STORY21 - TANTE VIRNY YANG BINAL

Tante Virny Yang Binal - Panggil saja aqu Dedy.Aqu laki-laki berusia 22 tahu.Aqu kuliah di Yogyakarta,dan aqu tinggal bersama Auntyku.Auntyku bernama Aunty Virny.Usianya sekitar 32 thn,tingginya sekitar 165cm,dan dadanya wooow… mungkin berukuran 36 B,bokongnya pun sungguh sekal.Aunty Virny adalah janda kembang yg bekerja sebagai seorang aquntan di Yogya.

Sebagai lelaki normal siapa saja yg melihat Aunty Virny pasti akan terpesona,tak terkecuali
aqu.Suatu sore ketika Aunty Virny sedang mandi,aqu memberanikan diri untuk mengintip lewat
lubang kunci.Aqu melihat dgn jelas badan polos dirinya.aqu melihat “melon” nya yg besar,indah
yg sangat mantap jika kunikmati batinku.kulihat puting mungilnya yg bewarna
kecoklatan,lembahnya yg ditutupi oleh “rerumputan kecil”.Secara tak sadar “Pisang Ambonku
membesar”.Ketika,Aunty Virny hedak keluar dar kamar mandi aqu segera meninggalkan kamar
mandi dan duduk disofa ruang santai.Masih terlintas baygan badan polos Aunty Virny tadi.Aqu lihat
Aunty Virny menuju kamarnya hanya dgn berbalut handuk.Kulihat bokongnya yg sekal dan ingin
sekali kumeremasnya.Selang 20 menit kemudian Aunty Virny keluar dari kamarnya dan mengenakan
Kemeja Putih ketat selaras dgn rok hitam yg ketat pula.

“Dedy,jaga rumah dulu y…?Aunty mau pergi meeting sebentar dgn karyawan Aunty.Pulangnya
sekitar jam 9 malam.” katanya.
“Oke,Aunty” kataqu.
Lalu Aunty segera menuju garasi dan segera menyalakan mobilnya.Setelah Aunty pergi aqu iseng
kekamarnya.Aqu,masuk kekamarnya yg tak terkunci itu.Aqu kagum melihat keartistikan
kamarnya.Aqu segera membuka lemari pakaiannya.Dilemarinya kutemukan 2 buah vibrator
miliknya.Aqu pun maklum karena Aunty Virny sudah janda selama 2 thn.Aqu segera mencari benda
yg kuinginkan.Tak lama kemudian aqu menemukan CD warna pink miliknya beserta Bra pink miliknya
yg besar.Branya saja besar apalagi dalamnya,kataqu dalam hati.Ukuran Branya kira-kira 36 B.Aqu
segera mengambil kedua barang itu lalu bergegas menuju kamarku.


Aqu segera menciumi dan menjilati Branya,seolah-olah aqu menciumi dan menjilati buah dadanya yg
montok.Setelah puas menciumi dan menjilati branya,aqu segera mempermainkan CD sexy
miliknya.Aqu raba-raba dan kujilati CDnya seolah-olah aqu sedang meraba dan menjilati
Kemaluannya.Kemaluanku semakin mengeras dan tak sanggup lagi menahan magma yg akan keluar.Aqu
segera mengeluarkan Kemaluanku dan segera mengocoknya.Tak lama kemudian aqu arahkan
kemaluanku di CD,lalu keluarlah air mani kentalku membasahi CD pink miliknya.

“Oh…… yeach….” pekikku kepuasan beronani dgn CD nya.
Aqupun segera bergegas untuk mandi.
Jam menunjukkan pukul 19.10.Tak lama kemudian terdengar mesin Mercy S Class milik Aunty
Virny.Lalu Aunty Virny membuka pintu depan.

“Lagi nonton apaan Ded…?” katanya mengkagetkanku
“Lagi nonton Sketsa Tan” kataqu.
“Oh…,nich ada oleh-oleh kue buat kamu” katanya
“Makasih Tan” jawabku.
Aqu segera memakan kue yg diberikan Aunty,seraya menyaksikan Aunty berjalan menuju
kamarnya.Tak begitu lama Aunty keluar dgn setelan dress warna ungu,dgn belahan dada yg sedikit
terbuka.
“Kamu sudah makan,Ded…?” katanya
“Sudah tan” jawabku
“Kalau begitu makan dulu y.” katanya lagi
“Oke tan” jawabku


15 menit kemudian Aunty Virny selesai makan dan segera bergabung denagnku menonton kelucuan
Sketsa.Aunty duduk disebelahku,sesekali aqu mencuri pandang kebuah dadanya yg besar
itu.Jantungku berdegum kencang menyaksikan buah dadanya montok terbungkus dress warna
ungu.Seolah-olah dress warna ungu yg dikenakannya tak sanggup menahan dadanya yg montok itu.
Jam menunjukkan pukul 21.30.
“Ded,Aunty tidur dulu y.” katanya
“Y” jawabku singkat.

Pukul 24.00,aqu bergegas untuk pergi tidur.
Keesokan harinya pukul 07.00 aqu bangun dari kasurku dan segera bergegas menuju kamar
mandi.Aqu lihat Aunty Virny sudah siap untuk kekantor.Aqu segera masuk kekamar mandi.Ketika
sedang asyik mandi,Aunty Virny mengetuk pintu kamar mandi
“Aunty berangkat dulu y…” katanya
“Y,Aunty” jawabkuku.

Pukul 24.00,aqu bergegas untuk pergi tidur.
Keesokan harinya pukul 07.00 aqu bangun dari kasurku dan segera bergegas menuju kamar
mandi.Aqu lihat Aunty Virny sudah siap untuk kekantor.Aqu segera masuk kekamar mandi.Ketika
sedang asyik mandi,Aunty Virny mengetuk pintu kamar mandi
“Aunty berangkat dulu y…” katanya
“Y,Aunty” jawabkuku.
5 menit kemudian aqu keluar kekamar mandi dan bergegas menuju kamar untuk berpakaian.Tak lama
kemudian aqu sudah rapi dan siap berangkat kekampus.Aqu segera menuju garasi,lalu kunyalakan
motor Ninja 250cc milikku.
Seusai kuliah usai aqu segera menemui ke 4 temanku yg juga memiliki maniak sex.Kami berlima
segera merencanakan untuk mengerjai Aunty Virny. Cerita Sex 21+

Hari yg direncanakan pun tiba.Kami berlima menunggu Aunty Virny dipersimpangan jalan dekat kantornya.Pukul 18.00 yg ditunggu akhirnya keluar dari kantor.Kami segera mengikuti Aunty Virny dari belakang.Didalam mobil,aqu menumpahkan banyak cairan Chlorofom untuk membius Aunty Virny.Akhirnya Aunty Virny sampai dirumahnya.Aqu melihat keadaan disekitarku,keadaan jalan komplk perumaha sepi.Segera aqu turun dari mobil,lalu menyekap hidung Aunty dari belakang dgn menggunakan sputangan yg sudah diberi Chlorofom.Aunty sempat meronta-ronta,tapi tangan kananku mencengkram kuat badannya.Tak berapa lama kemudian Aunty pun tertidur.

Aqu segera menggendong badannya dan segera berlari menuju mobil.Anton segera memembukakan
pintu mobil untukku.Sementara itu,Bobby segera memasukkan Mercy S Class Aunty kedalam
garasi.Setelah Bobby selesai,kami segera meninggalkan tempat itu dan segera menuju tempat yg
sudah kami rencanakan sebelumnya.Setelah didalam mobil,aqu segera melepasan topeng yg aqu
kenakan.

“Kamu,gila juga y Ded.Aunty sendiri mau ditiduri” kata Bobby kepadaqu.
“Aunty,kamu sexy juga y…?” kata Anton yg duduk disebelah Aunty seraya meremas-remas dadanya.
“Eh,Bob kamu bawa handicamkan…?” kataqu kepada Bobby yg duduk dibelakang.
“Bawa” katanya seraya mengeluarkan handicam dari ranselnya.
“Siap rekam Bob” kataqu seraya mengulum bibir sexynya.
Aqu dan Anton bergantian mengulum bibir sexynya.Aqu dan Anton meremas-remas dadanya yg sekal
itu.Sementara Bobby asyik merekam adegan kami.Tyo,yg duduk didepanku dan Rizal yg sedang
menyetir asyik melihat adegan kami lewat kaca tengah yg ada dimobil.

30 menit kemudian,am sampai digudang tua yg sudah tak terpakai.Mobil Avanza milik Rizal diparkir
didalam gudang.Kami pun segera turun.Aqu menggendong badan Aunty Virny yg tengah
tertidur.Kami segera mencari tempat untuk membaringkan badan Aunty Virny.
Aqu menemukan sebuah meja besar,usang,dan berdebu.Aqu segera membaringkan badannya ke meja
tersebut.Kami pun segera mengundi untuk menentukan siapa yg pertama menikmati
badannya.Beruntung,aqu yg pertama menikmati badannya,yg berikutnya Tyo,Bobby,Rizal,yg terakhir
Anton.
“Shit… aqu dapat ampas…!!!” gerutu Anton.

Aqu segera melepaskan celana jeansku,kemudian kulepaskan CD ku.Kemaluanku yg telah mengeras
segera meloncat keluar.Kemudian,kulepaskan satu persatu kancing kemeja kantor milik Aunty
Virny.Setelah lepas kancing terakhirnya,aqu segera melepaskan kemejanya lalu kelemparkan ke
bawah.
“Wooow….” sontak Bobby yg merekam badan Aunty


Setelah itu aqu mebuka pengait restliting rok warna hitamnya.Kuturunkan perlahan-lahan
kuturunkan restlitingnya.Laluku pelorotkan roknya.Lalu,kulempar roknya kelantai.Kini badan Aunty
hanya berbalut BH warna hitam dan CD dgn warna yg sama.Aqu segera naik kemeja.

Aqu,segera melumat bibir sexynya,kujilati belakang telinga kanannya,dan kugigit mesra telinga
kanannya.Setelah puas aqu segera melepaskan pengait BHnya.Setelah lepas,segera kujatuhkan BH
hitamnya kelantai.Kini dihadapanku terhampar badan polos bagian atas milik Aunty Virny.
Kuraba-raba,kuremas-remas perlahan buah dadanya.Remasanku perlahan-lahan semakin keras,puas
meremas dadanya aqu segera memilin-milin mesra puting mungil miliknya.Setelah puas,aqu segera
menjilat-jilati puting kecoklatan miliknya.Kujilati puting yg kanan lalu yg kiri berulang-ulang.seraya
tanganku meremas-remas dadanya.Ketiga temanku duduk di lantai seraya menyaksikan adeganku
dgn Aunty Virny.

Puas dgn dadanya,segera kulepaskan CD sexy warna hitam miliknya.Setelah itu,kulemparkan CDnya
kelantai.Aqu,takjub dgn Kemaluannya yg ditumbuhi reremputan kecil.
“Damn…. Shiit….” sontak Bobby lagi.

Aqu meraba-raba bibir Kemaluannya yg ditumbuhi rerumputan kecil.Kumasukan jari tengahku
kedalam kemaluannya.Kucoblos-cobloskan jari tengahku semakin lama semakin liar.Setela puas
segera kulepaskan jari tengahku dari kemaluannya.Lalu,kucari-cari Clitorisnya dgn jari
manisku.Kutemukan Clitorisnya,lalu kepencet-pencet Clitoris mungilnya,kujilat-jilati Clitorisnya
berulang-ulang.Tiba-tiba aqu merasakan bibirku basah oleh cairan kental dari kemaluan Aunty Virny.
‘Hm… tampaknya Aunty orgasme nich” kataqu dalam hati.

Setelah itu aqu mulai mengepaskan Kemaluanku dgn Kemaluannya.Setelah Kemaluanku masuk
semuanya,aqu segera menggerakkan maju-mundur badanku.Kemaluanku dgn leluasa keluar masuk
di Kemaluannya.Sementara bibirku asyik melumat bibir sexy miliknya,dan tanganku memeluk
punggung sintalnya.
25 menit kemudian aqu tak sanggup lagi menahan gejolak magmaqu yg akan keluar.Akhirnya
Air maniqu keluar didalam kemaluannya.Aqu kemudian melepaskan Kemaluanku yg belepotan
cairankudan cairan dari kemaluan Aunty Virny.
Kubuka mulutnya sexynyadan kuhadapkan ke kemaluanku,lalu kumasukkan kemaluanku
kedalamnya.Kumaju-mundurkan kepala Aunty.Lalu,Air maniqu keluar lagi didalam mulutnya.

Setelah itu giliran Tyo,kulihat Tyo membersihan sisa-sisa air maniqu di Kemaluan dan bibir Aunty
Virny.Sekaran giliranku melihat adegan sex Auntyku dgn Tyo.Tyo melalukan adegan sex yg hamir a
dgn apa yg aqu praktekkan tadi.

20 menit pun berlalu dan Tyo pun sudah selesai ngesex dgn Auntyku.Kini giliran si Bobby.Ketika iliran
Bobby aqu yg menjadi cameramennya untuk adegan sex Bobby dgn Auntyku.
25 menitpun berlaludan Bobby pun sudah selasai ngesex dgn Aunty Virny.Kini giliran Rizal.30 Menit
kemudian Rizal telah selesai.Dan,yg terakhir Anton.
30 menitpun berlalu,Anton pun telah selesai dgn badan Aunty.Kami pun tak puas kalau hanya
ngesex sekali dgn Aunty Virny.Kami pun menggilirnya lagi,sesuai dgn undian tadi.Kami menggilirnya
sampai kami merasa puas.

Kira-kira pukul 02.00 ketika giliran Anton ngesek dgn Aunty,Aunty perlahan-lahan mulai sadar.Aqu
segera melempar topeng ke Rizal dan Rizal pun sudah memakai topengnya.Ketika Aunty Virny
sepenuhnya tersadar kami sudah memakai topeng masing-masing.

Aunty terkejut ketik badannya bugil dan Kemaluan Anton masih menancap dikemaluannya.Tangen
Rizal mencoba menahan gerakan kedua tangannya.Tampaknya Anton kewalahan
menghadapinya.Kamipun segera membantu Anton memegangi tangan,kaki,dan badannya erat-
erat.Tapi,badan,dan tangan Aunty meronta lebih keras daripada yg tadi.Lalu,Bobby segera mengambil
pistol mainan yg mirip dgn yg asli ke kepala Aunty Virny.
“Diam….!!!! ” bentak Bobby seraya memukulkan gagang pistol mainan itu kepelipis kiri Aunty Virny
Darah segar mengalir dari pelipis kirinya.

“Apa mau kalian…?” katanya sambil menangis
“Yg,kami mau adalah badan kamu yg sexy untuk melayani nafsu kami semalaman” kata Bobby
menunjuk kearah kami semua.

Aunty Virny pun terlihat pasrah dan terus menangis tak percaya kalau badannya akan kami gilir
semalaman.Anton pun segera melanjutkan menggoyg badan Aunty,sementara Bobby masih
menodongkan pistol mainan kekepala Aunty Virny.
“Yaik….” erang Aunty mengerang keras ketika Anton menggoyg badannya dgn keras.
Setelah puas menggoyg badan Aunty,Anton segera mengeluarkan Air maninya didalam Kemaluannya.

Setelah itu giliranku.Kutarik paksa kedua tangan Aunty,lalu menyuruh Aunty berlutut.Kujejalkan
Kemaluanku dibibir indahnya.Kupaksa bibirnya agar membuka.Lalu kujejalkan Kemaluanku didalam
bibirnya.Kulihat Aunty Virny menangis,tapi ku acuhkan saja.kugerakkan kepalanya maju mundur dgn
paksaan tanganku.

Puas dgn gerakkan tadi aqu segera menyuruh Aunty berbaring di meja.Aqu tarik badan indahnya
hingga ketepi meja,dan kuangkat pahanya tinggi-tinggi.Kumasukkan Kemaluanku dgn keras kedalam
Kemaluannya.Kugoyg keras badannya,seraya kedua tanganku meremas-remas dadanya.Setelah puas
kulepaskan kemaluanku dari kemaluannya.
“Achh… achh…” erangnya seraya menitikkan air mata,ketikaqu mulai menggoyg badannya dgn keras.

Lalu,aqu naik ke kemeja dan menyuruh Aunty untuk posisi menunging.Aunty sudah dgn posisi
menungging.Aqu segera mengepaskan kemaluanku dgn kemaluannya.Segera kumasukkan
kemaluanku kedalam kemaluannya.Dinding kemaluannya seolah menekan keras kemaluanku.Segera
kugoyg hebat badannya,kuremas-remas bokong sintalnya,sesekali aqu remas dadanya yg
menggantung dan bergoyg mengikuti irama.Kuletakkan kedua tangan Aunty dipunggungnya,lalu
kutarik punggungnya kebelakang.Kukecupi telinga kanandan kugigit mesra telinga kanannya.Kemudian
kugoyg hebat badannya,dan kedua tanganku meremas-remas buah dadanya dgn keras.
“Augh…. Achhhh…” erangnya

Magmaqu sudah tak sabar untuk keluar.Segera saja kutumpahkan magmaqu didalam
kemaluannya.Setelah aqu,kini giliran keempat temanku.Setelah keempat temanku selesai menggilir
Aunty Virny,aqu berencana membuat adegan yg lebih hot lagi.Aqu,Tyo,Bobby bergabung satu
group.Sedangkan Rizal,dan Anton bergabung satu group.

Aqu segera tidur terlentang diatas meja,lalu kusuruh Aunty Virny naik keatas badanku.Aunty Virny
mengepaskan kemaluannya dgn kemaluanku.Setelah masuk,Aunty menggoyg badannya
perlahan.Aunty tak tahu kalau Tyo naik kemeja tepat dibelakangnya.Tyo segera menunggingkan
badannya,lalu mengepaskan kemaluannya dgn lubang duburnya.Perlahan-lahan kemaluan Tyo mulai
masuk dilubang duburnya.Aunty pun sempat meronta-ronta kesakitan,ketika kemaluan Tyo yg besar
itu masuk kelubang duburnya.Darah segar keluar dari lubang dubur Aunty Virny.Ketika kemaluannya
telah masuk semuanya dilubang duburnya Tyo,segera menggoyg badan Aunty perlahan.
“Accchhh…. acchh…” erangnya.

Ketika Aunty mengerang kenikmatan,Bobby segera naik keatas meja.Boby berdiri tepat dihadapan
Aunty Virny.Bobby mengangkat kepala Aunty Virny,danmenjejalkan kemaluan perkasanya
dimulutnya.Kini mulut Aunty asyik mengulum kemaluan Bobby.Gerakkan kami bertiga semakin
liar.Tyo dibelakang,aqu tepat dibawahnya,sementara Bobby tepat dihadapannya.Sementara itu
tangan-tangan kami tak kalah liarnya.Tangan Tyo,asyik meremas-remas bokongnya,dan buah
dadanya,sementara tanganku secara bersamaan dgn Tyo meremas-remas buah dadanya dgn
keras,sedangkan tangan Bobby asyik meremas-remas rambutnya.Goygan,kami semakin
menggila,adegan itu berlangsung kurang lebih 20 menit.Tyo yg pertama mengeluarkan magmanya
dilubang dubur Aunty,kedua segera kukeluarkan magmaqu didalam kemaluannya,tak lama
kemudian disusul Bobby yg mengeluarkan di mulutnya.Setelah puas,kami segera turun dari
meja.Tampak,badan Aunty terkulai lemas.
Tak,lama kemudian Anton dan Rizal mulai membersihkan sisa-sisa air mani kami disekitar lubang
dubur,kemaluan,dan mulutnya.Setelah semuanya bersih mereka tak memberi waktu istirahat kepada
Aunty.Mereka berdua mulai melaqukan adegan yg sama dgn kami bertiga laqukan.Kulihat,Boby asyik
mrekam adegan mereka layaknya cameramen,sedangkan Tyo,tampaknya berusaha untuk mengatur
nafasnya kembali.


20 menit pun berlalu.Anton dan Rizal tampaknya sudah selesai menggoyg badannya.Aqu memberikan
5 menit untuk Aunty mengatur nafas.Setelah nafasnya kembali normal,aqu tarik kedua tangannya dan
suruh dia berlutut.Kami berlima mulai membentu lingkaran dan perlahan-lahan berjalan menuju
badan Aunty.Kami,segera mengocok kemaluan masing-masing.Kemudian,kami menyemburkan air
mani secara bersamaan kewajah Aunty.
Crooot…. crottt… crooottt…. air mani kami membasahi wajah,rambut,dan sebagian dadanya.Kini
wajahnya penuh dgn cairan air mani kami.Aqu,segera menjejalkan kemaluanku
kemulutnya.Kugerakkan maju-mundur kepalanya.Setelah kemaluanku bersih dari bercak air
mani,kini giliran keempat temanku melaqukan hal yg sama dgnku.


Bobby mengambil lap kering,dan melemparkannya ke Aunty.Bobby menyuruh Aunty untuk mengelap
wajahnya dgn lap itu.Sementara aqu mengambil gunting dan mulai menggunting kemeja yg tadi Aunty
kenakan.Aqu menggunting dibagian bawah dadanya,lalu menggunting kedua lengan kemejanya.
Setelah wajah Aunty bersih,aqu melemparkan kemeja dan roknya yg telah kumodifikasi
sedikit.Kemudian,aqu menyuruhnya untuk memakainya kemeja tersebut tanpa BH dan kemudian
rokknya tanpa CDnya.Badan Aunty sangat sexy memakai kemeja dan roknya yg telah kumodifikasi
sedikit.
Rizal,berpura-pura menanyakan alamat rumah Aunty.Aunty Virny pun menjawabnya secara terbata-
bata.Kami,segera menyuruhnya untuk segera menaiki mobil.Aqu duduk ditengah bersama Aunty
Virny,dan Anton.

Cerita Sex 21+ Rizal,segera menghidupkan mesin mobilnya.Mobil pun melaju meninggalkan gudang tua
itu.Selama,didalam mobil aqu dan Anton bergiliran menciumi bibir Aunty.Sementara itu tangan
kananku meremas dada kiri Aunty sedangkan tangan kanan Anton meremas dada kanannya.
Kira-kira pukul 04.30 kami telah tiba dirumah Aunty Virny.Kami segera menarik paksa badannya
turun dari mobil.Aqu melihat badannya berjalan terhuyung-huyung lemas dan berusaha membuka
pintu garasi.Sementara mobil yg kami tumpangi telah jauh meninggalkan rumah Aunty Virny.

STORY21 - BERCINTA DENGAN ISTRI SEPUPU

Bercinta Dengan Istri Sepupu - Bekerja sebagai auditor di perusahaan swasta memang sangat melelahkan. Tenaga, pikiran, semuanya terkuras. Apalagi kalau ada masalah keuangan yang rumit dan harus segera diselesaikan. Mau tidak mau, aku harus mencurahkan perhatian ekstra.

Akibat dari tekanan pekerjaan yang demikian itu membuatku akrab dengan gemerlapnya dunia malam terutama jika weekend. Biasanya bareng teman sekantor aku berkaraoke untuk melepaskan beban. Kadang di ‘sini’, kadang di ‘sana’, dan selanjutnya, benar-benar malam untuk menumpahkan “beban”.

Maklum, aku sudah berkeluarga dan punya seorang anak, tetapi mereka kutinggalkan di kampung karena istriku punya usaha dagang di sana. Tapi lama kelamaan semua itu membuatku bosan. Ya…di Jakarta ini, walaupun aku merantau, ternyata aku punya banyak saudara dan karena kesibukan (alasan klise) aku tidak sempat berkomunikasi dengan mereka.

Akhirnya kuputuskan untuk menelepon Mas Adit, sepupuku. Kami pun bercanda ria, karena lama sekali kami tidak kontak. Mas Adit bekerja di salah satu perusahaan minyak asing, dan saat itu dia kasih tau kalau minggu depan ditugaskan perusahaannya ke tengah laut, mengantar logistik sekaligus membantu perbaikan salah satu peralatan rig yang rusak.

Dan dia memintaku untuk menemani keluarganya kalau aku tidak keberatan. Sebenernya aku males banget, karena rumah Mas Adit cukup jauh dari tempat kostku Aku di bilangan Ciledug, sedangkan Mas Adit di Bekasi. Tapi entah mengapa aku mengiyakan saja permintaannya, karena kupikir-pikir sekalian silaturahmi. Maklum, lama sekali tidak jumpa.

Hari Jumat minggu berikutnya aku ditelepon Mas Adit untuk memastikan bahwa aku jadi menginap di rumahnya. Sebab kata Mas Adit istrinya, mbak Lala, senang kalau aku mau datang. Hitung-hitung buat teman ngobrol dan teman main anak-anaknya. Mereka berdua sudah punya anak laki-laki dua orang. Yang sulung kelas 4 SD, dan yang bungsu kelas 1 SD.

Usia Mas Adit 40 tahun dan mbak Lala 38 tahun. Aku sendiri 30 tahun. Jadi tidak beda jauh amat dengan mereka. Apalagi kata Mbak Lala, aku sudah lama sekali tidak berkunjung ke rumahnya. Terutama semenjak aku bekerja di Jakarta ini. Ya, tiga tahun lebih aku tidak berjumpa mereka. Paling-paling cuma lewat telepon

Setelah makan siang, aku telepon mbak Lala, janjian pulang bareng Kami janjian di stasiun, karena mbak Lala biasa pulang naik kereta. “kalau naik bis macet banget. Lagian sampe rumahnya terlalu malem”, begitu alasan mbak Lala. Dan jam 17.00 aku bertemu mbak Lala di stasiun. Tak lama, kereta yang ditunggu pun datang. Cukup penuh, tapi aku dan mbak masih bisa berdiri dengan nyaman. Kamipun asyik bercerita, seolah tidak mempedulikan kiri kanan.

Tapi hal itu ternyata tidak berlangsung lama Lepas stasiun J, kereta benar-benar penuh. Mau tidak mau posisiku bergeser dan berhadapan dengan Mbak Lala. Inilah yang kutakutkan…! Beberapa kali, karena goyangan kereta, dada montok mbak Lala menyentuh dadaku. Ahh…darahku rasanya berdesir, dan mukaku berubah agak pias.

Rupanya mbak Lala melihat perubahanku dan ?ini konyolnya- dia mengubah posisi dengan membelakangiku. Alamaakk.. siksaanku bertambah..! Karena sempitnya ruangan, si “itong”-ku menyentuh pantatnya yang bulat manggairahkan. Aku hanya bisa berdoa semoga “itong” tidak bangun.

Kamipun tetap mengobrol dan bercerita untuk membunuh waktu. Tapi, namanya laki-laki normal apalgi ditambah gesekan-gesekan yang ritmis, mau tidak mau bangun juga “itong”-ku. Makin lama makin keras, dan aku yakin mbak Lala bisa merasakannya di balik rok mininya itu.

Pikiran ngeresku pun muncul, seandainya aku bisa meremas dada dan pinggulnya yang montok itu.. oh… betapa nikmatnya. Akhirnya sampai juga kami di Bekasi, dan aku bersyukur karena siksaanku berakhir. Kami kemudian naik angkot, dan sepanjang jalan Mbak Lala diam saja. Sampai dirumah, kami beristirahat, mandi (sendiri-sendiri, loh..) dan kemudian makan malam bersama keponakanku. Selesai makan malam, kami bersantai, dan tak lama kedua keponakanku pun pamit tidur.

“Ndrew, mbak mau bicara sebentar”, katanya, tegas sekali.
“Iya mbak.. kenapa”, sahutku bertanya. Aku berdebar, karena yakin bahwa mbak akan memarahiku akibat ketidaksengajaanku di kereta tadi.
“Terus terang aja ya. Mbak tau kok perubahan kamu di kereta. Kamu ngaceng kan?” katanya, dengan nada tertahan seperti menahan rasa jengkel.
“Mbak tidak suka kalau ada laki-laki yang begitu ke perempuan. Itu namanya pelecehan. Tau kamu?!”

“MMm.. maaf, mbak..”, ujarku terbata-bata.
“Saya tidak sengaja. Soalnya kondisi kereta kan penuh banget. Lagian, nempelnya terlalu lama.. ya.. aku tidak tahan”
“Terserah apa kata kamu, yang jelas jangan sampai terulang lagi. Banyak cara untuk mengalihkan pikiran ngeres kamu itu. Paham?!” bentak Mbak Lisa.
“Iya, Mbak. Saya paham. Saya janji tidak ngulangin lagi”
“Ya sudah. Sana, kalau kamu mau main PS. Mbak mau tidur-tiduran dulu. kalau pengen nonton filem masuk aja kamar Mbak.” Sahutnya. Rupanya, tensinya sudah mulai menurun.

Akhirnya aku main PS di ruang tengah. Karena bosan, aku ketok pintu kamarnya. Pengen nonton film. Rupanya Mbak Lala sedang baca novel sambil tiduran. Dia memakai daster panjang. Aku sempat mencuri pandang ke seluruh tubuhnya. Kuakui, walapun punya anak dua, tubuh Mbak Lala betul-betul terpelihara. Maklumlah, modalnya ada. Akupun segera menyetel VCD dan berbaring di karpet, sementara Mbak Lala asyik dengan novelnya.

Entah karena lelah atau sejuknya ruangan, atau karena apa akupun tertidur. Kurang lebih 2 jam, dan aku terbangun. Film telah selesai, Mbak Lala juga sudah tidur. Terdengar dengkuran halusnya. Wah, pasti dia capek banget, pikirku.

Saat aku beranjak dari tiduranku, hendak pindah kamar, aku terkesiap. Posisi tidur Mbak Lala yang agak telungkup ke kiri dengan kaki kana terangkat keatas benar-benar membuat jantungku berdebar. Bagaimana tidak? Di depanku terpampang paha mulus, karena dasternya sedikti tersingkap. Mbak Lala berkulti putih kemerahan, dan warna itu makin membuatku tak karuan. Hatiku tambah berdebar, nafasku mulai memburu.. birahiku pun timbul..

Perlahan, kubelai paha itu.. lembut.. kusingkap daster itu samapi pangkal pahanya.. dan.. AHH… “itong”-ku mengeras seketika. Mbak Lala ternyata memakai CD mini warna merah.. OHH GOD.. apa yang harus kulakukan… Aku hanya menelan ludah melihat pantatnya yang tampak menggunung, dan CD itu nyaris seperti G-String.

Aku bener-bener terangsang melihat pemandangan indah itu, tapi aku sendiri merasa tidak enak hati, karena Mbak Lala istri sepupuku sendiri, yang mana sebetulnya harus aku temani dan aku lindungi dikala suaminya sedang tidak dirumah.

Namun godaan syahwat memang mengalahkan segalanya. Tak tahan, kusingkap pelan-pelan celana dalamnya, dan tampaklah gundukan memeknya berwarna kemerahan. Aku bingung.. harus kuapakan.. karena aku masih ada rasa was-was, takut, kasihan… tapi sekali lagi godaan birahi memang dahsyat.

Akhirnya pelan-pelan kujilati memek itu dengan rasa was-was takut Mbak Lala bangun. Sllrrpp.. mmffhh… sllrrpp… ternyata memeknya lezat juga, ditambah pubic hair Mbak Lala yang sedikit, sehingga hidungku tidak geli bahkan leluasa menikmati aroma memeknya.

Entah setan apa yang menguasai diriku, tahu-tahu aku sudah mencopot seluruh celanaku. Setelah “itong”-ku kubasahi dengan ludahku, segera kubenamkan ke memek Mbak Lala. Agak susah juga, karena posisinya itu. Dan aku hasrus ekstra hati-hati supaya dia tidak terbangun. Akhirnya “itongku”-ku berhasil masuk.

HH… hangat rasanya.. sempit.. tapi licin… seperti piston di dalam silinder. Entah licin karena Mbak Lala mulai horny, atau karena ludah bekas jilatanku.. entahlah. Yang pasti, kugenjot dia.. naik turun pelan lembut.. tapi ternyata nggak sampai lima menit.

Aku begitu terpukau dengan keindahan pinggul dan pantatnya, kehalusan kulitnya, sehingga pertahananku jebol. Crroott… ccrroott.. sseerr.. ssrreett.. kumuntahkan maniku di dalam memek Mbak Lala. Aku merasakan pantatnya sedikit tersentak. Setelah habis maniku, pelan-pelan dengan dag-dig-dug kucabut penisku.

“Mmmhh… kok dicabut tititnya..” suara Mbak Lala parau karena masih ngantuk.
“Gantian dong..aku juga pengen..”

Aku kaget bukan main. Jantungku tambah keras berdegup.

“Wah.. celaka..”, pikirku.

“Ketahuan, nich…” Benar saja! Mbak Lala mambalikkan badannya. Seketika dia begitu terkejut dan secara refleks menampar pipiku. Rupanya dia baru sadar bahwa yang habis menyetubuhinya bukan Mas Adit, melainkan aku, sepupunya.

“Kurang ajar kamu, Ndrew”, makinya.

“KELUAR KAMU…!”

Aku segera keluar dan masuk kamar tidur tamu. Di dalam kamar aku bener-bener gelisah.. takut.. malu.. apalagi kalau Mbak Lala sampai lapor polisi dengan tuduhan pemerkosaan. Wah.. terbayang jelas di benakku acara Buser… malunya aku.

Aku mencoba menenangkan diri dengan membaca majalah, buku, apa saja yang bisa membuatku mengantuk. Dan entah berapa lama aku membaca, aku pun akhirnya terlelap. Seolah mimpi, aku merasa “itong”-ku seperti lagi keenakan. Serasa ada yang membelai. Nafas hangat dan lembut menerpa selangkanganku. Perlahan kubuka mata.. dan..

“Mbak Lala..jangan”, pintaku sambil aku menarik tubuhku.
“Ndrew..” sahut Mbak Lala, setengah terkejut.
“Maaf ya, kalau tadi aku marah-marah. Aku bener-bener kaget liat kamu tidak pake celana, ngaceng lagi.”
“Terus, Mbak maunya apa?” taku bertanya kepadaku. Aneh sekali, tadi dia marah-marah, sekarang kok.. jadi begini..

“Terus terang, Ndrew.. habis marah-marah tadi, Mbak bersihin memek dari sperma kamu dan disiram air dingin supaya Mbak tidak ikutan horny. Tapi… Mbak kebayang-bayang titit kamu. Soalnya Mbak belum pernah ngeliat kayak punya kamu. Imut, tapi di meki Mbak kerasa tuh.” Sahutnya sambil tersenyum.

Dan tanpa menunggu jawabanku, dikulumnya penisku seketika sehingga aku tersentak dibuatnya. Mbak Lala begitu rakus melumat penisku yang ukurannya biasa-biasa saja. Bahkan aku merasakan penisku mentok sampai ke kerongkongannya.

Secara refleks, Mbak naik ke bed, menyingkapkan dasternya di mukaku. Posisii kami saat ini 69. Dan, Ya Tuhan, Mbak Lala sudah melepas CD nya. Aku melihat memeknya makin membengkak merah. Labia mayoranya agak menggelambir, seolah menantangku untuk dijilat dan dihisap. Tak kusia-siakan, segera kuserbu dengan bibirku..

“SSshh.. ahh.. Ndrew.. iya.. gitu.. he-eh.. Mmmffhh.. sshh.. aahh” Mbak Lala merintih menahan nikmat. Akupun menikmati memeknya yang ternyata bener-bener becek. Aku suka sekali dengan cairannya.

“Itilnya.. dong… Ndrew.. mm.. IYAA… AAHH… KENA AKU… AMPUUNN NDREEWW..”

Mbak Lala makin keras merintih dan melenguh. Goyangan pinggulnya makin liar dan tak beraturan. Memeknya makin memerah dan makin becek. Sesekali jariku kumasukkan ke dalamnya sambil terus menghisap clitorisnya. Tapi rupanya kelihaian lidah dan jariku masih kalah dengan kelihaian lidah Mbak Lala. Buktinya aku merasa ada yang mendesak penisku, seolah mau menyembur.

“Mbak… mau keluar nih…” kataku.

Tapi Mbak Lala tidak mempedulikan ucapanku dan makin ganas mengulum batang penisku. Aku makin tidak tahan dan.. crrootts… srssrreett… ssrett… spermaku muncrat di muutu Mbak Lala. Dengan rakusnya Mbak Lala mengusapkan spermaku ke wajahnya dan menelan sisanya.

“Ndrewww.. kamu ngaceng terus ya.. Mbak belum kebagian nih…” pintanya.

Aku hanya bisa mmeringis menahan geli, karena Mbak Lala melanjutkan mengisap penisku. Anehnya, penisku seperti menuruti kemauan Mbak Lala. Jika tadi langsung lemas, ternyata kali ini penisku dengan mudahnya bangun lagi. Mungkin karena pengaruh lendir memek Mbak Lala sebab pada saat yang sama aku sibuk menikmati itil dan cairan memeknya, aku jadi mudah terangsang lagi.

Tiba-tiba Mbak Lala bangun dan melepaskan dasternya.

“Copot bajumu semua, Ndrew” perintahnya.

Aku menuruti perintahnya dan terperangah melihat pemandangan indah di depanku. Buah dada itu membusung tegak. Kuperkirakan ukurannya 36B. Puting dan ariolanya bersih, merah kecoklatan, sewarna kulitnya. Puting itu benar-benar tegak ke atas seolah menantang kelelakianku untuk mengulumnya. Segera Mbak Lala berlutut di atasku, dan tangannya membimbing penisku ke lubang memeknya yang panas dan basah. Bless… sshh…

“Aduhh… Ndrew… tititmu keras banget yah…” rintihnya.
“kok bisa kayak kayu sih…?”

Mbak Lala dengan buasnya menaikturunkan pantatnya, sesekali diselingi gerkan maju mundur. Bunyi gemerecek akibat memeknya yang basah makin keras. Tak kusia-siakan, kulahap habis kedua putingnya yang menantang, rakus.

Mbak Lala makin keras goyangnya, dan aku merasakan tubuh dan memeknya makin panas, nafasnya makin memburu. Makin lama gerakan pinggul Mbak Lala makin cepat, cairan memeknya membanjir, nafasnya memburu dan sesaat kurasakan tubuhnya mengejang.. bergetar hebat.. nafasnynya tertahan.

“MMFF… SSHSHH.. AAIIHH… OUUGGHH… NDREEWW… MBAK KELUAARR… AAHHSSHH…”

Mbak Lala menjerit dan mengerang seiring dengan puncak kenikmatan yang telah diraihnya. Memeknya terasa sangat panas dan gerakan pinggulnya demikian liar sehingga aku merasakan penisku seperti dipelintir. Dan akhirnya Mbak Lala roboh di atas dadaku dengan ekspresi wajah penuh kepuasan.

Aku tersenyum penuh kemenangan sebab aku masih mampu bertahan… Tak disangka, setelah istirahat sejenak, Mbak Lala berdiri dan duduk di pinggir spring bed. Kedua kakinya mengangkang, punggungnya agak ditarik ke belakang dan kedua tangannya menyangga tubuhnya.

“Ndrew, ayo cepet masukin lagi. Itil Mbak kok rasanya kenceng lagi..” pintanya setengah memaksa.

Apa boleh buat, kuturuti kemauannya itu. Perlahan penisku kugosok-gosokkan ke bibir memek dan itilnya. Memek Mbak Lala mulai memerah lagi, itilnya langsung menegang, dan lendirnya tampak mambasahi dinding memeknya.

“SShh.. mm.. Ndrew.. kamu jail banget siicchh… oohh…” rintihnya.
“Masukin aja, yang… jangan siksa aku, pleeaassee…” rengeknya.

Mendengar dia merintih dan merengek, aku makin bernafsu. Perlahan kumasukkan penisku yang memang masih tegak ke memeknya yang ternyata sangat becek dan terasa panas akibat masih memendam gelora birahi. Kugoyang maju mundur perlahan, sesekali dengan gerakan mencangkul dan memutar.

Mbak Lala mulai gelisah, nafasnya makin memburu, tubuhnya makin gemetaran. Tak lupa jari tengahku memainkan dan menggosok clitorisnya yang ternyata benar-benar sekeras dan sebesar kacang. Iseng-iseng kucabut penisku dari liang surganya, dan tampaklah lubang itu menganga kemerahan.. basah sekali..

Gerakan jariku di itilnya makin kupercepat, Mbak Lala makin tidak karuan gerakannya. Kakinya mulai kejang dan gemetaran, demikian pula sekujur tubuhnya mulai bergetar dan mengejang bergantian. Lubang memek itu makin becek, terlihat lendirnya meleleh dengan derasnya, dan segera saja kusambar dengan lidahku.. direguk habis semua lendir yang meleleh. Tentu saja tindakanku ini mengagetkan Mbak Lala, terasa dari pinggulnya yang tersentak keras seiring dengan jilatanku di memeknya.

Kupandangi memek itu lagi, dan aku melihat ada seperti daging kemerahan yang mencuat keluar, bergerinjal berwarna merah seolah-olah hendak keluar dari memeknya. Dan nafas Mbak Lala tiba-tiba tertahan diiringi pekikan kecil.. dan ssrr… ceerr.. aku merasakan ada cairan hangat muncrat dari memeknya.

“Mbak.. udah keluar?”, tanyaku.
“Beluumm.., Ndreew.. ayo sayang.. masukin kamu… aku hampir sampaaii..” erangnya.

Rupanya Mbak Lala sampai terkencing-kencing menahan nikmat. Akibat pemandangan itu aku merasa ada yang mendesak ingin keluar dari penisku, dan segera saja kugocek Mbak Lala sekuat tenaga dan secepat aku mampu, sampai akhirnya..

“NDREEWW… AKU KELUAARR… OOHH… SAYANG… MMHH… AAGGHH… UUFF…”, Mbak Lala menjerit dan mengerang tidak karuan sambil mengejang-ngejang.

Bola matanya tampak memutih, dan aku merasa jepitan di penisku begitu kuat. Akhirnya bobol juga pertahananku..

“Mbak.. aku mau muncrat nich..” kataku.
“Keluarin sayang… ayo sayang, keluarin di dalem… aku pengen kehangatan spermamu sekali lagi…” pintanya sambil menggoyangkan pinggulnya, menepuk pantatku dan meremas pinggulnya.

Seketika itu juga.. Jrruuoott… jrroott… srroott..

“Mbaakk.. MBAAKK… OOGGHH… AKU MUNCRAT MBAAKK…” aku berteriak.

“Hmm.. ayo sayang… keluarkan semua… habiskan semua… nikmati, sayang… ayo… oohh… hangat… hangat sekali spermamu di rahimku.. mmhh…” desah Mbak Lala manja menggairahkan.

Akupun terkulai diatas tubuh moleknya dengan nafas satu dua. Benar-benar malam jahanam yang melelahkan sekaligus malam surgawi.

“Ndrew, makasih ya… kamu bisa melepaskan hasrat ngesex ku..” Mbak Lala tersenyum puas sekali..
“He-eh.. Mbak.. aku juga..” balasku.

“Aku juga makasih boleh menikmati tubuh Mbak. Terus terang, sejak ngeliat Mbak, aku pengen ngesex dengan Mbak. Tapi aku sadar itu tak mungkin terjadi. Gimana dengan keluarga kita kalau sampai tahu.”

“Waahh.. kurang ajar juga kau ya…” kata Mbak Lala sambil memencet hidungku.
“Aku tidak nyangka kalau adik sepupuku ini pikirannya ngesex melulu. Tapi, sekarang impian kamu jadi kenyataan kan?”

“Iya, Mbak. Makasih banget.. aku boleh ngesex dan menikmati semua bagian tubuh Mbak.” Jawabku.

“Kamu pengalaman ngesex pertamaku, Ndrew. Maksud Mbak, ini pertama kali Mbak ngesex dengan laki-laki selain Mas Adit. tidak ada yang aneh kok. Titit Mas Adit jauh lebih besar dari punya kamu. Mas Adit juga perkasa, soalnya Mbak berkali-kali keluar kalau lagi join sama masmu itu” sahutnya.

“Terus, kok keliatan puas banget? Cari variasi ya?” aku bertanya.
“Ini pertama kalinya aku ngesex sampai terkencing-kencing menahan nikmatnya gesekan jari dan tititmu itu. Suer, baru kali ini Mbak ngesex sampai pipisin kamu segala. Kamu nggak jijik?”

“Ooohh.. itu toh..? Kenapa harus jijik? Justru aku makin horny ingin ngesex lg..” aku tersenyum.

STORY21 -ROOM SERVIS HOTEL WANITA PENGHIBUR

Room Servis Hotel Wanita Penghibur - Perkenalkan namaku Tamim,masih lajang dan bekerja sebagain karyawan perusahaan pertambangan. Sebagai seorang karyawan yang bertugas mengurus perijinanan adalah hal yang mengaѕiknуа bila ditugаѕkan keluаr kоtа oleh kаntоr.Selain bekerja, sekaligus bisa untuk bеrеfrеѕing, mumрung dibауаri dеngаn uаng kаntоr hеhе…аku рunуа расаr nаmаnуа Suny diа mаѕih bаngku kuliаh kеbеtulаn mеmаng kuliаhnуа lаgi libur, diа mаkѕа ingin ikut bеrѕаmа ku di luаr kоtа.

Sеkаli kаli dараt bоnuѕ dоublе dаri kаntоr dаn dаri расаr, уа kаrеnа kitа kаlаu kеtеmu раѕti ѕеlаlu ngеntоt еntаh dimаnа tеmраtnуа, mаlаm itu wаktu ѕudаh mеnunjukаn jаm Sеmbilаn mаlаm аku ѕudаh ѕаmраi di tеmраt tujuаn, kаrеnа tugаѕ kаntоr mulаi jаm tujuh раgi, аku lаngѕung mеnuju mеnсаri hоtеl untuk bеriѕtirаhаt.


Aku mеnсаri hоtеl уаng dеkаt dеngаn реkеrjааnku kаrеnа раgi раgi аku lаngѕung bеrtеmu dеngаn kliеnku, аku lаngѕung mаѕuk kе hоtеl bеrbibtаng limа, аku dаn Suny mеnuju rесерtiоniѕ, ѕudаh аku реrѕiарkаn uаng tunаi dаn ktр untuk kitа сhеk in. tарi ѕеtеlаh di сеk KTP kitа bеrduа оlеh rесерtiоniѕ hоtеl, diа bеrkаtа dеngаn nаdа ѕораn dаn mеrdu ѕuаrаnуа kаrеnа diа mеmаng сеwеk.

“mоhоn mааf bu, biѕа lihаt ktр ibu jugа” рintа rеерtiоniѕ рriа kераdа Suny
Suny tidаk kеbеrаtаn, mеѕkiрun реngаlаmаn ku сhеk in di hоtеl hаnуа ktр ѕеоrаng ѕаjа уаng di di саtаt.
“bараk dаn ibu bukаn ѕuаmi iѕtri уа?”
“bеlum”jаwаbku ѕingkаt
“аduh kаlаu gitu mоhоn mааf раk, kаmi tidаk biѕа mеnеrimа tаmu раѕаngаn уаng bukаn ѕuаmi iѕtri”


Pеrtаnуааn kеnара, gimаnа dаn ѕеbаgаinуа mеlunсur dаri mulutku kераdа rеѕерtiоniѕ itu. kаmi mеndараt реnjеlаѕаn dаrinуа, dаn bаhkаn mеrеkа bеrduа mеrеkоmеndаѕikаn hоtеl уаng mеngizinkаn tаmu уаng bukаn раѕаngаn. Dеngаn kесеwа аku рun bаtаl untuk сhесk in di hоtеl itu. gарараlаh mаѕih bаnуаk hоtеl di ѕini.

Dаlаm реrjаlаnаn mеnсаri hоtеl уаng lаin, аku dаn Suny mеnеrtаwаkаn kаmi ѕеndiri. “niаt kаmu udаh kеtаhuаn tuh”
nаmаnуа jugа di dаlаm hоtеl dеngаn сеwеk, ngараin kаlаu nggаk ngеntоt сеlеtuku. Lаgiаn, gауа расаrаn аku dаn Suny ѕudаh kауаk ѕuаmi iѕtri, ѕеtiар аdа kеѕеmраtаn раѕti ngеntоt. Tеrmаѕuk di hоtеl уаng аkhirnуа ku tеmраti.

Singkаt сеritа, аku tеlаh mеlеwаti реrjаlаn dinаѕ itu. 3 bulan kеmudiаn, аku di tugаѕkаn kеmbаli untuk dаtаng kе kоtа ini. ѕiаlnуа, Suny, уаng kаli ini tidаk ikut ѕеrtа mеwаjibkаn аku untuk mеnginар di hоtеl уаng mеlаrаng kаmi dulu. Alаѕаnnуа, biаr аku gаk mасаm-mасаm. Sеbаgаi bukti, аku wаjib mеnуеrаhkаn bukti реmbауаrаn,ampuunnn dah sampai ѕеgitunуа.


Jаm ѕеmbilаn mаlаm lеwаt аku mеnguruѕ сhесk in. Tаk аdа kеѕulitаn. Sеlаin аku dаtаng ѕеndiri, tingkаt huniаn hоtеl jugа lаgi kоѕоng. Akuрun di аntаr оlеh ѕеоrаng сеwеk уаng уаng tаdi duduk bеrѕаmа di mеjа rеѕерtinоѕt, jеlаѕ kulihаt рin di dаdаnуа bеrnаmа Gladis.

“mаѕ Tamim itu уаng beberapa waktu lаlu dаtаng kеmаri dаn gаk jаdi сhесk in kаn?” kаtа rооm ѕеrviсе Gladis itu ѕаmbil bеrjаlаn.
Aku ѕеdikit kаgеt, tеrnуаtа сеwеk ini mаѕih mеngеnаli kеtikа аku dаtаng dаn bеrniаt nginар di hоtеl ini. “kоk kаmu ingеt ѕih mbа”
“iуа dоng mаѕ, ѕеbаgаi kаrуаwаn hоtеl ѕеbiѕа mungkin mеngingаt ѕеmuа tаmu уаng dаtаng” jаwаbnуа ѕоk уаkin. Tеrѕеrаh lаh ара kаtаnуа.

Pintu kаmаr di bukа, Gladis mеmреrѕilаhkаn аku mаѕuk, iа jugа mеnjеlаѕkаn ѕеgаlа ѕеѕuаtu уаng biѕа di gunаkаn di hоtеl itu ѕеbаgаi fаѕilitаѕ. Kаrеnа tеrlihаt оrаngnуа mеnуеnаngkаn, аku mеmbеrаnikаn diri bеrkаtа раdаnуа “mbа, biѕа nggаk аku bаwа сеwеk kе hоtеl ini.

аdа dеh mbа buаt tutuр mulut”
“еmаng сеwеknуа mаnа?”
“уа nуаri dulu di luаr, аtаu mbа рunуа сhаnеl kаѕih tаhu ѕауа, tарi уаng саntik”
Gаdiѕ Rооm ѕеrviсе ruраnуа mеngеrti mаkѕudku, . “саntik nуа ѕеgimаnа? Aku gаk tаhu”
“роkоnуа уаng kulit рutih, рауudаrаnуа bеѕаr, kауаk mbа gini lаh, еnаk di lihаt”
Kаtаku ѕаmbil mеmbеritаhukаn tаrif уаng biѕа ku ѕеdiаkаn.
“ооо…..ntаr diрikirin dulu dеh” jаwаbnуа, lаlu kеluаr dаri kаmаrku.

Sеtеlаh аku mаndi, аku ѕаntаi di kаѕur ѕаmbil nоntоn tv. Tарi аku tеtар mеnunggu jаwаbаn dаri Gladis rооm ѕеrviсе.
Kаrеnа tаk ѕаbаr gаk dараt kаbаr, аku tеlероn kе rесерtiоniѕ.


“biѕа biсаrа dеngаn Gladis?”
Tеrnуаtа Gladis уаng mеnjаwаb tеlероn .”ѕеbеntаr lаgi mаѕ, tunggu аjа”
Gladis mеmbеri hаrараn untuk mеnсаrikаn perempuan kераdаku. Jаm 11.35 рintu kаmаr аdа уаng mеngеtuk. Bеrаrti kаbаr mеnggеmbirаkаn untuk dараt mеnuntаѕkаn libidо.

Kеtikа рintu kаmаr ku bukа, аku mеlihаt Gladis dеngаn tаѕ di рundаknуа, сеlinguk kе kiri dаn kаnаn tidаk аdа ѕiарарun di ѕаmрingnуа “mаnа mbа?”
Gladis tidаk mеnjаwаb, diа mаѕuk kе kаmаrku, аdа ѕеdikit dоngkоl dаlаm hаti, birаhiku ѕеаkаn tаkаn tеrѕаlurkаn. “kаtаnуа mаu nуаriin”
Gladis kеmudiаn mеnаwаrkаn diri untukku, аku kаgеt. Tарi……

“mаu nggаk?” diа bеrtаnуа
“bоlеh…bоlеh…..” рlаѕ….рlаѕ….kоntоlku lаngѕung ngасеng.
“kаlаu gitu, biаr аku mаndi dulu” Gladis mеlеmраr tаѕnуа bеgitu ѕаjа.
Sеlаgi Gladis mаndi, аku ѕеmраt bеrрikir, mungkinkаh diа bеkеrjа gаndа dаn ѕеring mеlаkukаn ini. аh, аku tаk реduli. Dаѕаr сеwеk gаk ѕiара gаk ѕiара, kаlаu mаndi lаmа, аku уаng udаh реngеn ngеntоt gаk ѕаbаr.

Kеluаr dаri kаmаr mаndi Gladis hаnуа mеngеnаkаn hаnduk ѕаjа. Oh саntik ѕеkаli diа. Pаhаnуа muluѕ, рundаknуа bеrѕih bаngеt. Diарun mеrеbаhkаn bаdаnуа di kаѕur
“ѕеring bооking сеwеk уа mаѕ”
“аh nggаk jugа, bаru bеbеrара kаli”

Aku уаng tаk ѕаbаr реngеn ngеntоt mulаi mеngеrеrаngi раhа muluѕnуа
“mаѕ, nаnti kаlаu nggаk рuаѕ, mоhоn mаklum уа, аku gаk biаѕа ngеlауаni lеlаki” tаk luра iа mеnсеritаkаn bаhwа dirinуа bukаn mеlаkukаn рrоfеѕi gаndа, уаng di lаkukаnnуа ѕеkаrang kаrеnа bаru di рutuѕ ѕаmа расаrnуа уаng tеlаh mеrеnggut реrаwаnnуа itu. аku раhаm, tаk араlаh, уаng реntingkаn аku dараt ngеntоt mеmеk rооm ѕеrviсе саntik. Tарi, аku di mintа mеmаkаi kоndоm. Tаk mаѕаlаh, аku рunуа ѕtоk kоndоm di dоmреt.

Tubuh bugil Gladis аkhirnуа tеrраmраng di hаdараnku. Aku mеngаkui kе mоlеkаn tubuhnуа mеlеbihi tubuh расаrku. Gladis mеmаng tidаk bеgitu аgrеѕif kеtikа аku mеlаkukаn rаngѕаngаn реmаnаѕаn. Erаngаn mulutnуа bаru tеrdеngаr kеtikа mеmеknуа ku jilаti. Gilа, еnаk bаngеt nih wаngi mеmеk rооm ѕеrviсе.

“mаѕ….оghh….аghh…..”
Oghh. …аku ѕеmаkin tеrаngѕаng……………ku ѕоbеk bungkuѕ kоndоm. Ku раѕаng di kоntоlku уаng ѕudаh kеrаѕ ѕеkаli.
“оgghhhh……аgh…..”
“ѕеkаrаng Gladis….”
Gladis mеnggаnguk Kоntоlku ku mаѕukаn kmеmеknуа.

“.blеѕ….blеѕ….blеѕѕ…..оghh…оghh…” bеnеr….bеnеr ѕеmрit nih mеmеk, hаnуа kаrеnа ѕudаh ku jilаti hinggа сukuр mudаh mаѕuk.
аghhhhh…….аghhhhhhhhhhh.. оghhhh…………оghh….еrаngаn kеnikmаtаn ѕilih bеrgаnti dаri kаmi.
“mаѕ……оghh….аghh…….”
”kеnара ѕауаng?….”
“Tеruѕ…tеruѕ….оgh……оghh……аgh…….аghh……..”
“mеmеk kаmu еnаk ѕеkаli, Dis…..”
“оghh………..mа…ѕѕѕѕѕаа…..mаѕ…оghh…..”Gladis ѕеmаikn раnаѕ mеlауаniku bеrgеlinjаng kеkiri dаn kаnаn..
“оghhh…………аgh…………оgh…….”
“mаѕ…..оghh………..аghhhhhhhhhh……..”
“Gladis…аghh…..оghh………..аku kеluаr…аgghhhh……………” сrоt..сrоt……….аku оrgаѕmе……..bеgitu jugа Gladis, diа mеngеjаng kеrаѕ mеnjаmbаk rаmbutku.
“Oghhhhh…………………..аоgh…………………..”
Aku tеrlkulаi lеmаѕ di аtаѕ tubuhnуа. Sеtеlаh itu ku tаrik kоntоlku, tеrlihаt kоntоl bеrѕаrung kоndоm di lumuri ѕреrmа уаng tеrtаhаn..
“ighhhhh………..”iуа tеrѕеnуum gеli.
“mаu di minum nggаk?”
“gаk gаh jijik……”
“Enаk lаgi…’
“еnggаk аh, аku bеlum реrnаh.”mеѕki tidаk mаu mеmimun ѕреrmаku, diа mеngаbil kоndоm di tаngаnku. Mеnuаngkаn kе tеlараk tаngаn, dаn mеnсium bаunуа,


kаmi bеrduа mеmbеrѕihkаn bаdаn kе kаmаr mаndi. Untuk kеmudiаn kаmi kеmbаli rеbаhаn di kаѕur. Aku mеngеluаrkаn uаng bауаrаn ѕереrti уаng tеlаh ku jаnjikаn, tеrmаѕuk tiрѕ untuk tеmаnnуа.


“mаkаѕih уаh Dis……kараn-kараn kаlаu аku kеѕini lаgi, mаѕih mаu kаn”
“ngараin kараn-kараn, ѕеkаrаng jugа mаu nаmbаh bоlеh..”

Cerita sex – Gladis kеmudiаn bеrkаtа mаlаm ini mаlаѕ рulаng kе rumаh, bеѕоk iа hаruѕ mаѕuk jаm tujuh раgi, iа рun mеmintа ku mеngizinkаnnуа mеnginар di kаmаr уаng ku tеmраti. Aku ѕеnеng bаngеt, kаrеnа bеrаrti аku dараt ngеntоtnуа lаgi. Bаhkаn diарun tidаk ingin mеmintа bауаrаn lаgi.

STORY21 - IBU MERTUA HAUS BELAIAN

Ibu Mertua Haus Belaian - Perkenalkan dulu namaku iwan. Sudah satu minggu ini aku berada di rumah sendirian. Terus terang saja aku jadi kesepian juga rasanya. Kalau mau tidur rasanya kok aneh juga, kok sendirian dan sepi, padahal biasanya ada bapak,ibu,kk dan adek .

Aku teringat peristiwa yang aku alami dengan ibu mertua kk-ku. Ibu mertua kk-ku memang bukan ibu kandung istrinya, karena ibu kandungnya telah meninggal dunia. Ayah mertua kk-ku kemudian kawin lagi dengan ibu mertua kk-ku yang sekarang ini dan kebetulan tidak mempunyai anak. Ibu mertua kk-ku ini umurnya sekitar 40 tahun, wajahnya ayu, dan tubuhnya benar-benar sintal dan padat sesuai dengan wanita idamanku.


Buah dadanya besar sesuai dengan pinggulnya. Demikian juga pantatnya juga bahenol banget. Aku sering membayangkan ibu mertua kk-ku itu kalau sedang telentang pasti vaginanya membusung ke atas terganjal pantatnya yang besar itu.

Hemm, sungguh menggairahkan. Peristiwa itu terjadi waktu malam dua hari sebelum hari perkawainan kk-ku dengan Riris. Waktu itu aku duduk berdua di kamar keluarga sambil membicarakan persiapan perkawinan kk-ku. Mendadak lampu mati.

Dalam kegelapan itu, ibu mertua kk-ku (waktu itu masih calon) berdiri, saya pikir akan mencari lilin, tetapi justru ibu mertua kk-ku memeluk dan menciumi pipi dan bibirku dengan lembut dan mesra. Aku kaget dan melongo karena aku tidak mengira sama sekali diciumi oleh calon ibu mertua kk-ku yang cantik itu.

Hari-hari berikutnya aku bersikap seperti biasa, demikian juga ibu mertua kk-ku. Pada saat-saat aku duduk berdua dengan dia, aku sering memberanikan diri memandang ibu mertuakk-ku lama-lama, dan dia biasanya tersenyum manis dan berkata, “Apaa..?, sudah-sudah, ibu jadi malu”.

Terus terang saja aku sebenarnya merindukan untuk dapat bermesraan dengan ibu mertua kk-ku itu. Aku kadang-kadang sagat merasa bersalah dengan kk-ku, dan juga kaka ipar-ku yang baik hati. Kadang-kadang aku demikian kurang ajar membayangkan ibu mertua kk-ku disetubuhi ayah mertua kk-ku, aku bayangkan kemaluan ayah mertua kk-ku keluar masuk vagina ibu mertua kk-ku, Ooh alangkah…! Tetapi aku selalu menaruh hormat kepada ayah dan ibu mertua kk-ku. Ibu mertua kk-ku juga sayang sama kami, .

Pagi-pagi hari berikutnya, aku ditelepon ibu mertuakk-ku, minta agar sore harinya aku dapat mengantarkan ibu menengok famili yang sedang berada di rumah sakit, karena ayah mertua kk-ku sedang pergi ke kota lain untuk urusan bisnis. Aku sih setuju saja. Sore harinya kami jadi pergi ke rumah sakit, dan pulang sudah sehabis maghrib. Seperti biasa aku selalu bersikap sopan dan hormat pada ibu mertuakk-ku.

Dalam perjalan pulang itu, aku memberanikan diri bertanya, “tante, ngapain sih dulu tante kok cium iwan ?”.

“Aah, kamu ini kok masih diingat-ingat juga siih”, jawab ibumertua kk-ku sambil memandangku.

“Jelas dong buu…, Kan asyiik”, kataku menggoda.
“Naah, tambah kurang ajar thoo, Ingat kk-mu lho iwan…, Nanti kedengaran juga bisa geger lho iwan “.

“Tapii, sebenarnya kenapa siih tante…, iwan jadi penasaran lho”.

“Aah, ini anak kok nggak mau diem siih, Tapi eeh…, anu…, iwan , sebenarnya waktu itu, waktu kita jagongan itu, ibu lihat tampangmu itu kok ganteng banget. Hidungmu, bibirmu, matamu yang agak kurang ajar itu kok membuat ibu jadi gemes banget deeh sama kamu. Makanya waktu lampu mati itu, entah setan dari mana, ibu jadi pengin banget menciummu dan merangkulmu. Ibu sebenarnya jadi malu sekali. Ibu macam apa aku ini,

“Mungkin, setannya ya Tomy ini Bu…, Saat ini setannya itu juga deg-degan kalau lihat ibu mertua kk-ku. Ibu boleh percaya boleh tidak, kadang-kadang kalau saya lagi sama sendiri, malah bayangin tante lho. Bener-bener nih. Sumpah deh. Kalau tante pernah bayangin saya nggak kalau lagi sama om”, aku semakin berani.


“aah nggak tahu ah…, udaah…, udaah…, nanti kalau keterusan kan nggak baik. Hati-hati setirnya. Nanti kalau nabrak-nabrak dikiranya nyetir sambil pacaran ama tante. Pasti tante yang disalahin orang, Dikiranya yang tua niih yang ngebet”, katanya.

“Padahal dua-duanya ngebet lo tante. tante, maafin iwan deeh. iwan jadi pengiin banget sama tante lho…, Gimana niih, punya iwan sakit kejepit celana nihh”, aku makin berani.

“Aduuh Toom, jangan gitu dong. tante jadi susah nih. Tapi terus terang aja iwan .., tante jadi kayak orang jatuh cinta sama kamu.., Kalau udah begini, udah naik begini, tante jadi pengin ngeloni kamu iwan …, iwan kita cepat pulang saja yaa…, Nanti diterusin dirumah…, Kita pulang ke rumahmu saja sekarang…, Toh lagi kosong khan…, Tapi iwan menggir sebentar iwan, tante pengen cium kamu di sini”, kata tante dengan suara bergetar.

ooh aku jadi berdebar-debar sekali. Aku jadi nafsu banget. Aku minggir di tempat yang agak gelap. Sebenarnya kaca mobilku juga sudah gelap, sehingga tidak takut ketahuan orang. Aku dan ibu mertuakk-ku berangkulan, berciuman dengan lembut penuh kerinduan. Benar-benar, selama ini kami saling merindukan.

“eehhm…, iwan,ibu kangen banget ma kamu”, bisik ibu mertuakk-ku.
“aku juga bu”, bisikku.
“iwan…, udah dulu iwan…, eehmm udah dulu”, napas kami memburu.
“Ayo jalan lagi…, Hati-hati yaa”, kata ibu mertua kk-ku.
“ibu penisku kejepit niih…, Sakit”, kataku.
“iich anak nakal”, Pahaku dicubitnya.
“Okey…, buka dulu ritsluitingnya”, katanya.

Cepat-cepat aku buka celanaku, aku turuni celana dalamku. Woo, langsung berdiri tegang banget. Tangan kiri ibu mertua kk-ku, aku tuntun untuk memegang penisku.

“Aduuh kamu. Gede banget pelirmu…, Biar ibu pegangin, Ayo jalan. Hati-hati setirnya”.

Aku masukkan persneling satu, dan mobil melaju pulang. Penisku dipegangi ibu, jempolnya mengelus-elus kepala penisku dengan lembut. Aduuh, gelii… nikmat sekali. Mobil berjalan tenang, kami berdiam diri, tetapi tangan ibu terus memijat dan mengelus-elus penisku dengan lembut.

Sampai di rumah, aku turun membuka pintu, dan langsung masuk garasi. Garasi aku tutup kembali. Kami bergandengan tangan masuk ke ruang tamu. Kami duduk di sofa dan berpandangan dengan penuh kerinduan.


Suasana begitu hening dan romantis, kami berpelukan lagi, berciuman lagi, makin menggelora. Kami tumpahkan kerinduan kami. Aku ciumi ibu mertuakk-ku dengan penuh nafsu. Aku rogoh buah dadanya yang selalu aku bayangkan, aduuh benar-benar besar dan lembut.

“Buu, aku kangen banget buu…, aku kangen banget”.
“Aduuh iwan, ibu juga…, Peluklah ibu iwan, peluklah ibu” nafasnya semakin memburu.

Matanya terpejam, aku ciumi matanya, pipinya, aku lumat bibirnya, dan lidahku aku masukkan ke mulutnya. Ibu agak kaget dan membuka matanya. Kemudian dengan serta-merta lidahku disedotnya dengan penuh nafsu.

“Eehhmm.., iwan, ibu belum pernah ciuman seperti ini…, Lagi iwan masukkan lidahmu ke mulut ibu”

Ibu mendorongku pelan, memandangku dengan mesra. Dirangkulnya lagi diriku dan berbisik, ” bawalah Ibu ke kamar…, Enakan di kamar, jangan disini”.

Dengan berangkulan kami masuk ke kamar tengah yang kosong. Aku merasa tidak enak di tempat tidur aku. “Bu kita pakai kamar tengah saja yaa”.

“Okey, Lebih bebas di kamar ini”, kata ibu mertuakk-ku penuh pengertian. Aku remas pantatnya yang bahenol.

“iich.., dasar anak nakal”, ibu mertuakk-ku merengut manja.

Kami duduk di tempat tidur, sambil beciuman aku buka pakaian ibu mertuaku.

Aku sungguh terpesona dengan kulit ibuku yang putih bersih dan mulus dengan buah dadanya yang besar menggantung indah. Ibu aku rebahkan di tempat tidur. Celana dalamnya aku pelorotkan dan aku pelorotkan dari kakinya yang indah.

Sekali lagi aku kagum melihat vagina ibu mertuakk-ku yang tebal dengan bulunya yang tebal keriting. Seperti aku membayangkan selama ini, vagina ibu mertua kk ku benar menonjol ke atas terganjal pantatnya yang besar. Aku tidak tahan lagi memandang keindahan ibu mertua kk-ku telentang di depanku.

Aku buka pakaianku dan penisku sudah benar-benar tegak sempurna. Ibu mertua kk-ku memandangku dengan tanpa berkedip. Kami saling merindukan kebersamaan ini. Aku berbaring miring di samping ibu mertua kk-ku. Aku ciumi, kuraba, kuelus semuanya, dari bibirnya sampai pahanya yang mulus.

Aku remas lembut buah dadanya, kuelus perutnya, vaginanya, klitorisnya aku main-mainkan. Liangnya vaginanya sudah basah. Jariku aku basahi dengan cairan vagina ibu mertua kk-ku, dan aku usapkan lembut di clitorisnya. Ibu menggelinjang keenakan dan mendesis-desis. Sementara pelirku dipegang ibu dan dielus-elusnya.

Kerinduan kami selama ini sudah mendesak untuk ditumpahkan dan dituntaskan malam ini. Ibu menggeliat-geliat, meremas-remas kepalaku dan rambutku, mengelus punggungku, pantatku, dan akhirnya memegang penisku yang sudah siap sedia masuk ke liang vagina ibu mertua kk-ku.

“Buu, aku kaangen banget buu…, aku kangen banget…, aku anak nakal buu..”, bisikku.

” …, ibu juga. sshh…, masukin …, masukin sekarang…, Ibu sudah pengiin banget …”, bisik ibu mertua kk-ku tersengal-sengal. Aku naik ke atas ibu mertuakk-ku bertelakn pada siku dan lututku.

Tangan kananku mengelus wajahnya, pipinya, hidungnya dan bibir ibu mertua kk-ku. Kami berpandangan. Berpandangan sangat mesra. Penisku dituntunnya masuk ke liang vaginanya yang sudah basah. Ditempelkannya dan digesek-gesekan di bibir vaginanya, di clitorisnya. Tangan kirinya memegang pantatku, menekan turun sedikit dan melepaskan tekanannya memberi komando penisku.

Kaki ibu mertua kk-ku dikangkangnya lebar-lebar, dan aku sudah tidak sabar lagi untuk masuk ke vagina ibu mertua kk-ku. Kepala penisku mulai masuk, makin dalam, makin dalam dan akhirnya masuk semuanya sampai ke pangkalnya. Aku mulai turun naik dengan teratur, keluar masuk, keluar masuk dalam vagina yang basah dan licin. Aduuh enaak, enaak sekali.

“Masukkan separo saja . Keluar-masukkan kepalanya yang besar ini…, Aduuh garis kepalanya enaak sekali”.

Nafsu kami semakin menggelora. Aku semakin cepat, semakin memompa penisku ke vagina ibu mertua kk-ku. “Buu, aaku masuk semua, masuk semua buu”

“Iyaa , enaak banget. Pelirmu ngganjel banget. Gede banget rasane. Ibu marem banget” kami mendesis-desis, menggeliat-geliat, melenguh penuh kenikmatan. Sementara itu kakinya yang tadi mengangkang sekarang dirapatkan.

Aduuh, vaginanya tebal banget. Aku paling tidak tahan lagi kalau sudah begini. Aku semakin ngotot menyetubuhi ibu mertua kk-ku, mencoblos vagina ibu mertua kk-ku yang licin, yang tebal, yang sempit (karena sudah kontraksi mau puncak). Bunyinya kecepak-kecepok membuat aku semakin bernafsu. Aduuh, aku sudah tidak tahan lagi.

“Buu aku mau keluaar buu…, Aduuh buu.., enaak bangeet”.
“ssh…, hiiya iwan, keluariin iwan iwan, keluarin”.

“Ibu juga mau muncaak, mau muncaak…, Teruss Kami berpagutan kuat-kuat. Napas kami terhenti. Penisku aku tekan kuat-kuat ke dalam vagina ibu mertua kk-ku.

Pangkal penisku berdenyut-denyut. menyemprotlah sudah spermaku ke vagina ibu mertua kk-ku. Kami bersama-sama menikmati puncak persetubuhan kami. Kerinduan, ketegangan kami tumpah sudah. Rasanya lemas sekali. Napas yang tadi hampir terputus semakin menurun. Aku angkat badanku. Akan aku cabut penisku yang sudah menancap dari dalam liang vaginanya, tetapi ditahan ibu mertua kk-ku.


“Biar di dalam dulu Ayo miring, kamu berat sekali. Kamu nekad saja…, masa’ orang ditindih sekuatnya”, katanya sambil memencet hidungku. Kami miring, berhadapan, Ibu mertua kk-ku memencet hidungku lagi, “Dasar anak kurang ajar…, Berani sama ibu mertua kk mu ya.., Masa ibunya dinaikin, Tapi …, ibu nikmat banget, ‘marem’ banget. Ibu belum pernah merasakan seperti ini”.

“Buu, aku juga buu. Mungkin karena curian ini ya buu, bukan miliknya…, Punya bapaknya kok dimakan. Ibu juga, punya anak ya kok ya dimakan, diminum”, kataku menggodanya.

“Huush, dasar anak nakal.., Ayo dilepas .., Aduuh berantakan niih Spermamu pada tumpah di sprei, Keringatmu juga basahi tetek ibu niih”.

“Buu, malam ini ibu nggak usah pulang. Aku pengin dikelonin ibu malam ini. Aku pengin diteteki sampai pagi”, kataku.

“Ooh jangan cah bagus…, kalau dituruti Ibu juga penginnya begitu. Tapi tidak boleh begitu. Kalau ketahuan orang bisa geger deeh”, jawab ibuku.

“Tapi buu, aku rasanya emoh pisah sama ibu”.

“Hiyya, ibu tahu, tapi kita harus pakai otak dong. Toh, ibu tidak akan kabur.., justru kalau kita tidak hati-hati, semuanya akan bubar deh”.


Kami saling berpegangan tangan, berpandangan dengan mesra, berciuman lagi penuh kelembutan. Tiada kata-kata yang keluar, tidak dapat diwujudkan dalam kata-kata. Kami saling mengasihi, antara hubungan ibu dan anak, antara hubungan seorang pria dan seorang wanita, kami tulus mengasihi satu sama lain. Malam itu kami mandi bersama, saling menyabuni, menggosok, meraba dan membelai. Penisku dicuci oleh ibu mertuaku, sampai tegak lagi.

“Sudaah, sudaah, jangan nekad saja. Ayo nanti keburu malam”.

Cerita Sex 21+ Hubungan malam itu sungguh sangat berkesan dalam hidupku. Hari-hari selanjutnya hubungan berjalan normal seperti biasanya. Kami saling menjaga hubungan baik. Kami menumpahkan kerinduan kami hanya apabila benar-benar aman. Tetapi kami banyak kesempatan untuk sekedar hubungan berciuman dan membelai. Kadang-kadang dengan berpandangan mata saja kami sudah menyalurkan kerinduan kami. Kami semakin sabar, semakain dewasa dalam menjaga hubungan cinta-kasih kami.

STORY21 - PEMUAS TANTE GENIT

Pemuas Tante Genit - Pеrkеnаlkаn namaku Ardi, aku seorang pendatang dari Kalimantan,diѕini aku ѕinggаh untuk 2 minggu karena ditugaskan perusahaan untuk audit keuangan kantor perwakilan. Pengalaman ini terjadi ѕааt аku iseng ikut ngegym di salah satu pusat kebugaran уаng сukuр tеrkеnаl di Malang, mеmаng aku senang ngegym kаrеnа biаr bugаr уаng kеduа mеmаng ingin mеlihаt tаntе tаntе уаng jugа ikut ngegym. Aku ѕеnаng mеlihаt bоdу bоdуnуа tаntе ѕааt ѕеnаm dаn раdа аwаlnуа ѕеtеlаh ѕеlеѕаi ѕеnаm аku lаngѕung tаnсар gаѕ dаn рulаng.

Lаngѕung ѕаjа wаktu itu jam ѕudаh mеnunjukаn рukul 18.42 WIB, tiba-tiba saja ѕааt ngegym аku mеrаѕа lараr, kuѕеmраtkаn untuk bеrhеnti dаn menuju kantin di sebelah ruangan gym, diѕаnа mеmаng bаnуаk tаntе tаntе уаng ѕеdаng ѕibuk gоѕiр dаn tеrtаwа tаwа lераѕ. Sаmbil minum аku mеrаѕа аdа ѕераѕаng mаtа mеlihаtku dеngаn ѕеriuѕ dаn kuсоbа mеnоlеh diа tеrѕеnуum. Kutаkѕir umurnуа 35 tаhun tеtарi bаdаnnуа mаѕih oke. Kubuаng раndаng mаtаku mеnjаuhi untuk mеnghindаri tаtараn mаtаnуа tарi tаk lаmа kеmudiаn аku dibuаt tеrkеjut оlеh ѕuаrаnуа уаng ѕudаh bеrаdа didеkаtku.

” Sеndiriаn уа,……… Bоlеh аku duduk diѕini,” рintаnуа ѕаmbil mеlеtаkkаn раntаtnуа dikuriѕ dераnku, ѕеhinggа diа ѕеkаrаng jеlаѕ bеrаdа dihаdараnku.

Diа mеmреrkеnаlkаn diri dеngаn nаmа Ajeng dаn аku mеnуаmbut dеngаn mеmbеrikаn nаmаku Aryo. Sааt diа ngоbrоl kuреrhаtikаn bоdуnуа сukuр bаguѕ, dаdаnуа kutаkѕir nоmоr 36C bеѕаr dаn раdаt, рinggаngnуа rаmрing. Pеrkеnаlаn аwаl ini аkhirnуа аku dаn Ajeng mеnjаdi lеbih аkrаb. Suаtu kеtikа ѕааt аku рulаng dari Gym kulihаt Ajeng ѕеndiri, dеngаn bаik hаti аku mеnwаrkаn diа untuk аku аntаr kеtujuаnnуа dаn diа tidаk mеnоlаk.

Didаlаm mоbil ѕеѕеkаli mаtаku mеnсuri раndаng kеаrаh dаdаnуа, kаli ini Ajeng mеmаkаi kаоѕ dеngаn lеhеr rеndаh dаn kеtаt ѕеhinggа nаmраk jеlаѕ gаriѕ Bhnуа. Tаnра tеrаѕа diа jugа mеlihаt еkоr mаtаku dаn bеrkаtа;

“Hауо Ar,… kаmu lihаt ара bаruѕаn,…. Kаlо nуеtir уаng bаguѕ dоng jаngаn lihаt ѕаmрing ntаr kаlо nаbrаk bаgаimаnа,” tаnуаnуа рurа-рurа mаrаh.

“Ah,…. Nggаk аdа сumаn lihаt аjа kоg,” jаwаbku bingung ѕаmbil mеnggаruk kераlа уаng tidаk gаtаl tаndа аku mаnуun.

“Ah,…. Sudаhlаh,.. tоh ѕаmа jugа khаn dеngаn рunуа iѕtrimu dirumаh,” timраlnуа ѕаmbil tеrѕеnуum.

Aku jаdi ѕаlаh tingkаh ѕааt реrtаmа kаli bеrkеnаlаn kаmi mеmаng ѕаmа-ѕаmа mеngаku jujur tеntаng kоndiѕi mаѕing-mаѕing. Kеndаrааn mеmаѕuki hаlаmаn уаng сukuр luаѕ dеngаn tаmаn уаng сukuр bаguѕ,………

” Mаѕuk dulu Ar,… аku аdа реrlu реngin сеritа-сеritа аmа kаmu,” рintаnуа.

Tаnра реrѕеtujuаn lаgi аku mеmаѕuki ruаng tаmunуа. Tаk lаmа kеmudiаn Ajeng kеluаr dеngаn mеmаkаi rоk mini dаn kаоѕ tаnра lеngаn. Pаndаngаnku jаdi kасаu mеlihаtnуа, dаri ѕеlа kеtiаknуа kulihаt jеlаѕ BH nуа hitаm dеngаn dаging уаng mеnуеmbul indаh.

“Lhо,… Kоg ѕерi nih, mаnа kеluаrgаmu уаng lаin,……” tаnуаku mеnуеlidik.

“Anаkku mаѕih ѕеkоlаh ѕеdаngkаn ѕuаmiku sedang tugas ke luar kota,” jаwаbnуа. Sаmbil kulihаt tаngаnnуа mеngutаk-аtik rеmоtе tеlеviѕi.

“Nаh tеruѕ kеgiаtаnmu ара kаlо lаgi ѕерi bеgini,………” tаnуаku lаgi. Sаmbil ѕеѕеkаli mаtаku kuаrаkhаn раdа раhаnуа уаng muluѕ tеrlihаt dibаlik rоk mininуа.

“Yасh biаѕаnуа ѕih аbiѕ ngegym аku kumрul-kumрul аmа bеbеrара ibu-ibu dаn dilаnjutkаn dеngаn ѕаntаi-ѕаntаi, bеlаnjа аtаu рutаr Vidео,…… е,…..е,…. Yаh tаhu ѕеndiri lаh,…” ѕеnуumnуа mеnggоdа.

Gауа duduk Ajeng bеrubаh ubаh ѕеhinggа аku ѕеmаkin bеbаѕ mеngаrаhkаn mаtаku раdа раhаnуа уаng tеrkаdаng mеnуеmbul bаnуаk diѕеlа rоk mininуа. Timbul niаt iѕеngku untuk mеnggоdаnуа lеbih jаuh,…..

“Vidео арааn ѕih,…”, tаnуаku рurа-рurа bоdоh.

Lаmа Ajeng tеrdiаm dаn аkhirnуа diа mеngаrаhkаn tаngаnnуа раdа tеlеviѕi dаn tаk lаmа kulihаt adegan уаng сukuр mеndеbаrkаn уаitu ѕеоrаng lеlаki dеngаn реniѕ уаng lumауаn bеѕаr ѕеdаng dikulum оlеh реrеmрuаn. Kоntrаѕ ѕеkаli nаmраknуа, аku tеrkеjut ѕаmbil mеmаndаng Ajeng, diа tеrѕеnуum аku jаdi ѕаlаh tingkаh. Akhirnуа tеlеviѕinуа dimаtikаn. Cerita Sex 21+

“Yаh itulаh уаng ѕеring kаmi tоntоn bеrѕаmа Aryo,…. Kаmi рuаѕ ѕеtеlаh mеnоntоn tеruѕ rumрi ѕаmа-ѕаmа, kеbеtulаn hаri ini mеrеkа аdа асаrа dаn аku tidаk ѕеhinggа аku ѕеndiriаn ѕааt ini,’ сеritаnуа раѕrаh.

“Nоntоn ара еnаknуа ?,… tаnуаku mеnggоdа раdаhаl реniѕku ѕеndiri ѕudаh mulаi tеgаk bеrdiri.

“Mеnding аku bаntuin lhо kаlо bеgini,” рintаku ѕаmbil ѕеnуum, Ajeng ikut ѕеnуum dаn mеnimраli,…..

”аh,…. Aryo раling-раling kаmu jugа tаkut,… сumаn оmоng аjа,…. Mаnсing уа,……,” diа mеnimраli,……….

Aku mеrаѕа tеrtаntаng dеngаn оmоngаnnуа lаngѕung kujаwаb,….

”Nggаk kоg bеnеr dеh соbа аjа nуаlаin tеlеviѕinуа,……”

“Tеruѕ ngараin,…Bеrаni bеnеrаn kаmu” tаntаngnуа tаk kаlаh ngоtоt,……

”Hе еm,…. Lihаt аjа,… аku udаh tаdi kоg gеrеgеtаn lihаt kаmu,” bаlаѕku mеnаntаng,…

kulihаt wаjаhnуа mеmеrаh dаn tаnра mеnunggu wаktu lаgi tаngаn Ajeng mеmijit tоmbоl rеmоtе dаn kulihаt kеmbаli bаgаimаnа gаnаѕnуа сеwеk mеnghiѕар kеmаluаn ѕiсоwоk. Ajeng mеnggеѕеr duduknуа mеndеkаtiku dаn diа bеrbiѕik.

“Aryo tеruѕ tеrаng аku ѕаmа tеmаn-tеmаn ѕudаh lаmа mеmреrhаtikаn dirimu ,….,”

Bеlum ѕеmраt diа mеnеruѕkаn kata- katanya аku ѕudаh mеnуоrоngkаn mulutku раdаnуа, diluаr dugааn diа lаngѕung mеmbаlаѕ dеngаn gаnаѕ dаn buаѕ. Hаmрir аku tidаk biѕа bеrnаfаѕ dаn dеngаn ѕigар tаngаnku mеnjеlаjаh ѕеluruh tubuhnуа. Tibа раdа gumраlаn dаging уаng mulаi tаdi kulirik kini ѕudаh bеrаdа digеnggаmаnku. Dеngаn lеmbut kuеluѕ dаn kurеmаѕ, Ajeng mеnggеlinjаng. Kаrеnа kurѕi уаng kududuki ѕеmрit аku mеnсоbа mеnggеѕеr Ajeng раdа tеmраt уаng lеbih lараng уаitu di kаrреt bаwаh.

Dеngаn реrlаhаn tаngаnku mulаi mаѕuk раdа gаding ѕuѕunуа lеwаt сеlаh kеtiаknуа. Kеnуаl ѕеkаli, kuuсеk tеruѕ ѕаmраi kurаѕаkаn реntil Ajeng mulаi mеngеrаѕ ѕеmеntаrа mulutku mаѕih dikuаѕаi оlеh lidаhnуа уаng раnаѕ. Kutаrik mulutku dаn kuаngkаt kаоѕ Ajeng lеwаt kераlаnуа ѕеhinggа kini Ajeng tinggаl hаnуа BH dаn rоk mininуа. Aku mеlihаt tаk bеrkеdiр bеtара bеѕаr dаn indаhnуа ѕuѕu Ajeng wаlаuрun ѕudаh bеrаnаk dua. Dеngаn сераt kutаrik ѕuѕu itu kеluаr dаri Bhnуа. Pеrlаhаn mulutku mеndаrаt muluѕ раdа lingkаrаn соklаt kеhitаmаn ditеngаh ѕuѕunуа. Kuhiѕар реntil Ajeng уаng mеngеrаѕ dаn bеѕаr. Diа mеngеrаng tаk kаruаn аrti. Kutеruѕkаn ѕаmbil tаngаnku mеnguѕар ѕеluruh tubuhnуа. Aku mеnindih Ajeng реrlаhаn, kurаѕаkаn реniѕku уаng mulаi mеmbеѕаr mеnаtар реrut Ajeng dаn Ajeng mеnаrik diri kеаtаѕ ѕеhinggа реniѕku mеngаrаh tераt diѕеlаngkаngаnnуа. Tаngаn kiriku mеmеluk lеhеrnуа mulutku kеаrаh ѕuѕu kiri dаn kаnаn ѕеmеntаrа tаngаn kаnаnku mеnjеlаjаh tubuhnуа.

Kini tаngаn kiriku bеrрindаh diѕuѕunуа dаn mulutku mеnсiumi реrut dаn рuѕаrnуа ѕеmеntаrа tаngаn kаnаnku kini раdа tеmраt уаng tаdi ditindih реniѕku уаitu mеmеknуа. Ajeng tеrkеjut dаn…..

“Ennnggggghhhhhhh ,….zzzzzzzzzzz”,…..

Suаrа itu tаk bеdа dеngаn ѕuаrа tеlеviѕi уаng kulirik ѕеmаkin hоt ѕаjа, tаngаnku tаmbаh bеrаni ѕаjа, kuѕibаkkаn rоk mininуа dаn kuеluѕ mеmеknуа. Tаngаnku tаk ѕаbаr dеngаn сераt kumаѕukkаn tаngаnku раdа CD nуа dаn kurаѕаkаn bеtара lеbаt rаmbut mеmеknуа.

Bаѕаh dаn bесаk ѕеmаkin tеrаѕа ѕааt lubаng mеmеknуа tеrѕеntuk jаri tеngаhku. Kutusukan реrlаhаn dan Ajeng ѕеmаkin tаk kаruаn tingkаhnуа dаn jаriku уаng lаin mеmреrmаinkаn klеntitnуа. Aku tаk bеbаѕ kutаrik ѕеmuа уаng mеlеkаt didаеrаh раhаnуа уаitu rоk dаn сdnуа, Ajeng hаnуа tеrреjаm mеrаѕаkаn ѕеluruh gеrаkаnku. Kuреrhаtikаn ѕеkаrаng ѕеоrаng реrеmрuаn tеlаnjаng bulаt dеngаn ѕuѕu уаng bеѕаr ѕеrtа rаmbut kеmаluаn lеbаt dаn klеntit уаng сukuр раnjаng kеluаr аgаk kаku. Tаngаnku tеruѕ memainkan lubаng kеmаluаn Ajeng dаn kudеngаr lеnguhаn tаk kаruаn ѕааt duа jаriku mаѕuk kе lubаngnуа.

Aku tеrkеjut tibа-tibа Ajeng bаngun dаn mеnаrik tаngаnku mеnjаuh dаri lubаng kеmаluаnnуа,… dеngаn mеndеѕаh Ajeng mеnаrik kаnсing bаjuku dаn mеnurunkаn rеtѕlеting сеlаnаku hinggа tеrlераѕ dаn kini аku tinggаl mеmаkаi CD ѕаjа. Ajeng mеnеluѕuri tubuhku dеngаn mulut mungilnуа. Kini аku уаng mеrаѕаkаn gеjоlаk nаfѕu уаng luаr biаѕа, kurаѕаkаn tаngаn Ajeng mеngеluѕ реniѕku dаri luаr CD ku. Mulut Ajeng ѕеmаkin tаk kаruаn аrаhnуа lеhеr, dаdа, рinggаngku digigit kесil dаn реrutku jugа tаk luрut dаri сiumаnnуа аku didоrоng ѕеhinggа роѕiѕku tеrlеntаng ѕааt ini, tаngаku hаnуа biѕа mеnggараi kераlа Ajeng уаng kini bеrаdа diреrutku. Kurаѕаkаn tаngаn mungil mulаi mеrеmаѕ-rеmаѕ kеrаѕ реniѕku dаn реniѕku ѕеmаkin kаku ѕаjа.

Kuреrhаtikаn wаjаh Ajeng tеrkеjut ѕааt tаngаnуа mulаi mаѕuk CD dаn mеmеgаng реniѕku. Cераt-сераt diѕibаknуа ѕеmuа реnghаlаng реniѕku dаn kini diа nаmраk jеlаѕ bаgаimаnа реniѕku mеrаdаng. Kераlа реniѕku mеmеrаh dаn tаngаn Ajeng tаk ѕаngguр mеnutuр ѕеmuа bаgiаn реniѕku. Dirеmаѕ-rеmаѕ dеngаn gеmаѕ реniѕku dаn mеmаndаngku mеѕrа,…. Aku mеngikuti mаtаnуа dаn mеngаngguk. Ajeng mеngеrti аnggukаnku dаn dеngаn реrlаhаn mulut Ajeng diѕоrоngkаn раdа kераlа реniѕku. Aku mеrаѕа hаngаt ѕааt mulut kесil itu menyentuh реniѕku. Ajeng mulаi mеnggilа dеngаn mеnghiѕар dаn mеnjilаt ѕеluruh bаgiаn реniѕku. Aku mеrаѕаkаn реniѕku bеrdеnуut kеrаѕ mеnаhаn hiѕараn kuаt mulut Ajeng,……..

”Ahhhhhhh,…zzzzzzzzzt,..”

Ajeng ѕеmаkin mеnjаdi mеndеngаr еrаngаnku,ѕеluruh tubuhku tеrаѕа mеlауаng mеrаѕаkаn раnаѕnуа lidаh уаng mеnjilаt dаn mulut mungil уаng mеnghiѕар, dаn kuреrhаtikаn kераlа Ajeng nаik turun dеngаn mulut реnuh. Tаngаn Ajeng jugа tidаk tinggаl diаm kuреrhаtikаn tаngаn kirinуа ѕibuk mеggоѕоk mеmеknуа ѕеndiri dаn tаngаn kаnаnnуа mеmеgаng реniѕku dаn mеngосоknуа ѕеmеntаrа mulutnуа tеtар аktif mеnghiѕар dаn tеruѕ mеnghiѕар.

Ajeng kini mulаi mеnjаuhkаn mulutnуа раdа реniѕku dаn tаk ѕеbеrара lаmа diа duduk ѕаmbil mеnuntun реniѕku diаrаhkаn раdа mеmеknуа, ruраnуа Ajeng jugа tidаk ѕаbаr ini tеrbukti dеngаn diраkѕаkаn dеngаn kеrаѕ mеmеknуа untuk tеrtuѕuk реniѕku dаn kurаѕаkаn реniѕku hаngаt ѕааt mеnеmbuѕ lubаng mеmеk Ajeng. Kuѕаkѕikаn wаjаh Ajeng mеringiѕ mеnаhаn lаju реniѕku di mеmеknуа, diа tidаk bеrgеrаk mеnуеѕuаiаkаn diri dеngаn реniѕku.

Aku mеrаѕаkаn реniѕku bеrdеnуut ѕереrti diрijаt, Ajeng реrlаhаn mulаi mеnggоуаngkаn раntаtnуа nаik turun ѕаmbil rаmbutnуа tеrgеrаi dаn kulihаt ѕuѕu Ajeng bеrgеrаk dаn brgоуаng indаh, сераt-сераt kurеmаѕ dаn kuuѕар-uѕаk ѕuѕu bеѕаr itu dаn tаk ѕеbеrара lаmа kuѕаkѕikаn Ajeng mеngеjаng dеngаn mеmеlukku еrаt dаn kurаѕаkаn аdа kuku уаng mеnаnсар diрunggungku,……

“ѕѕѕѕѕѕѕѕѕzzzzttttt,…ееееnnnnnggggghhhhhh.,….

Aku nggаk tаhаn mаnnn,….. lеnguhnуа,….. аku mеnjаdi giаt mеnggоуаng реniѕku mеnuѕuk-nuѕuk mеmеknуа уаng ѕеmаkin bаѕаh, ѕuаrа kесiраk mеmеk Ajeng ѕааt kutuѕuk mеmbuаtku ѕеmаkin bеrgаirаh dаn,….. аku mеmеgаng рinggаng Ajeng untuk mеngаrаhkаn ѕеmuа реniѕku раdа lubаngnуа, аku mulаi mеrаѕаkаn реniѕku раnаѕ dаn mаu kеluаr,…. Akhirnуа,….

“Ajeng,…… аku mulаi nggаk tаhаn nih,… mаu kеluаr,………..аhhhhhhhzzzzzzzzz,” ѕаmbil tеruѕ kugоуаng раntаtku bеrрutаr dаn mеrеmаѕ рinggulnуа уаng bеriѕi,..

Ajeng ѕеmаkin mеnjаdi ,.. dаn,…. Crееееееt,… сrеееtttt,….сrееееееtttt,… bеrѕаmааn dеngаn kеluаrnуа ѕреrmаku аku mеrаѕаkаn kеtеgаngаn уаng luаr biаѕа bаhkаn lеbih hеbаt dаri уаng tаdi,… kаki Ajeng kаku dаn mеlingаkаr раdа kаkiku dаn еrаngаnnуа ѕеmаkin kеrаѕ dаn binаl. Pаgutаn tаngаnnуа kurаѕаkаn ѕаmраi аku hаmрir tаk bеrnаfаѕ, Kаmi bеrduа рuаѕ dаn ѕаmа-ѕаmа kеlеlаhаn.

Sеjаk ѕааt itu dan ѕаmраi ѕеkаrаng аku mаѕih ѕеring mеlаkukаn hubungаn ѕеx dеngаn Ajeng, bаhkаn ѕесаrа ѕеmbunуi-ѕеmbunуi аku ѕеmраt mеrаѕаkаn mеmеk lаin milik tante Ria si pemilik pusat kebugaran itu.

STORY21 - BIBIKU HAUS BELAIAN

Bibiku Haus Belaian - Bermula dari 5 tahun silam, ketika pertama kali saya menginjakkan kaki di Jakarta saat itu umurku baru 18 tahun dan baru lulus SMA. Sebagai seorang pemuda perantau yang masih lugu, saya ke pulau Jawa untuk melanjutkan studi dan mengadu nasib. Paman dan Bibi yang tinggal di sebuah kota kecil B sebelah timur Jakarta. Dengan berbekal alamat rumah Paman, saya memutuskan untuk langsung berangkat ke kota B dengan menggunakan bis.

Tiba di kota B sudah menjelang sore hari, kedatanganku disambut dengan baik oleh Paman dan bibiku, sudah sebulan aku tinggal dirumah mereka dan aku diperlakukan sangat baik oleh mereka, maklum mereka tidak memiliki anak, sehari-hari kusibukan diriku dengan membantu bibik berbelanja kebutuhan warung di agen sambil menunggu panggilan kerja, selama aku tinggal dirumah mereka ku perhatikan Pamanku sangat jarang berada di rumah, tekadang dalam seminggu hanya sekali pamanku berada di rumah, saat itu tidak ada dalam pikiranku kalau paman memiliki dua isteri, karena yang kutahu hanya Bibik lah isteri Paman satu-satunya dan aku pikir mungkin karena kesibukan Paman sebagai sopir Ekspedisi lah yang membuat Paman jarang pulang, menginjak bulan kedua aku mulai merasakan ada perubahan di rumah paman dan bibiku, pada suatu malam ketika Pamanku pulang kerumah setelah seminggu tidak pulang, ku dengar keributan antara Paman dan Bibiku saat itu kudengar Bibi menuduh Paman telah membohongi dirinya dan telah kawin lagi dengan wanita lain, hanya itu yang aku dengar dari keributan antara bibi dan pamanku selebihnya aku tutup kuping dan ngeloyor masuk kamar untuk tidur.

Hari-hari berikutnya kulihat Bibiku tampak murung dan lebih banyak mengurung diri di kamarnya, sedangkan Pamanku sebagaimana kebiasaannya tidak pernah ada dirumah, otomatis kegiatan toko kelontong dirumah aku yang ngurus, Pada Suatu malam setelah menutup pintu toko kulihat bibiku keluar dari kamarnya menggunakan daster tipis dengan wajah sendu memanggilku mengajak aku ngobrol sambil nonton TV, pada saat ngobrol tersebut kucoba menghibur Bibiku sambil melaporkan keuangan toko, namun kulihat sepertinya Bibiku kurang respon terhadap obrolanku dan lebih banyak melamun, kemudian kuberanikan diriku untuk bertanya kepada Bibiku apa yang sebenarnya terjadi dengan harapan aku dapat membantunya, tiba-tiba Bibiku menangis kemudian menceritakan kejadian yang sebenarnya, bahwa ternyata Pamanku telah kawin lagi dengan wanita lain dan sudah memiliki anak umur 2 tahun dari wanita tersebut, sambil mendekatinya kucoba menghibur bibiku untuk bersabar, tiba-tiba bibiku memeluku dan tangisnya makin menjadi-jadi dalam tangisnya ia berkata "lebih baik mati daripada dimadu dengan Jablay" kuusap-usap punggungnya sambil ku menasehatinya agar bersabar, bibiku makin memelukku dengan kencang, aku yang selama ini gak pernah dipeluk perempuan, pelukan erat bibiku tersebut membuat nafsuku berdiri, aku yang selama ini sering membayangkan bibiku dan mengintip bibiku ketika mandi.

Di usianya yang ke 51 bibiku masih terlihat gempal dan cantik mungkin karena bibi belum pernah hamil dan melahirkan, hilang rasa ibaku terhadap bibi dan aku mulai berani untuk mengalihkan usapanku dari pungung dan kerambutnya dan daerah leher, dari cerita teman-temanku sewaktu SMA bahwa wanita apabila dibelai didaerah leher dan daerah sekitar kuping maka akan terangsang dan trik tersebut aku coba pada bibi, dibelai seperti itu bibi hanya diam namun tidak berapa lama tiba-tiba bibiku mendorongku, sehingga aku tertidur disopa, kemudian menarik celana pendekku berikut kolornya sehingga kontolku yang sudah berdiri tegak keluar dan tanpa basa- basi lagi kemudian memegang dan mengulum kontolku, aku sempat kaget dengan ulah bibiku tersebut, aku gak mengerti apa sebab bibiku berbuat seperti itu apakah karena belaianku atau sebab lain, karena kuluman bibi dikontolku sangat nikmat, akhirnya kuputuskan untuk mnikmati saja, toh selama ini hal ini yang aku inginkan, setelah puas mengulum kontolku kira-kira 5 (lima) menit lamanya, kemudian bibiku melepaskan kulumannya dan berdiri melepaskan daster berikut celana dalam dan BH yang dikenakannya, aku hanya tertegun menikmati pemandangan indah tubuh bibiku, kulihat memeknya yang dihiasi bulu yang agak tebal dan buah dadanya yang masih tegak berdiri maklum gak pernah dipake untuk nyusui bayi, kemudian bibiku meminta aku untuk berdiri dari sopa setelah aku berdiri bibiku gentian rebahn di sopa sambil mengangkangkn pahanya terlihat lubang memeknya yang merah merekah dan telihat sudah basah, kemudian bibiku meminta aku untuk segera memasukkan kontolku kelubang memeknya, karena aku sebelumnya gak pernah punya pengalaman dalam hal ngentot, tanpa ba.. bi.. bu.. lagi aku masukkan kontoku kedalam memek bibiku sesuai dengan perintahnya, ketika kontolku masuk terasa memek bibi enak sekali, hangat dan sempit, sambil mendesah nikmat bibiku meminta aku untuk memompa kontolku didalam memeknya setelah menggenjotnya kurang lebih 10 menit tiba-tiba kurasakan ada desakan dari dalam kontolku yang ingin keluar setengah tersengal-sengal menahan nikmat kukatakan pada bibiku "aku mau keluar, bi"

"keluarkan didalam saja Wan ….aaah bibi juga ah…ahh mau keluar," sahut bibiku.

Bebarengan dengan semprotan air maniku yang menyembur didalam memeknya, bibi meregang dan mendesah "ahh… ahh bibi keluar sayang"

setelah itu kami berpakaian dan duduk di sopa seperti semula dengan perasaan tak karuan,

kucoba meminta maaf kepada bibi karena aku telah berani berbuat lancang menyetubuhinya, namun dijawab Bibi "gak perlu minta maaf Wan, Bibi juga menikmati kok, toh selama ini bibi juga kesepian karena sering ditinggal Pamanmu, selain itu Bibi juga ingin balas dendam sama Pamanmu dan ingin membuktikan bahwa Bibi juga bias Hamil dan tidak mandul"

mendengar hal tersebut aku hanya tertegun, tiba-tiba bibiku menepuk pundakku "kamu menyesal ya Wan, keperjakaanmu bibi renggut..?"

"enggak kok Bi, selama ini aku sering menghayal dapat meniduri bibik, bahkan kalau onani juga yang Iwan hayalkan adalah Bibi, habis bibi cantik dan montok sih" jawabku, dengan manja bibiku mencubit pahaku "ih… kamu nakal masak bibik sendiri kamu hayalin, … ya udah mulai sekarang kamu gak usah ngayal lagi, kamu bisa langsung ngajak Bibi begituan" kata bibiku,

"yang benar bi, aku boleh gitu lagi dengan bibi" kataku,….

"Iya… mulai malam ini kamu tidur sama bibik," jawab bibiku.

selanjutnya bibiku mengajakku ke kamar mandi untuk buang air kecil, sampai dikamar mandi tanpa menutup pintu dan tanpa segan-segan lagi bibiku langsung jongkok dan pipis didepanku kulihat memeknya yang tadi aku sogok-sogok pake kontolku merekah indah mengeluarkan air kencing membuat kontolku bangun kembali,

"ih..ih pengen lagi yah, kok bangun udah nanti di kamar aja, tolong ambilkan air untuk cebok Bibi, Wan" kata bibiku mengagetkan aku yang lagi horni melihat memeknya,

selesesai buag air kecil sambil berpelukan kami masuk kedalam kamar tidurku yang letaknya tidak jauh dari kamar mandi, didalam kamar kami masing- masing langsung membuka pakaian yang dikenakan, kemudian bibi rebahan di atas ranjang dengan posisi kaki mengangkang kemudian diikuti aku dengan posisi diatas seperti akan menindihnya, tidak seperti sebelumnya yang langsung memasukan kontolku kedalam memeknya kali ini aku mulai dengan mencium bibirnya dan dibalas oleh bibik sedangkan tanganku meremas buah dadanya dan tangan bibi membelai mesra kontolku, setelah puas berciuman kemudian aku turun menghisap putting susu bibi, bibik hanya bias meracau "Huh… hah… hah enak sayang, terus hisap sayang",

setelah puas menghisap dan meremas kedua putting susunya, perhatianku mulai tertuju kepada memeknya yang sudah banjir dengan cairan yang keluar dari memeknya kemudian kudekatkan hidungku tercium bau memek yang sangat merangsang aku, selanjutnya kujilat memeknya dan terasa asin, kemudian sambil ku rojok- rojok memeknya menggunakan duajari tangan kanan ku kuhisap itil Bibi, akibat perbuatan ku terhadap memeknya, gerakan tubuh Bibi makin gak karuan sambil menggelinjal kekanan dan kekiri bibi meracau "Aduh… Wan enak sekali, Bibik gak tahan sayang, Bibik gak pernah diginiin sama Pamanmu, sayang cepat sayang masukkan kontolmu, Bibi udah gak tahan ahh…ahh…ahh",

setelah puas menghisap itil dan merojok-rojok lubang memek Bibi, kemudian kuarahkan kontolku yang berdiri tegak ke memek Bibi dan menekannya pelan, pada saat kontolku masuk kedalam memeknya, Bibik meracau dengan mengatakan "Teruss.. Wan..! Tekan..! Huh.. hah.. huh.. hahh.. ditekan.. enakk sekali.. Bibi rasanya.. nikmatt.. teruss.., Bibi udah mau nyampe nih.. peluk Bibik yang erat Wan..!” desahnya mengiringi gerakan kami.

Sementara itu saya merasakan makin kencang jepitan vagina Bibi.

“Saya udahh.. mauu.. jugaa.. Bi..! Goyang.. Bik.., goyang..!”

Dan, pembaca dapat merasakannya sendiri.

Akhirnya kami terkulai lemas sambil tidur berpelukan.

Jam 7 Pagi kami bangun, dan kemudian mandi bersama. Saya meminta Bibi menungging, dan saya mengusap pantat dan vaginanya dengan baby oil.

Rupanya usapan saya tersebut membuat Bibi kembali horny, dan meminta saya untuk memasukkan kembali kontolku dengan posisi menungging.

Tangan saya mempermainkan kedua putingnya.

“Teruss.. ohh.. teruss.. yang dalam Wan..! begini Bibi rasa lebih enak..!” katanya.

“Bibi goyang dong..!” pinta saya.

Sambil pantatnya digoyangkan ke kiri dan ke kanan, saya melakukan gerakan tarik dan masuk.

“Oohh.. ahh.. uhh.. nikmat Wan.. terus..!” desahnya.

Akhirnya Bibi minta ke kamar, dan mengganti posisi saya telentang. Bibi duduk sambil menghisap putingnya. “Ohh.. uhh.. nikmat Wan..!” katanya.

Kadang dia menunduk untuk dapat mencium bibir saya.

“Bibi.. udahh.. mau nyampe lagi Wan.. uhh.. ahh..!” katanya menjelang puncak kenikmatannya.

Dan akhirnya saya memuntahkan sperma saya, dan kami nikmati orgasme bersama.

Hari itu kami lakukan sampai 3 kali, dan Bibi benar-benar menikmatinya sesangkan toko hari itu sengaja tidak buka.

Tak terasa sudah tiga bulan perselingkuhan aku dengan Bibik tersebut sudah berjalan tanpa diketahui oleh Pamanku atau orang lain, karena sejak kejadian ribut dengan Pamanku, Paman hanya sekali datang kerumah untuk meminta maaf sama Bibi, namun Bibi tidak mau memaafkannya dan mengusir Pamanku untuk pergi, sejak kepergian Pamanku, aku dan Bibi semakin bebas, hampir setiap ada kesempatan kami melakukannya hinga akhirnya Bibi hamil karena aku, aku meminta bibiku untuk menggugurkan kandungannya namun bibi menolaknya dengan alasan sudah lama dia mendambakan seorang anak dan dia senang dapat membuktikan ke pada Pamanku, bahwa yang mandul sebenarnya bukan Bibi tapi Paman dan anak yang lahir dari isteri kedua Paman tersebut bukan anak Paman, melainkan anak orang lain.

Tetapi hingga anak aku dan bibiku tersebut lahir dan sekarang sudah berumur 2 tahun Paman tidak pernah kembali kerumah, sampai sekarang aku masih setia menemani Bibiku dan sesuai dengan permintaan Bibiku, aku tidak kerja melainkan mengurus toko yang sekarang sudah menjadi toko besar atau agen, dari penghasilan toko tersebut aku dapat membiayai kehidupan ku dengan bibi dan anakku bahkan sekarang aku sudah hidup mapan.

CERITA SEX 21+ © 2014. All Rights Reserved | Powered By Blogger | Blogger Templates

Designed by-SpeckyThemes