetapi Cia tetap asik menerima ciuman tibor.

Saking keenakan, tanpa terasa oleh cia, tangan Tibor sulit bergerilya masuk kedalam celana dalam cia. Tibor merasakan bulu halus di kurang lebih vagina cia, kemudian tangan Tibor berusaha mengapai masuk ke vagina cia. Cia makin merasakan kenikmatan atas sentuhan tangan tibor. Makin menggeliat-geliat tubuh Cia seusai jari tengah Tibor masuk ke dalam vagina cia.

Tibor memasukkan jari tengahnya lebih dalam ke vagina Cia dan mengeluarkannya dengan irama yang lembut. Makin enak Cia dibuatnya, jadi pantat Cia bergerak maju mundur tanpa terasa. Kemudian Tibor menyesuaikan irama maju mundur itu yang disesuaikan dengan keluar masuknya jari tengah tibor. Cia tidak tahan menerima nikmatnya gerakan tangan tibor, jadi gerakan pantat Cia terus keras. Saking tidak tahannya, tangan Cia menghampiri tangan tibor.


Dipegangnya tangan Tibor supaya lebih memasukkan jarinya ke vagina cia. Kemudian Cia mempercepat gerakan tangan dan gerakan pantat yang maju mundur itu. Menggeliat-geliatlah Cia dibarengi dengan desahan dan rintihan yang sendu dan panjang. Mendengar rintihan itu, Tibor dengan cara perlahan-lahan membuka kancing dan menurunkan resleting celananya. Kemudian tangan Tibor menghampiri tangan Cia untuk diarahkan ke bawah menuju celana Tibor yang telah terbuka kancing dan reslingnya. Cerita Sex 21+

Diarahkan tangan Cia masuk kedalam celana dalam Tibor supaya di remas-remas penis tibor. Tanpa terucap kata-kata, tangan Cia dengan cara otomatis menggenggam penis Tibor dengan gerakan turun naik seolah-olah suatu naluri kewanitaan yang keluar dari lubuknya. Derup jantung kedua insan yang sedang dilanda asmara itu terus kencang, tanpa terasa, dampak gerakan gerakan yang terus-menerus, maka celana Cia maupun Tibor melorot ke bawah.

Alhasil, Tibor hanya memakai kaos dan celana dalam, dan Cia hanya memakai baju berkancing depan dan celana dalam. Dalam kondisi itu Tibor kangen ingin menlumat payudara cia, kemudian diangkatnya baju Cia ke atas dan diangkatnya pula bh Cia dari bawah jadi muncullah dua buah dada besar bergoyang goyang dampak tangan Tibor membawa bh itu ke atas dengan cepat.

Dilumatlah tetek Cia bergantian kanan dan kiri, di dusel-dusel dengan pipi, mulut dan hidung tibor, jadi ujung putingnya menyentuh bulu kumis Tibor yang membikin bulu kuduk Cia merinding dan badan Cia menggeliat keenakan. Sambil melumat tetek cia, Tibor menggeletakkan tubuh tia di atas meja, jadi badan Cia tergeletak di atas meja, tetapi hanya sebatas pantat, kaki Cia tetap berada di bawah.

Tibor pun menindih tubuh Cia dengan terus melumat tetek Cia dan memainkan vagian Cia dengan jari tangannya. Vagian Cia telah basah dibuatnya dan Cia terus menggerakan pinggulnya keatas kebawah semacam orang sedang bersenggama. Cia pasrah dalam kondisi tersebut, sebab telah lelah merasakan kenikmatan yang bertubi-tubi. Saking geramnya, tangan Cia mencari penis Tibor yang berada diselangkangan. Agak sulit menggapai penis itu sebab posisi temengenai dan sedang di geryangi oleh tibor.

Seusai sukses memperoleh penis tibor, walupun posisinya agak miring, digenggamnya barang berkapasitas sedang itu dan dirasakan oleh tangan Cia dengan penuh kenikmatan. Kemudian barang itu diremas-remas dan genggam sambil turun naikkan supaya Tibor merasa lebih nikmat. Tidak tahan Cia merasakan kenikmatan itu, hingga dirinya duduk diatas meja seolah-olah ingin menyudahi pergumulan itu. Tibor pun kaget, ada apa gerangan pikirnya, lalu Cia turun dari duduknya di meja dan langsung meraih penis tibor.

Dipegangnya penis Tibor dengan dua tangan, kemudian dikulum dan dihisap hingga Tibor kaget dibuatnya. Tibor tetap terbingung-bingung dengan perbuatan Cia yang begitu berani, tetapi dibiarkannya sebab terbukti nikmat sekali dikulum dan dilumat oleh mulut Cia. Tibor tidak tahan menahan nikmatnya isapan mulut cia, lalu dicarinya tetek Cia untuk diremas-remas supaya lebih merangsang penisnya. Disuruhnya Cia agak keatas sedikit, yaitu bersimpu dengan dengkulnya supaya posisinya enak.


Diteruskan isapan penis Tibor oleh Cia, sambil diremas-remasnya tetek Cia dengan kedua tangan Tibor. Muka Tibor menengadah ke atas, merasakan nikmatnya suasana itu. Seusai itu, pikiran Tibor telah tidak karuan lagi, diangkatnya badan Cia dengan kedua tangan Tibor, kemudian dibaringkanlah Cia di atas meja. Cia diam tidak bersuara, pasrah atas apa yang bakal dilakukan Tibor terhadapnya.

Vagian Cia pas berhadapan dengan penis Tibor, sebab badan Cia tergeletak di meja hanya sebatas pantat, maka diarahkannya penis Tibor ke vagina Cia perlahan-lahan. Ketika kepala penis Tibor menyentuh kemaluan Cia, mendesahlah Cia semacam kepedasan. Dimasukannya penis Tibor sedikit demi sedikit, makin menggeliatlah Cia dibuatnya.

Ketika seluruh penis Tibor masuk kedalam kemaluan Cia, terasa hagat dirasakan Cia. Dipeluknya Tibor erat-erat supaya tidak melepaskan penisnya dari dalam vagina itu. Ditekannya pantat Tibor erat-erat oleh kedua tangan Cia supaya penisnya lebih masuk ke dalam. Tibor mulai hebat dan memasukkan penisnya ke dalam vagina Cia, makin merontalah Cia dengan gerakan itu. Desahan Cia terus membikin nafsu Tibor terbakar, jadi dipercepatlah gerakan keluar masuk itu.

Cia makin meronta keenakan, dengan menggoyang pingulnya supaya Tibor lebih bersemangat. Goyangan naik turun pinggul Cia membikin Tibor tidak tahan membendung spermanya, dipercepat gerakan maju mundur penis Tibor supaya ejakulasinya terasa lebih nikmat. Cia merasakan penis Tibor lebih membesar dan mengeras disertai akselerasi gerakan maju mundur penis Tibor.

Berdesahlah Cia merasakan kenikmatan itu dan dipeluknya Tibor erat-erat supaya tidak menghentikan gerakan itu dan berharap ketika muncratnya sperma, seluruh penis Tibor berada di dalam vagina Cia. Berteriaklah Tibor dengan mendesah, yang bertanda bahwa sperma Tibor keluar muncrat berbagai kali di dalam vagina cia. Tetap dipeluknya

Tibor erat-erat oleh Cia, supaya badan Tibor tetap melekat pada permukaan tubuh tahap atas badan Cia. Bahagia Cia menerima semprotan sperma Tibor yang begitu dasyat, sambil tersenyum dan memejamkan mata bakal nikmatnya suasana tersebut. diciumnya Tibor berulang kali untuk menandakan kebahagiaan Cia atas lakukanan itu.

Cia sangat bahagia mesikipun penis Tibor hanya kurang lebih 15 menit keluar masuk di vagina Cia, tetapi 15 menit bagi Cia telah terlalu cukup, sebab pada waktu pemanasan Cia telah berada di puncak birahi berkali kali. Cia merenggangkan pelukannya dan mengatakan, terima kasih ya bang, aku bahagia sekali dan kemudian mencium Tibor dengan penuh kasih sayang. Sama-sama cia, akang juga bahagia kok, kalian enak dan bergairah jawab Tibor sambil tersenyum. Gila, kaya nggak ada apa-apa…., takutnya Cia minta tanggung jawab tau apa gitu…., enak juga si Tibor. ,,,,,,,,,,,,,

STORY21 - SYAHWAT PEMUDA DESA

Syahwat Pemuda Desa - Ji besok kau gantiin aku ya ikut pelatihan ke puncak “ucap eko sepupuku. gak ah gk punya uang buat bayar “jawabku,,gak usah bayar begok,kan sudah dibayar sama desa,kau tinggal ikut saja,,”tapi kan aku bukan anggota kartar,masa ikut acara gituan,,”dah lah kamu ikut saja,,aku soalnya ada acara dua hari lagi,,mau ya??,,dua hari lagi??emangnya acaranya berapa hari pelatihannya??mungkin empat hari,,please mau ya??,,oke deh kau ini ada2 saja,,tapi aku minta uangnya buat pegangan disana,,he,,hee,,he,,ah kau ini.eko lalu memberiku uang 500 rb kepadaku.memang sepupuku ini anaknya pintar makanya ia lolos tes cpns,sedangkan aku cuma kerja serabutan,lebih banyak nganggurnya sih,,wkwkwk.


Namaku aji,usiaku 23 tahun seorang anak petani yang hidup dipedesaan lereng gunung.beda dgn sepupuku yg orang tuanya adalah PNS sehingga ia bisa melanjutkan pendidikan sampai perguruan tinggi.sedangkan aku cuma lulusan SMP.entah kenapa aku menyanggupi permintaan sepupuku untuk gantikan dia ikut pelatihan.dia memang aktif di pemrintahan desa,itulah sebabnya ia dijadikan ketua kartar didesaku.sedangkanku sukanya nongkrong di warung kopi,krn aku malas dgn hal2 organisasi.

Suasana desa masih tertutup kabut pagi itu,aku bersiap untuk berangkat ke balai desa.lagian aneh disini suasananya sudah pegunungan tapi kenapa pelatihannya kepuncak,meski beda provinsi tetap saja pegunungan.setelah selesai berkemas,,suara motor berhenti didepan rumahku,,ji ayo kuantar kau kebalai desa,mobilnya sudah datang “teriak eko,,,iya bawel,,aku lalu naik motor dan menuju ke bali desa.

Disana orang2 yg ikut pelatihan sudah kumpul,,tapi kok gk ada remajanya”bartinku.woy anjing kok yg ikut pelatihan emak2 semua,gak ada anak2 kartarnya.lah emang siapa yg bilang yg ikut pelatihan anak2 kartar ” jawab sepupuku dgn enteng.dalam hati aku menggerutu apalagi setelah kutahu yg laki2 cuma orang tiga,aku dan pak carik yg sudah tua dan satu lagi pak karjo ketua kelompok tani yg sama bau tanahnya dgn pak carik,ya mungkin usianya kira2 65 tahunan.

Kami lalu bergantian naik mobil Elf yg biasanya muat 15 orang,,tapi kayaknya yang ikut mungkin 12 an orang.aku lalu masuk bnyk yg berebut naik didepan,namanya emak2 suaranya kaya pasar berisik banget.aku langsung ke kursi paling belakang,biasanya klo elf kursi belakang ada 4 tp ini cuma ada dua,ternyata dicopot krn dlm perbaikan.sekitar 10 menitan didalam mobil,kok mobil gk jalan2,ternyata nunggu satu orang yg belum datang.tak lama kemudian datanglah orang trsebut,tentu saja disoraki orang2.ternyata dia adalah Lusi biasa dipanggil mbak lus,ia istri ketua RT 5,,,huuhhhh,,lama banget dandanya,,teriak salah satu emak2,,iya maaf ya,,duduk dimana nih??kata mbak lus,,sana belakang masa datang telat minta duduk depan”sahut salah satu peserta.iya deh,,duduk belakang gk apa2,malah enak sama perjaka”ucapnya sambil tersenyum.memang mbak lus ini orangnya suka bergaul,gaya bicaranya ceplas ceplos.lalu ia menuju kebelakang dan minta duduk disebelah jendela.


M : loh kamu ji yg ikut,bukan eko
A : iya mbak,,eko ada keperluan,gak tau urusan apa
M : ya gk apa2,,kan kmu biar ngerti juga tentang kegiatan desa
A : iya mbk,,kukira yg ikut pelatihan anak2 kartar gak taunya nenek2
M : masa aku sudah nenek2 ji,,kmu gk suka duduk dgnku “smbil senyum
A : ehh,,gk kok mbak,,klo mbak lus kan masih cantik,,he,he,,dripada yg duduk didepan kita
M : husshh,,bisa sj km klo gombal
A : ih bener kok mbak

Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 01 siang dan sudah jauh meninggalkan kotaku.orang2 yg tadi suaranya berisik saling bersahutan,kini mulai lenyap.bnyk dari mereka yg tidur.begitu juga dgn mbak lus.kupandangi wajahnya ternyata cantik juga,kulihat payudaranya yg gk terlalu besar sangat pas dgn ukuran tubuhnya.lalu aku kaget tiba2 tangan mbak lus berada dipahaku.kubiarkan saja nanti klo aku pegang aku takut ia bangun.

Lalu setelah agak lama,aku sandarkan tubuhku agak selonjor,sementara tangan mbak lus masih dipahaku.aku coba iseng,ku pindah tangan mbak lus dgn perlahan ke kontolku.aku takut klo ia bangun,tapi ia masih tertidur.aku pura2 juga tidur biar nanti klo mbak lus bangun gk curiga.aku menikmati tangan mbak lus dikontolku,apalagi jika terkena jalan yg brgelombang rasanya nikmat sekali.hampir satu jam kontolku dibuat ngaceng oleh tangan mbak lus,tiba2 sopir mengerem cukup mendadak,dengan cepat kupejamkan mataku,takut klo mbak lus terbangun.aku pura2 bangun dari tidur,begitu juga dgn mbak lus juga terbangun akibat pengereman yg cukup mendadak.ia belum sadar klo posisi tangannya berada diatas kontolku

M : sudah tiba ya ji??
A : gak tau mbak mungkin sudah
Akhirnya mbak lus sadar dgn posisi tangannya
M : ehhh,,,maaf ya ji,,gk sengaja
Aku tau klo mbak lus ini orangnya gk suka marah,tapi supel klo berkumpul,aku coba goda dia
A : ehh,,iya mbak,,gk apa2,,sngaja juga gk apa2 kok,,he,,hee
M : huhh,,kamu enak

Aku cuma tersenyum,sementara orang2 sudah pada bangun.tapi sandaran kursi cukup tinggi sehingga ujung rambut sj yg kelihatan.lalu sambil senyum aku bilang ke mbak lus,,gede gk mbak??husss,,,kamu tu ya,,sambil jewer telingaku.ayo kita turun,,jangan lupa barang2 kamu jgn ada yg ketinggalan”ocehnya mengingatkanku,,oke mbak cantik,,hehehe.

Ternyata kami sudah sampai.aku baru tahu klo mbak lus yg termuda dari semua peserta yg ikut pelatihan,krn lainnya sudah bnyk yg tua.usia mbak lus kira2 40 sampai 42 tahun.lainnya sdh bnyak yg uzur.lalu pak carik dgn suaranya yg parau krn usia memberi sedikit arahan.ternyata baru tahu klo ini memang acaranya orang tani,krn pelatihannya nanti tentang pertanian.pantes gk ada yg muda.

Lalu kami berjalan ke sebuah pemginapan yg sudah dipesan.bukan hotel tapi lebih mirip kos2 an.satu kamar berisi 2 orang,karena laki2 nya 3 orang maka aku disuruh pak carik tidur sendiri dan disuruh tempati kamar yg paling ujung,sedangkan dia dan pak karjo,dikamar paling depan.begitu juga dan mbak lus,dia juga tidur sendiri krn wanitanya ada 9 orang dan kamar dia ada didepan kamarku.

Hari sudah mulai malam,karena pelatihannya dimulai besok.maka aku minta ijin jalan2 ke pak carik dan ia memperbolehkan,,jangan jauh2 ji nanti kesasar kamu dan juga malam2 pulangnya besok pelatihan, nih kunci pagarnya,,,iya pak “sahutku.setelah keluar pagar,kulihan mbak lus dgn mak sri datang entah darimana sambil menenteng kresek

M : mau kemana ji??
A : mau jalan2 mbak,,,ngopi
M : eh aku ikut aku juga mau beli sesuatu

Mak tolong taruh dikamarku ya,aku mau beli barang yg tadi,,iya lus.aku berjalan kepasar dgn mbak lus,sebuah pasar tradisional yg cukup ramai,meski disebuah pegunungan,ku perhatikan mbak lus sgt cantik.lalu aku sengaja gandeng tangannya

M : ehh,,jak kok kamu gandeng tangan mbak
A : gk apa2 mbak biar kaya orang pacaran saja,,hehehe
M : kamu ini ya nakal banget,,malu ji dilihat orang
A : emangya mbak kenal,,aku semakin erat genggam tangan mbak lus
M : km gk malu apa gndeng wanita tua ky mbak
A : klo mas sri itu tua,,klo mbak lus masih cantik dan ….
M : dan apa??,,?tua
A : seksi tau mbak

Ia mencubit pinggangku dgn tangan satunya.lalu kami jalan2 mengelilingi pasar yg cukup ramai.setelah aku dan mbak lus makan ia membeli susuatu di kios.aku yg menunggu memperhatikan lalu lalang orang beraktivitas dipasar.kuperhatikan dari sebuah jalan setapak bnyak pasangan pria wanita,tua maupun muda keluar masuk dari tempat itu.kucoba cari tau,,tiba2 aku ditanya penjual sayur yg sudah tua,,

P : mau kemana nak??
A : enggak mbah mau lihat2 saja
P : wong orang lagi kenthu kok dilihat
A : (aku kaget) hah yg benar mbah??
P : kamu bukan orang daerah sini ya?
A : iya mbah saya dari kot xxxx,,prov xxx
P : pantesan,,itu memang tempat orang2 mesum nak
A : loh emangnya gk di gerebek sama orang2
P : lah wong mereka suka sama suka kok digerebek
A : lah terus tempat kenthu nya dimana mbah
P : ya di balik semak2 atau batu2 besar itu nak,,dan klo ada baju atau celana yg di gantung atau diatas batu berarti ada orangnya
A : ohh,,gitu mbah
P : km mau kesana
A : ehh,,,
P : klo kesana kamu cukup masukin uang kekotak yg dijaga 2 orang itu
A : berapa mbah??
P : paling sedikit 10 rb biasanya

Aku pun kembali ke kios dimana mbak lus belanja,tak lama kemudian mbak lus sudah selesai belanja.

A : sudah mbak??
M : sudah ji,,km tau toilet gak perut mbak mules??
Ide mesumku muncul,gimana klo ku ajak mbak lus ke tempat mesum aj “batin ku
A : gk tau mbak,,kan ini pasar tradisional,,tempatnya sj hutan
M : aduhh,,ji ,,mules banget perutku
A : ya sudah ,,ayo cari toilet atau sungai
Ku ajak mbak lus ke jalan setapak itu
A : tunggu sini mbak biar aku tanya ke orang
M : iya ji,,cepat

Aku lalu ke dua orang penjaga kawasan mesum itu.aku coba tanya tempat yg ada sungainya,ia tahu klo aku bukan orang daerah sini.lalu ia memberitahuku tempatnya.ku kasih ia uang 50 rb,mereka sangat girang,krn uang segitu bagi mereka sangat banyak.aman gk bang???dijamin aman mas.lalu ku ajak mbak lus menelusuri jalan setapk yg gelap.ku gunakan senter hp sebagai penerangan

M : ji kamu ajak aku kemana,,jgn macam2 ya km
A : katanya perut mbak mules,,kita kesungai,,gk ada toilet disini,atau kita kembali ke penginapan??
M : klo ke penginapan jauh ji
A : ya sudah mbak mau nggak??
M : ya sudah ji,,tapi mbak takut
A : sudah jangan takut mbak,kan ada aku

Aku menuju ke sungai,,mbak lus semakin eret pegang tanganku.benar dibalik semak dan batu2 besar bnyak baju dan celana dibuat tanda klo itu ada orangnya.mari mas mbak”ucap pasangan pria dan wanita yg berpapasan dgn kami,tentunya mereka habis enak2.dan itu membuat mbk lus penasaran dan aku jawab tanpa ragu klo ini tempat orang2 mesum

M : ji darimana mereka,,dan ini tempat apa
A : mereka habis bercinta mbak
M : hahhh
A : mbk lihat tu ada baju / celana dibalik menggantung itu dibalik semak dan batu itu ada orang lagi kentu
M : jadi ini tempatt??kamu mau apa ajak aku kesini
A : mau ajak mbak lus kentu,,katanya mbak cari sungai,,tu dibawah ada sungai
M : ihh kamu ya awas klo macam2
A : iya gk macam2 mbak,,tp klo mbak mau saya malah mau,,,he,,he
M : dasar gila,,temenin mbak takut

Aku lalu menuruni jalan dan aliran sungai gk terlalu besar lalu kulihat ada sebuah batu besar,,dibalik batu itu mbak” kataku,,ayo mbk takut ji gelap banget,,ha masa aku ikut,sebenarnya aku cuma pura2 saja.lalu mbak lus meletakkan barang dagangannya di atas batu,kemudian dia mau melepas celananya

M : ji matikan senternya
A : emangnya kelihatan mbak??
M : iya klo senternya hidup kamu yg enak,,,sudah matikan

Kumatikan senter hpku,,kulihat samar2 mbak lus sudah melepas celana dan cdnya,,tolong taruh di atas batu ji “ucap mbak lus memberikan celananya kpdku.jarak kami sangat dekat mungkin tak sampai satu meter.aku harus mengambil kesempatan ini,,dalam gelap aku melepas semua pakaianku,,meski hawa dingin melanda tubuhku.kemudian aku duduk dibawah batu.bau kotoran mbk lus menyengat hidung.tak lama kemudian terdengar suara air,seprtinya mbak lus sudah selesai buang hajatnya.ji,,ji,,,aji,,mbk lus memanggilku tapi aku sengaja tak menjawabnya,,,aji,,kamu dimana jangan bercanda,,mbak lus mendekat,,tangannya meraba raba krn gelap,,dan tangan mbak lus tepat memegang kontol ku yg besar dan panjang dalam keadaan yg sudah berdiri tegak…jiii,,,aku memegang tangan mbak lus agar tk lepas dari kontolku

A : knapa sih mbk pegang2 kontolku,,pingin ya??
M : ji lepasin,,tangan mu
A : gk mbak ,,enak kok mbak
M : ji lepasin atau mbk teriak
A : teriak saja mbak,,biar kita diarak sama orang2 sini,,dan peserta yg lain dengar,,kan jadi heboh nanti berita dikampung kita
M : ji tolong lepasin

Aku lalu menarik tubuh mbk lus,sehingga menempel ditubuhku.aku lalu mencoba memciumi wajah mbak lus,,ia berusaha menghindar tapi dekapanku yg kuat tk bisa membuatnya berkutik.ku coba cium bibirnya ia masih berontak dan tutup mulutnya,, tapi lama2 lidahku berhasil menerobos mulutnya,,lidah kami saling memghiasap satu sama lain,,mungkin karena sudah terangsang,mbak lus kini sudah gk merasa tertekan,malah kini ia menikmatinya,,setelah puas berciuman aku lalu melepas baju yg dipakai mbak lus agar tak basah kena air.


Kuremas payudara mbak lus yg pas di tanganku,,lalu ku emut putingnya sehingga membuatnya mendesah,,,mmmhhh,,,sshhh,,jii,,,kuraba vagina mbak lus dgn tanganku yg satunya,,jari2 menyelinap dibelahan vaginanya,,sshhh,,,jiiii,,aaakuuu,,,kupercepat kocokan jariku yg kemudian membuat tubuhnya mengejang,,,jiiiii,,,aahhsss,,,croottt,,,crrooottt,,,mbak lus mencapai klimaksnya.setelah getaran vaginanya mereda,,kini saatnya kontol jumboku yg ingin masuk keliang vaginanya.mbak aku masukin ya,,ji,,jangan kasar dong,,ya mbak maafkan yg tadi

Ku balik kini tubuh mbk lus yg dibawah,kepalanya bersandar dibatu.kulebarkan pahanya,sinar bulan yg tadi tertutup mendung kini terlihat terang benderang.sehingga membuatku lebih mudah krn adanya pencahayaan meski remang2.kepala kontolku perlahan membelah vaginanya,,blesssshh,,,jiiii,,,peelaaannn,,,iya mbak ini sudah pelan,,kudorong kontolku hingga setengah sudah masuk,,jii,,tahann,,sakittt,,,kaya baru pertama sj mbak” sahutku,,iya tapi kontolmu gede banget ji,,emangnya gk sama dgn punyanya pk RT???gkk,,jii,,kontolmu ky kontol kuda,,kubiarkan sejenak setengah kontolku diam divagina mbak lus,setelah tenang,,kutarik sedikit yg membuat mbak lus mendesis,,,ssshhhh

Mbakk ,,tahan ya “kataku,,ku cium bibir mbak lus,,lalu ke hentakkan kontolku dgn keras kevagina mbak lus,,sehingga membuatnya langsung orgasme,,,mmhhhhhh,,aakhhhhh,,,jiii,,,serrrr,,,kontolku terasa hangat disiram lendir vaginanya.jiii,,,saakittt,,,,sshhhh,,,iya mbak,tahan ya ,nanti juga enak kok,,aku memberi mbak lus nafas agar vaginanya terbiasa dgn ukuran kontolku.plookkkk,,,plookkk,,pllookk,,,aku mulai mengayunkan kontolku dgn lembut agar mbak lus merasa nyaman,,mmmhh,,sshhh,,jii,,enak mbakk??sshhhh,,,iyaa,,enak mana sama punya suami mbak ???akkhhh,,enaakkkk,,puu,,nya muuu,,oouuhhh,,,ku cepatkan ayunan kontolku,,vagina mbak lus mencengkeram kuat kontolku,,ia akan mencapai klimaks lagi,,jiiii,,,akuuu,,,kini genjotanku semakin kuat,,,jiii,,sakkkitttt,,,aahhhhh,,,croootttttt,,,croottt,,mbak lus mengerang mengejang mendapat orgasmenya lagi

Kontolku masih menancap divagina mbak lus,kubalik tubuhnya,kini aku du2k beerselonjor,,sedangkan mbak lus diatas,,mbakk goyang dong??ssshhh,,bentar ji,,sakiiitt??apanya mbak,,vagina mbak ngilu ji,,,kontolku masih tegang sempurna didalam vaginyanya.kemudian mbak lus mulai menggoyangkan pantatnya,gerakannya sangat pelan mungkin sudah lemas.dgn posisi berhadapan aku dgn leluasa juga mengeyot payudaranya,,lalu kupegang pinggulya,untuk membantu gerakan mbak lus,,jiii,,,berhenti,,aku gakk,,kuaattt,,,bentar mbak aku juga mau keluar,,kucepatkan gerakan tanganku dipinggul mbak lus naik turun,,,jiii,,,,,akuuuu,,lalu kumiringan tubuh mbak lus,,sehingga kami dlm posisi tidur miring di sungai,,,jiii,,,,ahhhssssss,,,croottt,,,crootttt,,,mbak lus kembali klimaka,,kontolku yg mau keluar kuayunkan dgn cepat,,,plokkkk,,plookkk,,,mbak lus kembali orgasme dgn cepat,,,mbakkk,,akuuu,,,croootttt,,,croottttt,,pejuhku keluar sangat banyak didalam vagina mbak lus.

Kudiamkan kontolku,nafas kami terengah engah terutama mbak lus.kini kontolku sudah lepas dari vagina mbak lus,,lalu tarik tubuh mbak lus,,kita sama2 duduk sambil bersandar pada batu,,kupeluk tubuhnya dan kebelai rambutnya agar ia tenang,,tapi isak tangis tak kuasa mbak lus bendung,,hikkss,,hikkss

A : mbak maafkan aku ya??
M : kenapa kamu tega melakukan semua ini ji
A : maafkan aku mbak,,aku tak mampu nahan nafsuku sama mbak lus sejak di perjalanan tadi
M : tapi kenapa sama aku ji,,aku sudah punya anak,,punya suami
A : karena aku gk tahan melihat kecantikan mbak lus,,mbak jika mbak marah,,mbak boleh laporkan aku ke polisi atau mbak bunuh aku sekarang aku gk akan membela diri

Basa basiku ternyata membuat mbak lus luluh,,malah ia cerita soal kehidupan seksnya dgn suaminya

M : ji,,klo aku lapor polisi,,semua orang didesa pasti menganggap akulah yg menggoda kamu,,dan aku juga bukan seorang pembunuh
A : jadi mbak lus memaafkan aku??
M : jujur sebenarnya sdh lama aku gk dapat kepuasan dari suamiku
A : mksud mbak ,,suami mbak lus impoten??
M : gak ji,,setelah kecelakaan di pabrik dulu dan harus di operasi,,kemampuan seks suami mbak jauh berkurang,,paling setelah masuk tak sampai dua menit sudah keluar,itu sudah berjalan hampir dua tahun
A : jadi mbak lus puas dgn ku??sambil kucium bibirnya
M : sudah jii,,klo kamu setubuhi aku,,aku bisa pingsan disini ji
A : berarti,,besok lagi dong mbak
M : dasarrr,,makanya nika ,,sambil menjewer kupingku,,ayo ji kita balik,,nanti orang2 bisa curiga
A : ah gk mungkin mbak,,kn gak ada yg tahu klo kita keluar berdua,,mbok sri juga gk mungkin punya pikiran gitu,,dia kan sudah tua

Bantu brdiri ji,,aku lalu membantu mbak lus berdiri,,,sssshh,,kenapa mabk???ngilu tau,,tapi enak kan “goda ku,,huuuuhh lagi mbak lus menjewer kupingku.setelah berpakaian kami lalu kembali ke penginapan.dijalan aku goda mbak lus krn jalannya sedikit mengkangkang,,,jalannya kok gitu mbak???ini krn kontolmu tau”jawab mbak lus sambil meremas kontolku,,,auuu sakit mbak,,”biar,,ngilu banget ji,,ya kan baru sekali mbak,,klo dua kali sudah gak mbak??enak aja.

Kami hampir sampai dipenginapan,kulihat hp ku jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.untung sinyal didaerah sini jelek,jadi gk ada yg hubungi aku atau mbak lus

A : mbak
M : mbak msuk dulu,,biar gk ada yg curiga,,ini kuncinya

Lalu mbak lus membuka pintu pagar,aku lalu sejenak duduk2 didepan pintu pagar sambil merokok.sepuluh menit kemudian aku dengar pintu kamar terbuka,dan itu pak carik.baru balik ji??nggak pak sudah dari tadi,,cepat tidur besok pelatihan”,,,iya pak bentar habisin rokok,,setelah rokok ku habis lalu aku masuk ke kamarku dan memikirkan kejadian barusan terjadi,bahwa aku bisa menyetubuhi mbak lus.

Dua hari ini ku mengikuti pelatihan dgn semua peserta,,isinya cuma tentang bagaimana bercocok tanam dgn baik,padahal petani2 didesa lebih jago daripada pembicara yg hanya sekedar teori.malam itu aku menyelinap ke kamar mbak lus,,aku ingin kembali bercinta dgnnya,,tapi mbal lus masih merasa ngilu di vaginanya,,aku juga gk mau memaksa,,akhirnya aku hanya minta emut kontolku,,awalnya ia menolak tapi akhirnya ia mau,,ia sangat terkejut dgn ukuran kontolku,,matanya terbelalak dan menggelengkan kepalanya,,kami berusaha tidak bersuara krn kondisi kamar mbk lus berdampingan dgn peserta lain.kami cuma berbisik atau beri kode.mbak lus mngemut kontolku,,kubiarkan ia berbuat sesuai nalurinya,,hingga hampir sejam kontolku muncat didalam mulutnya.dgn hati2 aku kembali kekamarku,,untungnya semua sudah tidur mungkin capek akibat kegiatan hari ini.

Hari ini adalah hari terakhir pelatihan.peserta perempuan tidak ikut krn acara hari ini cuma pembagian bantuan alat dari pemerintah.peserta wanita memutuskan untuk pergi ke tempat wisata terdekat.sedangkan aku bilang ke pak carik dan pak kajo klo aku gk ikut saja,krn cuma pengambilan bantuan.mereka berdua setuju.sebenarnya aku malas ikut krn pembagian bantuannya dilakukan di ibukota provinsi,,dan itu membutukan waktu 3 jam dari tempat pelatihan kemarin.


Aku cuma du2k didepan penginapan sambil memperhatikan emak2 yg sudah berdandan,krn mau pergi jalan2.lalu kudengar salah satu wanita bicara,bu carik aku gk bisa ikut krn harus buat laporan buat nanti didesa”dan itu ternyata Budhe ziah,nama aslinya fauziah dia salah satu perangkat desa didesaku.usianya kira2 54 tahunan,dia janda yg lama ditinggal mati suaminya.oh ya bu ziah ucap bu carik,,tapi sendiri saja bu,,apa saya bantu??tambah bu carik,,oh gak usah bu ” sahut budhe ziah,,tapi lusi saja bu yg bantu,,kan ia kordinator ibu2 PKK,,supaya dia nanti paham klo jelaskan”kata budhe ziah,,lalu bu carik bicara sama mbk lus agar gk ikut.dari raut wajah mbak lus agak kecewa dan itu jadi bahan candaan oleh emak2 lainnya.lalu mereka berangkat,kulihat budhe ziah mengunci pintu pagar

Z : lus,,ji,,aku ingin bicara sama kalian berdua,,kita kekamarmu ji

Ucapnya dgn tegas,,aku dan mbak lus cuma bisa saling berpandangan.apa budhe ziah tahu klo aku dan mbak lus sudah berbuhungan batinku.aku dan mbak lus masuk kekamarku,dan budhe ziah lalu mengunci pintu.dan benar dugaanku budhe ziah tahu klo mbak lus selingkuh dgn ku

Z : lus ,,ji,,aku harap kalian bicara jujur
M : tentang apa budhe??
Z : lus kamu selingkuh kan dgn aji,,iya kan ji
Aku cuma diam,tak bicara apapun,kutunggu apa yg budhe zia inginkan
M : eehh,,gak budhe

Lalu budhe ziah membelai rambut mbak lus,,aku diam,kubiarkan dua wanita ini yg berdebat

Z : lus,,aku juga bukan wanita yg alim lus,,sudah kamu jgn bohong,,atau kamu jd bahan gunjingan didesa nanti
M : tapi,,ituuu,,gk benar budhe
Z : oh berarti kemarin malam aku salah lihat,,berarti bukan kamu yg ngemut kontolnya aji (ucapnya dgn vulgar)

Duarrr,,,seperti suara petir,aku dan mbak lus gk bisa mengelak lavi.mbak lus kemudian meneteskan air mata,ia tk mungkin bohong.

M : budhe maafkan saya,,tolong jgn bicara ke yg lain,,saya tak mau rumah tangga saya hancur,,kasihan anak2 budhe
Z : lus,,kan aku sudah bilang klo aku juga bukan wanita alim.aku ngerti,pasti kehidupan ranjang mu ada masalah dgn suamimu
M : iya budhe,,tolong jangan sebarkan ke yang lain
Z : tersenyum,,,aku gk akan sebarkan semua ini lus,,tapi semua tergantung aji

Ia berkata sambil menatapku,aku tau maksud yg budhe ziah inginkan,aku cuma pura2 gk tau

A : maksud budhe,,tergantung saya gimana??
Z : ji kamu tau kan klo lusi itu istri orang,dan klo hal ini tersebar maka rumah tangga lusi akan hancur,,begitu juga dgn nama baik orang tuamu
A : tolong budhe jangan sebarkan hal ini,,apa yg harus saya lakukan
Z : ji,,aku juga ingin merasakan yang lusi rasakan saat dgn kamu,,kamu mau kan??
Mbak lus dengan cepat menyahut perkataan budhe ziah
M : klo dia sih malah suka budhe,,kucing kok di kasih kepala ikan
Z : gimana ji ???
A : tentu mau lah budhe,,siapa yg gk mau dikasih yg enak2
M : huhhhh,,menoyor kepalaku
Z : yuk kita senang2 hari ini,,mumpung gk ada yg lain
A : tapi gimana klo mereka tiba2 datang budhe
Z : mereka lama ji,,paling sore nanti emak2 datangnya,sdangkan pak karjo dan pak carik mungkin malam datangnya krn disana masih ada acara sambutan dari gubenur
M : kita bertiga budhe??
Z : kenapa lus??
M : aku malu budhe,gk pernah main bertiga
Z : emangnya aku pernah,,sudahlah kita sama2 bukan orang baik

Kemudian budhe zaiah melepas pakaian dan BH nya,,payudaranya cukup besar menggantung sperti pepaya

Z : knapa ji sudah kendor ya,,pasti kencengan punyanya lusi
A : gk kok budhe,bagiku sama saja,sama2 enak
Z : lus ayo lepas dong bajumu

Mbak lus juga melepas pakaiannya,payudara mbak lus sangat indah bentuknya,meski susu budhe ziah lebih besar.kedua wanita ini sama2 sudah bugil dihadapanku,baik mbak lus dan budhe ziah vaginanya sama2 lebat bulu jembutnya,,ayo ji lepas bajumu”kata budhe ziah,,lepasin dong”jawabku
Kemudian mbak lus dibelakangku,,kemudian mbak lus melepaskan kaosku.sementara budhe ziah melepas celanaku.ia melonggo saat melihat batang kontolku.

A : kenapa budhe,,kaya baru lihat kontol saja
Z : ini gila,,pantes lusi jalannya ,,kaya disumpal selangkangannya

Tangan budhe ziah perlahan mengocok kontolku,sedangkan aku dan mbak lus saling berciuman.aku lalu minta mbak lus jongkok dimulutku,aku kemudian terlentang.kujilat vagina mbak lus,,shhh,,jangan,,ji,,jijik,,sshh ,,mmhhh,,,aku terus memainkan lidahku di vagina mbak lus.sementara budhe ziah mulai menjilati kontolku,,kuluman budhe ziah lebih enak daripada mbak lus,mungkin ia sudah berpengalaman.budhe ziah memsukan kontolku lebih dalam kemulutnya.lalu kutekan kepalanya dgn kakiku cukup kuat


Emppphhh,,mmmhhhh,,,kulepas jepitan kakiku dikepalanya,,hoekk,,hahhhsshh,,hooeekkk,,tubuh mbak lus menegang,,ia mengejang,,ssshh,,,,jiiii,,,ssshhhh,,,seerrrr,,mbak lus menggapai klimaks pertamanya.jii,,,masukin kontolmu nak,,budhe sudah gak tahan..kubaringkan tubuh budhe ziah,,sengaja kutancapkan kontolku cukup keras,sehingga masuk setengah,,blessshhh,,,jiii,,tahannn,,,kudiamkan kontolku divagina budhe ziah,,kusuruh mbak lus berciuman dgn budhe ziah,saat budhe ziah sudah menikmati cumbuan mbak lus,,kesentakkan kontolku dgn kuat sehingga masuk semua dimemeknya blesshhh,,,aaakhhhhh,,sshhhh,,,berheenti dulu ji,,tak kuhiraukan omongan budhe ziah,,kugenjot vagina berusia 52 tahun itu dgn cepat,,ahhh,,sshhh,,,jiiii,,,ohhhh,,plokkk,,plokkk,,nikmatkan budhe??kata mbak lus sambil meremas payudara budhe ziah,,kepala budhe ziah mendongkak,,,jiiii,,,saaakiitttt,,,,ssshhh,,,jiii,,,ahhhhhh,,,crooottttt,,crooottt,,,budhe ziah mendapat orgasmenya

Kemudian aku terlentang giliran mbak lus kusuruh menggoyang kontolku dari atas,,mbak lus mengerenyitkan dahinya,,ia mengigit bibirnya,,kontol ku sudah amblas didalam vagina mbak lus,,kubiarkan ia menggoyang kontolku,budhe ziah yang sudah mulai pulih tenaganya kutarik agar mendekat ke aku.kulumat bibirnya sambil kuremas susunya yg gede itu,,lalu kuraba memek budhe ziah dgn jari ku,,kukocok memek budhe ziah yg becek,,sehingga mengeluarkan bunyi ceplekk,,,cplekk,,sementara kurasakan genjotan mbak lus semakin cepat,,ia meremas susunya sendiri,,matanya sesekali terpejam,,,sshhhh,,,aahhhhh,,,,croottttt,,,crootttt,,mbak lus mengalami klimaks,,dan jiiii,,,,paha budhe ziah mengapit tanganku dgn kuat,,,ahhhh,,serrrr,,serrtr,,budhe ziah juga orgasme lagi.

Mbak lus lalu mencabut memeknya,,ia lalu merebahkan tubuhnya,,,kemudian kutancapkan kontolku di memek budhe zia,,benar indah hari ini bisa genjot dua stw desaku,,kira2 10 menit kemudian,,budhe ziah mau klimaks,,aku cepatkan sodokan kontolku,,,aahhh,,,jiiii,,,berhenti,,saakiittg,,akuu,,ahhhh,,,sshhh,,,crooott,,,ia orgasme,,tapi aku tak menghentikan genjotanku sehingga ia kesakitan,,jjiii,,,beerrhenntii,,sssakitt,,,budhe ziah mengalami klimaks lagi kali ini sangat deras seperti sedang kencing,,,tubuhnya melemah,,kulihat bola matanya yg hitam hampir jadi putih semua,,aku lalu cabut kontolku

Untung budhe ziah gak pingsan,hanya saja tenaganya sudah habis.aku yg belum keluar lalu berbaring dihadapan mbak lus,kuraih tubuhnya kucium bibirnya,dan kuangkat satu kakinya naik ketubuhku.lalu ku masukkan kontolku,,ssshhhh,,,jiii,,,ia hanya mengerang waktu kuayunkan kontolku,,benar2 nikmat vagina mbak lus,,beberapa saat kemudian,,sshhhh,,jiiii,,,oouuhhhh,,,croootttt,,mbak lus menggapai puncak,kudiamkan kontolku sejenak setelah cukup kembali kuayunkan kontolku,,plokk,,plokkk,,dan akhirnya pertahananku akan jebol begitu juga mbak lus,,jiii,,tahan mbak aku juggaaaa,,semakin cepat sodokanku divagina mbak lus,,sshhhh,,aahhh,,sakkkiitt,,jiii,,,,croottttt,,,croottttt,,,crooottttt,,aku dan mbak lus bersamaan mencapai klimaks.

Kulihat jam dinding masih pukul 10 siang.satu jam lebih aku menggenjot mbak lus dan budhe ziah.aku istirahat sebentar karena masih banyak waktu untuk kembali menikmati dua tubuh stw ini.permainan kami berlanjut ke ronde dua,,dan budhe ziah kali ini bener2 pingsan krn staminanya benar2 sudah habis,sedangkan dgn mbak lus aku lanjut ke ronde tiga,meski ia nolak tapi aku tetap menggenjot vaginanya.semua klimaksku keluar didalam vagina mbak lus.

Tak terasa hari sudah mulai sore,untung budhe ziah sudah sadar dan tenaganya mulai pulih,lalu kuajak mereka mandi membersihkan diri.didalam kamar mandi kontolku ngaceng lagi tapi baik mbak lus dan budhe ziah menolak aku setubuhi.dan aku gk mau memaksa tapi aku suruh mereka berdua gantian mengoral kontolku sampai aku muncrat dimulut mbak lus.dan akhirnya kami selesai berpakaian rapi lalu keluar kamar agar jika peserta lain sudah datang mereka gk curiga

Z : kamu bener2 perkasa ji,,baru kali ini aku mengalami kenikmatan seperti ini,,kamu juga lus
M : iya budhe,,klo tiap hari sperti ini bisa jebol vagina kita budhe
A : tapi kalian puas kan,,,he,,hehe
M&Z : huhhhhhh
Z : gak bisa bayangin lus nanti klo suami kamu setubuhi kamu,pasti beda rasanya
M : iya budhe,kayak nya longgar ,krn punya suamiku gak kaya kontol kuda dia (bibirnya manyun)

Sementara aku hanya mendengarkan saja sambil tersenyum

Z : lus ,,aji berkali kali keluar didalam memek kamu,,kamu gk takut hamil
M : gak budhe,,aku KB kok,,lagian aku gk masa subur
Z : bagus lah klo gitu

Aku juga lega mendengar mbak lus KB,gak bisa bayangkan klo ia hamil lalu suaminya gk mau menerima,bisa jadi masalah.

M : budhe tolong jangan bilang siapa2 ya
Z : kamu gila apa,kan aku juga melakukannya,,ingat ji,,ini rahasia kita bertiga
A : iya budhe

Budhe ziah minta no wa ku,tapi gk aku kasih,,tapi kubuatkan dia akun tele,krn menurutku lebih save.tapi mbak lus gak mau takut ketahuan suamimya.krn peserta yg lain belum datang,aku lalu pamit keluar cari makan.aku dikasih uang 200 rb sm budhe ziah,lumayan sdh dapat memeknya gratis malah dikasih uang.pukul 19.00 kami kembali pulang ke desa,dan bantuan dari pemerintah ternyata akan dikirim ke kedesa kami seminggu lagi.ternyata gak rugi aku gantiin sepupuku ikut pelatihan,bisa genjot memek mbak lus dan perangkat desaku budhe ziah.sejak saat itu aku dimasukkan ke struktur kartar,katanya pendidikanku lumayan tinggi padahal lulusan SMP,ya dibanding petani2 lain yg gk sekolah atau bahkan pemuda2 lain didesaku yg kebanyakan cuma SD karena bagi penduduk kerja lebih penting daripada sekolah.itulah sebabnya banyak pemuda di desaku merantau ke kota besar bahkan keluar negri.

CERITA SEX 21+ © 2014. All Rights Reserved | Powered By Blogger | Blogger Templates

Designed by-SpeckyThemes